Plt Ketum PPP Akui KIB Tidak Mudah Pilih Capres dan Cawapres yang Bakal Diusung

Ria Rizki Nirmala Sari
Plt Ketum PPP Akui KIB Tidak Mudah Pilih Capres dan Cawapres yang Bakal Diusung
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Muhamad Mardiono menjawab pertanyaan awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/11/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

Mardiono menuturkan bahwa KIB harus bisa mengusung capres dan cawapres yang mampu melanjutkan pembangunan nasional.

Suara.com - Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Muhamad Mardiono mengaku tidak mudah bagi Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB untuk memilih sosok calon presiden atau capres dan calon wakil presiden (cawapres) yang bakal diusung untuk Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Mardiono menuturkan bahwa KIB harus bisa mengusung capres dan cawapres yang mampu melanjutkan pembangunan nasional. Oleh sebab itu, koalisi Partai Golkar, PPP dan PAN itu harus berhati-hati dalam mencari sosok capres dan cawapres yang ideal.

"Tetapi ya ini tidak mudah karena kita sedang memilih tokoh bangsa untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional kita untuk melanjutkan estafet kepemimpinan kita untuk membangun bangsa ini tentu parpol berkewajiban untuk cermat dan berhati-hati," tutur Mardiono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Mardiono mengaku kalau KIB hingga saat ini masih berproses untuk melakukan pembahasan terkait capres dan cawapres. Untuk PPP sendiri, Mardiono mengaku masih menerima seluruh masukan dari jajaran internal.

Baca Juga: Pastikan NasDem-PKS-Demokrat Solid, Anies: Siap untuk Bergerak Bersama

Ia mengklaim proses pembahasan capres dan cawapres tidak akan lama. Mardiono juga tidak bisa menghindari adanya negosiasi di dalam pembahasan tersebut.

"Kalau berbeda ya kita negosiasi dan lobi-lobi, semua berlandaskan pada argumentasi yang memang muncul dari rakyat kita," ucapnya.

Meski begitu Mardiono tidak bisa memastikan sebab dirinya tidak menutup kemungkinan akan adanya parpol tambahan yang bergabung ke KIB.

"Bukan mustahil akan ada KIB plus-plus ada partai-partai lain bergabung dengan KIB."

Baca Juga: Tak Gembar-gembor Deklarasi Capres Seperti NasDem, Demokrat Ungkap Sikap Dukungan buat Anies Nyapres Cuma Lewat Rilis