Hari Angklung Sedunia 16 November Jadi Google Doodle, Begini Sejarah dan Jenisnya

Rifan Aditya | Suara.com

Rabu, 16 November 2022 | 07:49 WIB
Hari Angklung Sedunia 16 November Jadi Google Doodle, Begini Sejarah dan Jenisnya
Hari Angklung Sedunia 16 November Jadi Google Doodle, Begini Sejarah dan Jenisnya - Wisatawan domestik dan mancanegara memainkan angklung sambil duduk berjaga jarak fisik di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/6). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi]

Suara.com - Google Doodle hari ini memperlihatkan kebudayaan Indonesia, yaitu Angklung. Hal ini dalam rangka memperingati Hari Angklung Sedunia 16 November 2022.

Apakah kalian tahu bagaimana sejarah Hari Angklung Sedunia itu sendiri? Bagaimana bisa alat musik asal Sunda ini diperingati seluruh masyarakat dunia?

Mari kita simak penjelasannya berikut ini. Dikutip dari situs petabudaya.belajar.kemdikbud.go.id, angklung adalah alat musik khas Indonesia yang banyak dijumpai di daerah Jawa Barat. Ia tergolong alat musik tradisional.

Angklung terbuat dari tabung-tabung bambu. Suara unik dari angklung dihasilkan dari efek benturan tabung-tabung bambu tersebut dengan cara digoyangkan.

Sejarah Hari Angklung Sedunia

Hari Angklung Sedunia dirayakan tanggal 16 November setiap tahun. Tanggal tersebut dipilih tak lepas dari pengakuan dunia atas alat musik asal Sunda ini.

Dikutip dari unggahan Saung Angklung Udjo di Facebook, enam tahun lalu, tepatnya 16 November 2010, alat musik tradisional angklung mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya takbenda (The Intangible Heritage) dalam Sidang Inter-govermental Committee for the Safeguarding of Intangible Cultural Heritage (IGC-ICH) di Nairobi, Kenya.

Tim angklung Muhibah asal Bandung sepanjang Juli 2022 melakukan rangkaian pertunjukan angklung di berbagai wilayah di AS, mulai dari New York, Washington DC, Chicago, Boise hingga Burley dan Utah.  (ANTARA/HO-KJRI San Francisco)
Tim angklung Muhibah asal Bandung sepanjang Juli 2022 melakukan rangkaian pertunjukan angklung di berbagai wilayah di AS, mulai dari New York, Washington DC, Chicago, Boise hingga Burley dan Utah. (ANTARA/HO-KJRI San Francisco)

Pengakuan angklung oleh UNESCO ini disahkan setelah sebelumnya batik, keris, dan wayang juga ditetapkan sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Mirisnya, jika tidak diakui oleh UNESCO, angklung hampir saja menjadi milik bangsa lain. Sebab, sebelum UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, angklung sempat di klaim oleh negara lain.

Angklung semakin dikenal luas sejak 1938, Daeng Soetigna, menciptakan angklung dengan tangga nada diatonis. Memang angklung ciptaan Daeng ini tidak memiliki nada pelog atau salendro. 

Namun inovasi tersebut bertujuan agar Angklung bisa leluasa dimainkan harmonis bersama alat-alat musik Barat. Alhasil, angklung akhirnya diakui dunia lewat UNESCO.

Sejarah Angklung

Kata Angklung sendiri berasal dari bahasa Sunda "angkleung-angkleungan" yang berarti gerakan pemain angklung dan membentuk suara "klung" yang dihasilkannya.

Sementara itu, secara etimologis angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Jadi, angklung merujuk pada nada yang pecah atau tidak lengkap.

Menurut Dr. Groneman, Angklung telah ada di Nusantara, bahkan sebelum era Hindu. Lalu Jaap Kunst dalam bukunya Music in Java, selain di Jawa Barat, Angklung juga bisa ditemui di daerah Sumatera Selatan dan Kalimantan. Di luar itu, masyarakat Lampung, Jawa Timur dan Jawa Tengah juga mengenal alat musik tersebut.

