Fakta-fakta Sesar Cimandiri: Sumber Gempa di Jawa Barat, Terbentuk Puluhan Juta Tahun Lalu

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Rabu, 23 November 2022 | 07:43 WIB
Fakta-fakta Sesar Cimandiri: Sumber Gempa di Jawa Barat, Terbentuk Puluhan Juta Tahun Lalu
Ilustrasi patahan yang terjadi hingga ke permukaan tanah - fakta-fakta sesar Cimandiri (pixabay)

Suara.com - Peristiwa gempa bumi yang melanda daerah Cianjur dan sekitarnya masih menyisakan luka yang mendalam. Gempa berkuatan mag 5,6 ini menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan ribuan lainnya menderita luka-luka. Bangunan yang hancur di berbagai wilayah di Cianjur juga membuat sebagian keluarga masih mencoba mengevakuasi anggota keluarga lainnya dari puing-puing bangunan. 

Data dari BMKG mengungkap bahwa gempa di Cianjur ini diduga disebabkan oleh pergeseran dan pergerakan yang terjadi di Sesar Cimandiri. Lalu, apa sebenarnya Sesar Cimandiri tersebut? Simak inilah 5 fakta selengkapnya.

Definisi dan letak Sesar Cimandiri

Sesar sendiri secara bahasa berarti suatu bidang rekahan yang disertai oleh adanya pergeseran relatif satu blok terhadap blok batuan lainnya. Jarak pergeseran tersebut dapat hanya beberapa milimeter hingga puluhan kilometer, sedangkan bidang sesarnya mulai dari yang berukuran beberapa centimeter hingga puluhan kilometer.

Sesar Cimandiri sendiri merupakan salah satu sesar yang berada di Jawa Barat, dimana sesar ini membentang dari Teluk Pelabuhan Ratu hingga sekitar Padalarang Jawa Barat.

Terdiri dari beberapa segmen

Menyandur dari prosiding geoteknologi LIPI, Sesar Cimandiri ini terdiri dari beberapa segmen batuan yang terbentang dari Pelabuhan Ratu hingga Padalarang, antara lain: Cimandiri - Citarik, Citarik - Cadasmalang, Cirampo- Pangleseran, Ciceureum- Cirampo, Pangleseran- Cibeber, Cibeber- Padalarang, dan Padalarang- Pelabuhan Ratu. Segmen ini merupakan lapisan dari patahan yang membentuk sesar itu sendiri.

Sudah ada sejak 50 juta tahun yang lalu

Sesar Cimandiri ini juga termasuk sesar yang terbentuk sejak era orogenesis tahap II atau sekitar 50 juta tahun lampau.

Sesar ini juga bahkan dapat membentuk dua lembah besar, yaitu Lembah Ciletuh dan Lembah Cimandiri yang hingga kini masih ada. Sesar ini juga terdiri dari dua regional, yaitu sesar naik dan sesar normal.

Termasuk sesar naik aktif

Sesar Cimandiri juga termasuk sesar naik aktif dengan adanya deformasi lipatan batuan yang tegak. Kompresi tektonik yang terjadi di sesar Cimandiri juga membuat sesar ini cukup aktif dan menyebabkan beberapa kasus peristiwa gempa di Jawa Barat dengan mag 3- 5 SR dengan kedalaman kurang dari 50 km.

Penyebab gempa di Jawa Barat

Keberadaan Sesar Cimandiri ini juga patut diwaspadai. Dalam penelitian yang dikemukakan oleh Muhammad Adis dari Universitas Gajah Mada tahun 2018 mengungkap bahwa sebagian besar riwayat gempa disebabkan oleh pergeseran sesar ini, seperti gempa di Sukabumi tahun 2001 yang meluluhlantakkan hampir seluruh wilayah di Sukabumi.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur, Bahas Ini!

Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas di Tenda Pengungsian Korban Gempa Cianjur, Bahas Ini!

Your Say | Rabu, 23 November 2022 | 07:17 WIB

Kisah dari Desa di Cianjur yang Terisolasi dan Berantakan

Kisah dari Desa di Cianjur yang Terisolasi dan Berantakan

News | Rabu, 23 November 2022 | 07:13 WIB

Perempuan dan Anak Rentan Kekerasan di Pengungsian, KemenPPPA Terjunkan Tim ke Lokasi Gempa Cianjur

Perempuan dan Anak Rentan Kekerasan di Pengungsian, KemenPPPA Terjunkan Tim ke Lokasi Gempa Cianjur

Lifestyle | Rabu, 23 November 2022 | 06:51 WIB

Anggota DPR Ini Cengengesan Lihat Kepala BMKG Sembunyi di Bawah Meja saat Gempa Cianjur

Anggota DPR Ini Cengengesan Lihat Kepala BMKG Sembunyi di Bawah Meja saat Gempa Cianjur

Riau | Rabu, 23 November 2022 | 06:46 WIB

Akibat Gempa Cianjur, Lin Pasrah Dua Anaknya Sempat Terjebak di Reruntuhan Rumah

Akibat Gempa Cianjur, Lin Pasrah Dua Anaknya Sempat Terjebak di Reruntuhan Rumah

Video | Rabu, 23 November 2022 | 06:30 WIB

Terkini

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:25 WIB

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:51 WIB

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

Petaka Bangunan Tua SD Inpres Oepula: Siswa Kelas 1 Meninggal Dunia Usai Tertimpa Reruntuhan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:50 WIB

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

Prabowo Sebut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Tindakan Terorisme: Harus Diusut Aktornya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:47 WIB

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

Menag Nasaruddin Umar Imbau Umat Jaga Ketertiban Saat Lebaran, Tekankan Pentingnya Ukhuwah

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:43 WIB

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:18 WIB

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15 WIB

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:05 WIB

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 20:04 WIB