Kabareskrim Serang Balik Ferdy Sambo dan Hendra: Jangan-jangan Mereka yang Terima Setoran Tambang Ilegal

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Kabareskrim Serang Balik Ferdy Sambo dan Hendra: Jangan-jangan Mereka yang Terima Setoran Tambang Ilegal
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto serang balik Ferdy Sambo dan Hendra. [ANTARA/Laily Rahmawaty]

Agus juga mempertanyakan pengakuan Ismail Bolong yang sempat viral dan kekinian ada video klarifikasi.

Suara.com - Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto menyerang balik eks Karopaminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan dan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo soal tambang ilegal. Agus mempertanyakan kenapa keduanya saat itu langsung menindak Ismail Bolong terkait tambang ilegal.

Hal ini disampaikan Agus sekaligus membantah peryataan dirinya menerima uang setoran hasil bisnis tambang ilegal dari anggota polisi Ismail Bolong.

Agus juga mempertanyakan pengakuan Ismail Bolong yang sempat viral dan kekinian ada video klarifikasi.

"Apalagi sudah diklarifikasi karena dipaksa," kata Agus, Kamis (24/11/2022), malam.

Baca Juga: 'Dosa-dosa' Hendra Kurniawan yang Diganjar Tuntutan 3 Tahun Penjara

Menurutnya Ismail Bolong membuat pernyataan telah memberikan setoran kepadanya karena ditekan Hendra Kurniawan. Namun terkait itu, Hendra membantah memaksa Ismail Bolong membuat testimoni seperti itu.

Ia kemudian mengklaim adanya surat laporan hasil penyelidikan yang diteken Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri terkait dugaan setoran uang hasil bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur kepadanya tidak serta merta membuktikan bahwa dirinya melakukan perbuatan tersebut.

Agus selanjutnya mempertanyakan kenapa Hendra dan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tidak langsung menindak Ismail Bolong ketika itu.

"Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak teruskan masalah, lempar batu untuk alihkan isu," ujar Agus.

Tambang Ilegal

Baca Juga: Alasan Tuntutan Hendra Kurniawan Berat: Perwira Tinggi Tapi Tak Bisa Bedakan Benar dan Salah

Kasus dugaan setoran dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur menjadi perhatian publik setelah Ismail Bolong membuat testimoni melalui video.