Represifitas dan Intimidasi Terjadi Saat KTT G20 Digelar di Bali, Gerak Rakyat: Wujud Kemunduran Demokrasi

Ria Rizki Nirmala Sari, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 16 November 2022 | 20:04 WIB
Represifitas dan Intimidasi Terjadi Saat KTT G20 Digelar di Bali, Gerak Rakyat: Wujud Kemunduran Demokrasi
Direktur Program dan Kampanye Trend Asia ,Ahmad Ashov Birry (kiri) dalam acara Gegap Gempita G20: Pembungkaman Demokrasi, Solusi Palsu dan Pengkhianatan Konsitusi di Jakarta, Rabu (16/11/2022). (Suara.com/Yosea)

Suara.com - Aliansi Gerak Rakyat turut menyoroti tindakan represif yang menyasar masyarakat sipil di tengah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Menurut mereka, represifitas serta pembungkaman yang terjadi menjadi bukti adanya kemunduran pada demokrasi yang dijamin oleh konstitusi.

Kepala Kampanye dan Pelibatan Publik Trend Asia, Arip Yogiawan mengatakan, Presidensi G20 bukan sarana untuk pemulihan bagi masyarakat yang selama ini terhimpit oleh investasi yang merusak lingkungan hidup. Bahkan, ratusan miliar uang negara habis digelontorkan untuk mengamankan kekayaan para pemimpin negara yang memiliki banyak masalah Hak Asasi Manusia (HAM) di negaranya.

"Kami mendorong demokratisasi energi yang tidak pernah jelas pengelolaannya dan rencananya oleh pemerintah. Sumber daya yang vital bagi rakyat berada di bawah penguasaan negara," kata Arip di kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2022).

"Tapi kami lihat bagaimana pengadaan energi begitu korup. Ia merusak alam dan diprotes d mana-mana dan merusak ruang hidup rakyat. Banyak proyek transisi energi dan solusi palsu yang ternyata malah mendorong perusakan alam, air, polusi, juga memiskinkan rakyat," sambungnya.

Intimidasi dan represifitas menyasar masyarakat sipil yang hendak menyampaikan pendapat di muka umum dalam rangkaian gelaran KTT G20 menjadi perhatian penting bagi Aliansi Gerak Rakyat. Misalnya, tim pesepeda Chasing the Shadow dari Greenpeace Indonesia yang diminta untuk tidak masuk ke Bali oleh kelompok masyarakat saat sampai di Probolinggo, Jawa Timur.

Kejadian serupa juga menyasar Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan 18 LBH kantor yang sedang menggelar rapat internal di kawasan Sanur, Bali. Mereka didatangi oleh aparat tak berseragam hingga kelompok massa yang mengaku sebagai pecalang.

Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Organisasi YLBHI, Pratiwi Febri menyatakan, pemerintah justru membungkam partisipasi publik demi mengamankan citranya di mata internasional.

Sebab, segala aktivitas yang berlangsung di Bali mendapatkan intimidasi dan pembubaran dari aparat negara, termasuk masyarakat yang menjadi korban langsung dari kerusakan lingkungan.

Bagi masyarakat sipil, lanjut Pratiwi, situasi di Bali juga menjadi mencekam karena jumlah personel keamanan yang berlebihan. Sementara itu, para pemimpin negara justru membahas berbagai 'solusi palsu' pencegahan krisis iklim.

baca juga

"Kami sendiri mencoba bertanya kepada masyarakat selama di Bali dalam diskusi bersama mahasiswa di Universitas Udayana. Kami membahas soal energi bersih dan demokrasi, ternyata ruang hidup rakyat semakin sempit," kata Pratiwi.

Pratiwi menambahkan, pemerintah juga kerap menyebut proyek pembangunan yang dilakukan untuk menyejahterakan rakyat. Nyatanya justru banyak warga dimiskinkan dan dimarginalkan dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Berbagai perampasan lahan terjadi, disertai dengan kriminalisasi dan pembungkaman. Alam dirusak oleh sumber energi yang tidak bersih," sambung dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM (PBHI) Julius Ibrani menyebut, hingga saat ini masih ada penjemputan paksa dan berbagai intimidasi terhadap warga sipil yang berkumpul dan berdiskusi. Salah satunya terjadi di Universitas Udayana, Bali.

Kegiatan diskusi itu, lanjut dia, bertujuan untuk merefleksikan isu yang diangkat dalam G20. Selain itu, mereka juga menggelar diskusi dan kampanye secara damai.

"Kemarin itu masih ada 6 orang yang dijemput paksa oleh pihak intel. Sampai sekarang masih kami cari. 16 orang hilang, 1 orang panic attack dan dibawa ke RS dan ada 7 nama yang belum kami ketahui dari 200-an mahasiswa yang berkumpul di Udayana keberadaannya kami tidak tahu," kata Julius.

Aliansi Gerak Rakyat sendiri terdiri dari 350 Indonesia, XR Indonesia, Satya Bumi, Yayasan Pikul, Public Virtue Research Institute, WALHI, Greenpeace Indonesia, dan Solidaritas Perempuan. Kemudian ada Lembaga Peradaban Luhur, Aksi! For Gender, Social, and Ecological Justice, Trend Asia, hingga Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan:  Ini Pakaian Indonesia

Petinggi Dunia Kenakan Batik Dihina saat Jamuan Gala Dinner KTT G20, Netizen Pasang Badan: Ini Pakaian Indonesia

Your Say | Rabu, 16 November 2022 | 19:57 WIB

Basuki Hadimuljono Jadi Fotografer Dadakan di KTT G20 Bali, Cuitan Twitter Kementerian PUPR Curi Perhatian

Basuki Hadimuljono Jadi Fotografer Dadakan di KTT G20 Bali, Cuitan Twitter Kementerian PUPR Curi Perhatian

Your Say | Rabu, 16 November 2022 | 19:50 WIB

Singgung Batik Pemimpin Negara KTT G20 di Bali, Jurnalis Inggris Jadi Bulan-bulanan Warganet

Singgung Batik Pemimpin Negara KTT G20 di Bali, Jurnalis Inggris Jadi Bulan-bulanan Warganet

Mamagini | Rabu, 16 November 2022 | 19:46 WIB

Anies Ternyata Cuma Penerima Tamu Memelas Berdiri di Jamuan Makan G20, Benarkah?

Anies Ternyata Cuma Penerima Tamu Memelas Berdiri di Jamuan Makan G20, Benarkah?

Riau | Rabu, 16 November 2022 | 19:25 WIB

Megawati Pakai Baju Biru Saat Satu Meja Dengan SBY, Masinton PDIP: Darah Perjuangan Tetap Merah

Megawati Pakai Baju Biru Saat Satu Meja Dengan SBY, Masinton PDIP: Darah Perjuangan Tetap Merah

News | Rabu, 16 November 2022 | 19:18 WIB

4 Fakta Patung Garuda Wisnu Kencana, Lokasi Dinner KTT G20 di Bali yang Jarang Diketahui Publik

4 Fakta Patung Garuda Wisnu Kencana, Lokasi Dinner KTT G20 di Bali yang Jarang Diketahui Publik

Jogja | Rabu, 16 November 2022 | 19:25 WIB

Terkini

Pelindo Perkenalkan ADHARA, Hubungkan Ekosistem Maritim Dalam Satu Platform Digital

Pelindo Perkenalkan ADHARA, Hubungkan Ekosistem Maritim Dalam Satu Platform Digital

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Strategi Komprehensif BRI Antar UMKM Indonesia Bertarung di Pasar Ekspor Global

Strategi Komprehensif BRI Antar UMKM Indonesia Bertarung di Pasar Ekspor Global

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Pemilik dan Operator Judi Online di Sumut Ditangkap, Raup Keuntungan Ratusan Juta

Pemilik dan Operator Judi Online di Sumut Ditangkap, Raup Keuntungan Ratusan Juta

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan

Lewat Program BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, BRI Peduli Berikan Pelatihan dan Pemagangan

Bekaci | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Disambut Karangan Bunga dan Tepuk Tangan, Luky Alfirman Kembali ke Kemenkeu sebagai Wamen

Disambut Karangan Bunga dan Tepuk Tangan, Luky Alfirman Kembali ke Kemenkeu sebagai Wamen

Video | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Ajak Anak Belajar Finansial Lewat Fitur BRImo Junior

Ajak Anak Belajar Finansial Lewat Fitur BRImo Junior

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Di Makassar, BRI Peduli Bekali Disabilitas Dengan Keterampilan dan Wawasan Digital

Di Makassar, BRI Peduli Bekali Disabilitas Dengan Keterampilan dan Wawasan Digital

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:18 WIB

BRI Peduli Gelar BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Berikan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Gelar BRI Sahabat Disabilitas 2026 di Makassar, Berikan Pembekalan Kewirausahaan

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:14 WIB

MK Tolak Hadirkan Wapres Gibran dalam Sidang Pembuktian Gugatan Syarat Pendidikan

MK Tolak Hadirkan Wapres Gibran dalam Sidang Pembuktian Gugatan Syarat Pendidikan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:14 WIB

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×