Kasus Kakek Suud Aniaya Imam Masjid Berakhir Damai, Polisi: Ada Riwayat Gangguan Jiwa

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Kasus Kakek Suud Aniaya Imam Masjid Berakhir Damai, Polisi: Ada Riwayat Gangguan Jiwa
Kasus Kakek Suud Aniaya Imam Masjid Berakhir Damai, Polisi: Ada Riwayat Gangguan Jiwa. (tangkapan layar/ist)

"Ada riwayat gangguan jiwa dan ini dibuktikan juga ada dokter dan rumah sakit kepada yang bersangkutan menjalani perawatan."

Suara.com - Polisi menyebut kasus pemukulan yang dilakukan kakek berinisial SK alias Suud (70) terhadap imam Masjid Ar Rahman, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi telah diselesaikan secara kekeluargaan. Alasannya, karena tindakan pelaku tersebut dipastikan karena akibat gangguan saraf yang dideritanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan memastikan perbuatan pelaku murni karena gangguan penyakit. Bukan karena niat tertentu.

"Ada gangguan saraf kepada yang bersangkutan sehingga melakukan perbuatan itu. Kami juga mengambil keterangan, tidak ada maksud tertentu di dalam penyerangan itu," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (4/12/2022).

Baca Juga: Sosok Dan Profil Reza Abdul Jabbar Suami Peggy Melati Sukma, Saudagar Kaya di New Zealand

Riwayat penyakit pelaku, kata Zulpan, juga dibuktikan dengan surat hasil pemeriksaan dokter.

"Ada riwayat gangguan jiwa dan ini dibuktikan juga ada dokter dan rumah sakit kepada yang bersangkutan menjalani perawatan," jelasnya.

Diduga Gangguan Jiwa

Sebelumnya, Zulpan sempat menyebut kakek Suud yang memukul Ustaz Sulaiman saat menjadi imam salat Magrib di Masjid Ar Rahman, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi diduga depresi. Hal ini diketahui berdasar keterangan dari pihak keluarga pelaku.

Zulpan menyampaikan bahwa pelaku merupakan jamaah yang berlokasi tempat tinggal tak jauh dari Masjid Ar Rahman.

Baca Juga: Peggy Melati Sukma Dinikahi Imam Masjid Plus Pengusaha Sapi New Zealand, Arie Untung Kaget: Istri Beliau Dipanggil Allah Tahun Lalu!

"Pihak keluarganya memberikan keterangan bahwa orang tuanya sedang mengalami depresi," kata Zulpan kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).