Suara.com - Surat izin mengemudi Ratu Elizabeth II terjual di lelang dengan harga lebih dari AU$12,000 (Rp120 juta).
Slip karton tersebut selama ini disimpan oleh guru mengemudinya, Mayor Violet Wellesley MBE dengan instruksi kartu tersebut hanya boleh dijual setelah sang Ratu meninggal dunia.
Dengan harga 6,800 pound sterling, SIM ini dijual bersama dokumen memorabilia keluarga kerajaan lainnya oleh juru lelang Reeman Dansie Rabu kemarin (09/11).
Tadinya kartu tersebut diperkirakan hanya akan terjual seharga 2,000 pound sterling.
Surat izin mengemudi militer sementara yang bertuliskan tanggal 1 Maret 1945 ini diberikan kepada Ratu Elizabeth sebelum naik takhta, tepatnya ketika masih menjadi montir di tahun terakhir Perang Dunia II.
Pada kartu tersebut tertulis nama "H.R.H Princess Elizabeth", dengan tingginya 162cm dan rambutnya yang berwarna coklat terang dengan warna mata biru.
Situs resmi keluarga kerajaan mengatakan Ratu Elizabeth tidak memerlukan SIM seperti warga lain pada umumnya. Ini merupakan "hak istimewa baginya seorang".
Karenanya, kartu SIM ini adalah satu-satunya yang pernah dimiliki Ratu Elizabeth. Ia bahkan tidak memerlukan paspor.
Violet Wellesley dulunya adalah sopir pengiriman dan guru mengemudi di Layanan Bantu Wilayah (ATS) saat Perang Dunia II.
Ia dipilih oleh Raja George VI untuk menjadi guru mengemudi Putri Elizabeth di tahun 1945.
Menurut juru lelang Reeman Dansie, ketika Mayor Wellesley meninggal di tahun 1971, ia mewariskan koleksi ini kepada pendampingnya.
Direktur rumah lelang James Grinter mengatakan kepada BBC dokumen tersebut "sangatlah spesial."
Bersama surat izin tersebut, terdapat beberapa foto, kliping berita koran tugas militer Ratu, dan sebuah surat dari Mayor Wellesley untuk juru tulis biografi kerajaan.
"Kesan yang Putri Elizabeth tinggalkan, dan saya mewakili semua pekerja, adalah persahabatan yang saling memahami dan sangat bahagia," tulisnya.
"Meski kehidupan tentara sangatlah baru bagi seseorang di posisinya, ia tidak pernah menyerah.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Terkini
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB