Apa Alasan Ban One Love Dilarang di Piala Dunia Qatar 2022?

Aulia Hafisa | Suara.com

Sabtu, 26 November 2022 | 15:05 WIB
Apa Alasan Ban One Love Dilarang di Piala Dunia Qatar 2022?
Ilustrasi Ban One Love - Alasan Ban One Love dilarang di Piala Dunia Qatar (Instagram/harrykane)

Suara.com - Perhelatan akbar Piala Dunia 2022 Qatar menuai sejumlah kontroversi. Salah satunya yaitu larangan penggunaan ban One Love oleh kapten sepak bola. Lantas, apa Alasan Ban One Love dilarang di Piala Dunia Qatar? Berikut ini penjelasannya.

Ban One Love merupakan aksesoris lengan sebagai kampanye One Love anti diskriminasi terhadap penganut LGBTQ+. Biasanya ban lengan digunakan oleh kapten sepak bola. 

Ban One Love ini menjadi ikon promosi untuk menyampaikan pesan perdamaian terhadap komunitas LGBT. Bentuk ban love ini ditandai simbol hati, angka 1, dan pelangi. Kampanye ini sudah ada sejak tahun 2010. 

Namun, pada Piala Dunia Qatar, kapten sepak bola dilarang menggunakan ban one love. Lalu, apa Alasan Ban One Love dilarang di Piala Dunia Qatar?

Khalid Salman selaku Duta besar Piala Dunia 2022 menyampaikan, ia meminta agar negara tamu dan para pendukung sepak bola agar menghargai budayanya, yang mana melarang aktivitas homoseksualitas atau pasangan sesama jenis.

Tuan rumah Qatar menetapkan bahwa homoseksual maupun hubungan sesama jenis lainnya merupakan hal illegal. Penggunaan Ban One Love ini adalah salah satu wujud untuk yang ada kaitannya dengan LGBT atau pasangan sesama jenis.

Namun, larangan ini ditolak oleh sejumlah negara. Bahkan, FIFA sampai turun tangan. FIFA menyampaikan jika ada peserta Piala Dunia Qatar yang melanggar larangan tersenut, maka akan diberikan sanksi dengan memberikan kartu kuning pada sang kapten grup sepak bola.

Memangnya, negara mana saja yang menolak larangan pengguaan ban one love? Diketahui, ada 10 negara yang menolak larangan penggunaa ban OneLove. Adapun 10 negara tersebut yakni sebagai berikut.

  1. Inggris
  2. Wales
  3. Belanda
  4. Belgia
  5. Swiss
  6. Swedia
  7. Norwegia
  8. Prancis
  9. Denmark
  10. Jerman

Sebagai bentuk protes atas larangan penggunaan ban one love, Jerman sebagai salah satu negara yang menolak larangan tersebut pun menutup mulut mereka menggunakan tangan karena merasa dibungkam FIFA jelang pertandingan pembuka lawan Jepang.

Demikian informaso mengenai Alasan Ban One Love dilarang di Piala Dunia Qatar lengkap dengan daftar 10 negara yang menolak adanya larangan tersebut. Apakah kamu setuju dengan larangan penggunaan ban one love selama Piala Dunia 2022 Qatar?

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai TC di Turki dan Spanyol, Timnas Indonesia U-20 Pulang ke Tanah Air Hari Ini

Usai TC di Turki dan Spanyol, Timnas Indonesia U-20 Pulang ke Tanah Air Hari Ini

| Sabtu, 26 November 2022 | 14:52 WIB

Siap-siap Begadang Nonton Piala Dunia, Argentina vs Meksiko Tersaji Dini Hari Nanti

Siap-siap Begadang Nonton Piala Dunia, Argentina vs Meksiko Tersaji Dini Hari Nanti

Sumut | Sabtu, 26 November 2022 | 14:15 WIB

Arab Saudi vs Polandia: Data dan Catatan Jelang Pertarungan Kedua Grup C

Arab Saudi vs Polandia: Data dan Catatan Jelang Pertarungan Kedua Grup C

Your Say | Sabtu, 26 November 2022 | 14:00 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB