Gerindra Dinilai Tak Sepenuh Hati, Pengamat: Cak Imin Merasa Makin Jauh dari Kans Cawapres

Jum'at, 25 November 2022 | 11:19 WIB
Gerindra Dinilai Tak Sepenuh Hati, Pengamat: Cak Imin Merasa Makin Jauh dari Kans Cawapres
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Prabowo Subinato (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kanan) berjabat tangan usai mendaftarkan partainya masing-masing sebagai Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Manuver Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menuai sorotan usai dirinya ngotot ingin menjadi capres sebagai ancang-ancang jika Gerindra berpaling.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai bahwa sekalipun Cak Imin mendirikan koalisi baru, tidak ada jaminan ia bakal dijadikan calon wakil presiden (cawapres).

Mengutip dari Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, sikap Cak Imin yang ngotot ingin menjadi capres itu hanya untuk menaikkan posisi tawar dalam koalisi yang terjalin antara Gerindra dan PKB.

Menurutnya, ada dugaan kemunculan riak-riak dalam internal PKB bahwa Cak Imin tidak akan diusung menjadi cawapres dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Sebab, koalisi Gerindra-PKB terkesan komposisinya sudah dapat ditebak Prabowo-Muhaimin atau Prabowo dengan calon alternatif," kata Cak Imin.

Koalisi PKB dan Cak Imin dengan Gerindra hanya dinilai untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden (presidential treshold) dari Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto.

Oleh sebab itu, Cak Imin dinilai geram lantaran ia saat ini tengah disangkutpautkan kembali dengan kasus koripsi di masa lalu dan harus menyelesaikan permasalahan dalam koalisi.

"Ini artinya, Cak Imin merasa semakin jauh dari kans sebagai cawapres, karena memang Gerindra tidak sepenuh hati menginginkan Muhaimin Iskandar," tutur Efriza.

Lebih lanjut, menurutnya Cak Imin merasa dirinya diamanati oleh partai untuk menjadi capres, sebagaimana yang tertuang dalam Muktamar PKB 2019.

Baca Juga: Analis Bongkar Ancaman Cak Imin agar Prabowo Tak Lirik Cawapres Lain untuk Pilpres 2024

Permasalahan tersebut yang pada akhirnya membuat Cak Imin menaikkan posisi tawarnya dengan berkomunikasi agar diperhitungkan dalam koalisi Gerindra-PKB.

"Inilah yang bikin Muhaimin bergejolak mulai bersuara terhadap Koalisi Gerindra-PKB," pungkasnya.

Sebelumnya, Cak Imin tidak menampik kemungkinan untuk membuat komposisi baru, bahkan merombak koalisi apabila dirinya tidak dipasangkan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Hal itu ia sampaikan saat menjawab pertanyaan awak media soal kemungkinan Prabowo bakal menggandeng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai cawapresnya di 2024 nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI