Kisah dari Desa di Cianjur yang Terisolasi dan Berantakan

Siswanto, BBC

Rabu, 23 November 2022 | 07:13 WIB
Kisah dari Desa di Cianjur yang Terisolasi dan Berantakan
BBC

Suara.com - BBC Indonesia bertemu dengan dua orang warga dari sebuah desa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang berantakan dan terisolasi akibat gempa.

Desa Cibereum adalah salah-satu wilayah di Kabupaten Cianjur yang terdampak paling parah. Sebagian besar rumah di desa itu rusak parah dan ringan.

Desa ini agak terisolasi karena jalan raya yang menghubungkan desa itu dengan Kota Cianjur atau Bandung, terputus akibat tanah longsor di salah-satu ruasnya.

Baca juga:

Otoritas terkait sampai Selasa siang terus berusaha membuka lagi akses ke desa-desa di wilayah itu.

Sampai Selasa (22/11) siang, sebagian warga di desa itu mengungsi di lokasi yang dianggap aman dan mendirikan tenda sederhana secara sukarela.

Mereka mengaku masih trauma dan membutuhkan bantuan makanan, selimut dan tenda yang layak. Inilah kisahnya:


'Kami butuh makanan untuk anak-anak dan tenda yang layak'

Rodiyah, 55 tahun, warga Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, masih trauma setelah gempa dahsyat meluluhlantakkan rumahnya.

Ketika gempa 5,6 magnitudo itu mengguncang, Senin (21/11) siang, Rodiyah tengah bersama cucunya di dalam rumah. Anggota keluarga lainnya sedang beraktivitas di luar rumah.

baca juga

"Saya lari keluar," suara Rodiyah tercekat. Lalu tangisnya pecah. "Cucu saya gendong dan lari."

Dia lalu membayangkan ceritanya bisa lain kalau siang itu dia dan cucunya tidur di kamar. "Saya barangkali akan terjebak di sana."

Sejak kejadian itu, Rodiyah sama-sekali tak berani menginjakkan kakinya di sana. "Rumah saya hancur setengah, ambruk bagian depan."

Bersama sebagian tetangganya, Rodiyah dan keluarganya mengungsi di sebuah tanah lapang. Di sanalah mereka mendirikan tenda seadanya.

"Saya belum berani pulang, saya takut, trauma," ungkapnya saat ditemui wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham, di lokasi pengungsian, Selasa (22/11).

Sampai Selasa (22/11) siang, warga desa itu belum menerima bantuan logistik dan kesehatan.

"Kami butuh makanan untuk anak-anak. Kami juga butuh tenda yang layak," kata Rodiyah.


'Kami kelaparan, dan kami berinisiatif membuat dapur umum'

Yani Mulyani, 55 tahun, bercerita ada tetangganya yang belum diketahui nasibnya, setelah rumahnya roboh dan menimpa mereka.

"Mereka kemungkinan tertimbun, belum ada yang menolong. Kami trauma," ujarnya.

Yani dan anggota keluarganya selamat, tetapi dia tak dapat menolong beberapa tetangganya yang menjadi korban.

"Kami cuma bisa menyelamatkan diri," ungkapnya kepada wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham. Dia kemudian tak kuasa menahan tangis.

Rumahnya rusak parah. Pilihan satu-satunya adalah mengungsi. Sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT), Yani kemudian bersama tetangganya berinisiatif membangun tenda darurat.

Dihadapkan gempa susulan yang berulangkali, dan rumah rusak parah, trauma, serta keterbatasan logistik, Yani dan warga membuat dapur umum.

"Jam lima sore [Senin, 21 November], kami lapar, tidak ada makanan. Kami butuh makanan untuk anak-anak," ungkapnya.

Mereka kemudian memutuskan 'hutang' ke pemilik warung di kampung, lalu "masak bareng-bareng".

"Kami makan seadanya," ujarnya. Dia mengaku sampai Selasa (22/11), belum ada bantuan dari otoritas terkait.

Di sinilah Yani kemudian berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan berupa makanan bayi, popok, selimut hingga tenda yang layak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:30 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:29 WIB

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:55 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Terkini

KPK Usut Keterkaitan Proyek Pengadaan Pemkab Bekasi dengan Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Usut Keterkaitan Proyek Pengadaan Pemkab Bekasi dengan Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:09 WIB

AC Samsung Makin Pintar, Bisa Baca Kualitas Udara hingga Atur Listrik

AC Samsung Makin Pintar, Bisa Baca Kualitas Udara hingga Atur Listrik

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:09 WIB

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Industri Furnitur Global Bisa Tembus USD 1,1 Triliun di 2034, Tapi RI Baru Kuasai 4% Pasar AS

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 15:06 WIB

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Fadia Dituntut 5 Tahun, KPK Justru Buka Penyidikan Baru dari Kasus Pekalongan

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Cara Ampuh Pudarkan Flek Hitam dalam 1-2 Minggu ala Dokter Gio, Wajib Coba Urutan Skincare Ini!

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:05 WIB

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Pemilik Makin Hemat, Penggantian Ban Mobil Banyak Ditunda Akibat Daya Beli Melemah

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Air Menetes di Bawah Kulkas dan Dalam Rak Penampungan? Ini Solusinya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:04 WIB

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Apakah Rambut Rontok karena Stres Bisa Tumbuh Kembali? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:03 WIB

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

Kejagung Geledah Rumah Eks Bupati Nunukan Terkait Kasus Batubara di Kaltara

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:01 WIB

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Review Film Daayra: Hadirkan Realita Pahit Penegakan Hukum yang Dilematis!

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:00 WIB

×