Kronologi Resepsi Pernikahan Pengantin di Bekasi Meledak Jadi Tempat Tawuran

Ruth Meliana Dwi Indriani
Kronologi Resepsi Pernikahan Pengantin di Bekasi Meledak Jadi Tempat Tawuran
ilustrasi pernikahan.[Pexels.com/Danu Hidayatur Rahman]

Gidion menjelaskan bahwa pelaku tawuran berasal dari dua kelompok massa yang hadir dalam acara dangdut resepsi pernikahan.

Suara.com - Pesta pernikahan yang seharusnya berjalan penuh kebahagiaan justru berakhir kacau di Kampung Gabus Tengah, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Bagaimana tidak, bukannya menjadi momen pasangan pengantin merayakan bersama orang tercinta, resepsi pernikahan justru meledak menjadi ajang tawuran.

Kejadian ini dikonfirmasi oleh Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan. Ia mengaku pihaknya sampai harus turun tangan untuk melerai tawuran yang terjadi di tengah pernikahan.

Gidion menjelaskan bahwa pelaku tawuran berasal dari dua kelompok massa. Mereka adalah warga setempat dengan tamu undangan, di mana kedua kelompok tersebut hadir dalam acara dangdut resepsi pernikahan.

Beruntung, kepolisian berhasil melerai aksi tawuran tersebut sehingga tidak berbuntut panjang. Kronologi kejadian sendiri berawal dari kesalahpahaman.

Baca Juga: Pergoki Putra Siregar Selingkuh, Septi Siregar Sampai Datangi Rumah Eks Karyawannya tetapi Malah Diusir

Menurutnya, sejumlah orang dari pihak tamu pengantin mengonsumsi minuman beralkohol. Saat ditegur, mereka justru tidak terima dan mengamuk sehingga memicu tawuran antar dua kelompok.

"Yang bertikai itu tamu dengan warga setempat. TKP (Tempat Kejadian Perkara) tepat di gerbang Perumahan Latansa Kampung Gabus. Sudah kami selesaikan secara damai kemarin," jelas Gidion di Cikarang, Senin (5/12/2022).

"Tawuran dipicu salah paham. Sejumlah tamu undangan tidak terima saat ditegur kemudian berubah jadi emosi," sambungnya.

Dalam kejadian yang berlangsung cepat tersebut, polisi menegaskan tidak ada korban jiwa. Namun, empat orang warga mengalami luka ringan buntut terkena lemparan batu yang mengenai pelipis, tangan hingga dada.

"Tidak ada korban jiwa, hanya terdapat luka ringan saja akibat lemparan batu. Kejadian berlangsung cepat, petugas langsung merapat untuk melerai kedua belah pihak yang bertikai," tambahnya.

Baca Juga: Aparat Polisi Dicurigai Perekam Video Pembubaran Tawuran Pelajar di Bogor

Gidion pun mengimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi minuman keras (miras) karena bisa berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum, terlebih dilakukan di lokasi keramaian.

"Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Stop konsumsi minuman keras dan tindakan tawuran," tandasnya. [ANTARA]