Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Eks Napi Teroris, Polisi: Sudah Teridentifikasi

Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 07 Desember 2022 | 12:56 WIB
Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Eks Napi Teroris, Polisi: Sudah Teridentifikasi
Kondisi Mapolsek Astanaanyar usai aksi bom bunh diri yang terjadi pada Rabu (7/12/2022). [Sumber Foto: Twitter @infobdg]

Suara.com - Sempat berhembus kabar kalau pelaku bom bunuh diri di kantor Polsek Astanaanyar pernah menjalani hukuman penjara di Lapas Nusakambangan atas kasus terorisme. Mengenai itu, pihak kepolisian masih melakukan identifikasi terkait identitas pelaku

"Jadi tim sudah bergerak melakukan pengecekan dari kasus ini, pelaku sudah diidentifikasi," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo di kawasan kantor Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu (7/12/2022).

Menurutnya, pihak kepolisian tengah melakukan pengembangan atas hasil dari indentifikasi identitas pelaku. Namun, Ibrahim menegaskan pihaknya belum bisa menyampaikan terkait identitas pelaku.

Sejauh ini, Ibrahim mengatakan kalau pelaku beraksi seorang diri.

"Sementara data pelakunya sendiri," tuturnya.

Motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar Kota Bandung. [Ist]
Motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar Kota Bandung. [Ist]

Redaksi Suara.com sempat menerima identitas pelaku bom bunuh diri di halaman Polsek Astanaanyar Bandung pada Rabu pagi tadi. Dari data yang diterima, pelaku disebut bernama Agus Sujatno alias Abu Muslim bin Wahid.

Ia pernah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Babakan Ciparay, Bandung pada 2017 silam. Kemudian ia pernah ditahan di Lapas Nusakambangan selama 4 tahun untuk kasus terorisme.

Ledakkan Diri Bawa Pesan Soal KUHP

Pelaku meledakkan diri disaat anggota Polsek Astanaanyar tengah melakukan apel pagi. Sebelumnya ia sempat mengacungkan senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia.

Warga yang berada di sekitar kejadian menemukan motor diduga milik pelaku. Di motor tersebut terdapat pesan yang disampaikan pelaku sebelum meledakkan diri.

Pada bagian depan motor ditempel sebuah kertas dengan tulisan 'KUHP=Hukum Syirik/Kafir. Perangi para penegak hukum setan. QS 9:29'.

Kemudian di bagian bodi lampu motor terdapat stiker ISIS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hanya Satu, Ternyata Pelaku Bom Bunuh Diri Simpan Peledak Lain di Area Polsek Astanaanyar Bandung

Bukan Hanya Satu, Ternyata Pelaku Bom Bunuh Diri Simpan Peledak Lain di Area Polsek Astanaanyar Bandung

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 12:32 WIB

Tewas Ledakan Diri, Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung Diduga Anggota Teroris JAD

Tewas Ledakan Diri, Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung Diduga Anggota Teroris JAD

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 12:26 WIB

Polda Jabar Sebut Identitas Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Diindetifikasi, Sedang Dikembangkan

Polda Jabar Sebut Identitas Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Diindetifikasi, Sedang Dikembangkan

| Rabu, 07 Desember 2022 | 12:22 WIB

Update Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar: 8 Anggota Terluka, 1 Warga Ikut Jadi Korban

Update Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar: 8 Anggota Terluka, 1 Warga Ikut Jadi Korban

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 12:13 WIB

Ada Tulisan KUHP di Motor Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Polda Jabar Bilang Begini

Ada Tulisan KUHP di Motor Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Polda Jabar Bilang Begini

| Rabu, 07 Desember 2022 | 12:03 WIB

Terkini

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:37 WIB

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:35 WIB

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

BRIN Minta Maaf atas Kesalahan Desain Lambang Garuda di Konten Hari Lahir Pancasila

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:10 WIB

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:42 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:14 WIB

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:00 WIB

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:57 WIB