Dalam Kerajaan Sunda (abad ke 12-16) , Angklung dimainkan sebagai bentuk pemujaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Sri (dewi padi/dewi kesuburan). Selain itu, konon Angklung juga merupakan alat musik yang dimainkan sebagai pemacu semangat dalam peperangan, sebagaimana yang diceritakan dalam Kidung Sunda.

Jenis Angklung

Wali Kota Bandung Yana Mulyana (ketiga kiri) bersama sejumlah tokoh Kota Bandung memainkan alat musik tradisional angklung buhun saat deklarasi Bandung Kota Angklung di Balai Kota, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022). [ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa]
Wali Kota Bandung Yana Mulyana (ketiga kiri) bersama sejumlah tokoh Kota Bandung memainkan alat musik tradisional angklung buhun saat deklarasi Bandung Kota Angklung di Balai Kota, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/5/2022). [ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa]

Dikutip dari situs resmi kemdikbud, terdapat beberapa jenis angklung yaitu:

1. Angklung Kanekes

Angklung yang dimainkan oleh masyarakat Kanekes (Baduy), di daerah Banten. Angklung Kenekes dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang).

2. Angklung Dogdog Lojor

Terdapat 2 instrumen Dogdog Lojor dan 4 instrumen angklung besar. Biasanya dimainkan sebagai pengiring ritus bercocok-tanam. Setelah masyarakat di sana menganut Islam, dalam perkembangannya, kesenian tersebut juga digunakan untuk mengiringi khitanan dan perkawinan.

3. Angklung Gubrag

Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).

4. Angklung Padaeng

Angklung Padaeng dikenalkan oleh Daeng Soetigna sekitar tahun 1938. Memakai diatonik, sehingga nadanya selaras dengan sistem musik barat. Angklung Padaeng dibagi menjadi angklung melodi dan angklung akompanimen.

Fungsi Angklung

Selain menjadi alat musik dan pengiring lagu dalam pertunjukkan, angklung ternyata memiliki fungsi lain. Dilansir ich.unesco.org, fungsi angklung diantaranya:

  • Angklung untuk adat istiadat
  • Kesenian
  • Identitas budaya tradisional di Indonesia
  • Dimainkan pada berbagai upacara seperti penanaman padi, panen dan khitanan

Kekinian, angklung tidak hanya terbuat dari bambu. Ada pula angklung kayu bahkan angklung digital yang dapat dimainkan melalui ponsel.

Perlu diketahui, Angklung Digital diciptakan oleh Dhany staf KBRI Tokyo pada 2010. Karya ini pada 20 November 2016 tercatat di rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yang didaftarkan oleh Indosat Ooredoo, bersama Saung Udjo dan Masagistudio. Dhany Irfan bekerja sama dengan Yulius Wibowo membuat aplikasi iAngklung ini.

Demikian penjelasan tentang Hari Angklung Sedunia yang diperingati pada hari ini 16 November 2022 dan menjadi Google Doodle.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Google Doodle Punya Tampilan Unik Hari Ini, Ada Apa Sih?

Google Doodle Punya Tampilan Unik Hari Ini, Ada Apa Sih?

| Rabu, 16 November 2022 | 07:21 WIB

Hari Angklung Sedunia, Google Rayakan Lewat Doodle Unik

Hari Angklung Sedunia, Google Rayakan Lewat Doodle Unik

Tekno | Rabu, 16 November 2022 | 07:20 WIB

Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Rabu, 16 November 2022

Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini Rabu, 16 November 2022

| Rabu, 16 November 2022 | 05:56 WIB

Banyak Hadiah, Ini 6 Kode Redeem FF 16 November 2022 yang Baru!

Banyak Hadiah, Ini 6 Kode Redeem FF 16 November 2022 yang Baru!

Kaltim | Rabu, 16 November 2022 | 06:30 WIB

Serbu Kode Redeem ML 16 November 2022, Ada Item Gratis Menarik

Serbu Kode Redeem ML 16 November 2022, Ada Item Gratis Menarik

Tekno | Rabu, 16 November 2022 | 06:30 WIB

Update Jadwal Pengumuman PPPK 2022 Guru 16 November, Segera Cek Link Ini

Update Jadwal Pengumuman PPPK 2022 Guru 16 November, Segera Cek Link Ini

News | Selasa, 15 November 2022 | 15:37 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB