Kritik Manuver Jokowi di Acara Nusantara Bersatu, Politikus Demokrat: Tidak Etis

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 28 November 2022 | 11:11 WIB
Kritik Manuver Jokowi di Acara Nusantara Bersatu, Politikus Demokrat: Tidak Etis
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym].

Suara.com - Politikus Partai Demokrat Irwan Fecho mengkritik manuver yang kerap dilakukan oleh Presiden Joko Widodo belakangan ini.

Irwan menilai bahwa dukungan yang diberikan Jokowi kepada calon-calon penerusnya baik secara terbuka maupun simbolik itu tidak etis.

Mengutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, menurutnya, manuver yang dilancarkan Jokowi itu tidak tepat dilakukan oleh seseorang yang kini masih menjabat sebagai kepala negara.

"Tidak etis bagi Presiden Jokowi untuk melakukan endorsement terhadap calon penggantinya, walaupun dilakukan secara simbolik atau tersirat," ujar Irwan Fecho melalui keterangannya pada Minggu (27/11/2022).

Pernyataan itu disampaikan Irwan untuk merespons pernyataan Jokowi dalam acara Nusantara Bersatu yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Sabtu (26/11/2022) lalu.

Dalam acara itu, orang nomor satu di Indonesia ini mengajak para sukarelawannya untuk memilih calon pemimpin yang memikirkan rakyat. Tak sampai di situ, Jokowi juga memberikan ciri-ciri pemimpin, yakni berambur putih dan bisa dilihat dari kerutan pada wajahnya.

Politikus Demokrat ini lantas membandingkan sikap Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang akhir masa jabatannya sebagai Presiden pada 2014 lalu.

Berdasarkan pandangannya, SBY tidak pernah melakukan endorsement kepada kandidat capres yang akan menjadi penerusnya. Menurutnya, SBY mampu memosisikan diri kala itu.

"Sikap Presiden SBY adalah negarawan, mampu memosisikan diri di waktu yang tepat dengan tetap menjaga etika politik," lanjutnya.

baca juga

Ketua DPD Demokrat Kaltim ini mengatakan seharusnya masyarakat diberi kebebasan untuk memilih pemimpin, tanpa dipengaruhi kepentingan elite.

“Membebaskan masyarakat menentukan pilihan politiknya adalah esensi dari demokrasi yang sehat dan substansial," lanjutnya.

Wakil Sekretaris Fraksi Demokrat di DPR ini menilai seharusnya Presiden dapat menjaga agar demokrasi bisa berjalan sehat, bukan prosedural, tetapi juga substansial.

Pemberian dukungan lewat kode-kode tertentu yang dilakukan seorang Presiden kepada kandidiat Capres 2024 menurutnya bukan cerminan demokrasi yang sehat.

"Ibarat pribahasa: menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Tingkah Presiden Jokowi menjatuhkan wibawa dan martabat seorang kepala negara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Sabet 425 Medali di Asean Para Games ke-11, Jokowi: Pemerintah Kasih Bonus Rp 309 Miliar

Indonesia Sabet 425 Medali di Asean Para Games ke-11, Jokowi: Pemerintah Kasih Bonus Rp 309 Miliar

News | Senin, 28 November 2022 | 11:05 WIB

Datang ke Acara PPP, Ganjar Disambut Teriakan 'Presiden Rambut Putih', Bentuk Dukungan KIB?

Datang ke Acara PPP, Ganjar Disambut Teriakan 'Presiden Rambut Putih', Bentuk Dukungan KIB?

Manado | Senin, 28 November 2022 | 10:59 WIB

Ramai-ramai Elite Demokrat 'Cibir' Jokowi: SBY Lebih Negarawan, Nggak Pernah Endorse Capres

Ramai-ramai Elite Demokrat 'Cibir' Jokowi: SBY Lebih Negarawan, Nggak Pernah Endorse Capres

News | Senin, 28 November 2022 | 10:27 WIB

Acara Relawan Nusantara Bersatu Di GBK Disebut Ajang Jokowi Unjuk Kekuatan: 'Soalnya Dia Sedang Lemah Di Mata Parpol'

Acara Relawan Nusantara Bersatu Di GBK Disebut Ajang Jokowi Unjuk Kekuatan: 'Soalnya Dia Sedang Lemah Di Mata Parpol'

News | Senin, 28 November 2022 | 10:17 WIB

Jleb! Jokowi Dibilang Aneh dan Kurang Cerdas Gegara Nyentil Capres Berwajah Cling

Jleb! Jokowi Dibilang Aneh dan Kurang Cerdas Gegara Nyentil Capres Berwajah Cling

News | Senin, 28 November 2022 | 10:14 WIB

Terkini

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

×