Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB
Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo
Prabowo Subianto dan Dody Hanggodo (Instagram/dodyhanggodo)
baca 10 detik
  • Dody Hanggodo dinilai komunikasinya defensif dan memperburuk polemik.
  • Isu mutasi ASN hingga perjalanan dinas terus memicu sorotan publik.
  • Pengamat nilai krisis komunikasi berpotensi menggerus kepercayaan pemerintah.

Suara.com - Rentetan polemik yang membelit Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dinilai mulai berdampak pada persepsi publik terhadap tata kelola pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah isu perjalanan dinas bersama keluarga ke Amerika Serikat, mutasi aparatur sipil negara (ASN), hingga tudingan nepotisme, cara komunikasi Dody justru dianggap memperburuk keadaan.

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Adinda Tenriangke Muchtar, menilai respons Menteri Dody terhadap berbagai tudingan lebih mencerminkan sikap defensif ketimbang upaya membangun transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Adinda, pejabat publik seharusnya menjawab berbagai isu dengan data dan penjelasan yang utuh, bukan sekadar bantahan atau pernyataan emosional. Komunikasi yang minim substansi, kata dia, justru memperbesar keraguan masyarakat terhadap integritas pemerintah.

"Alih-alih menjelaskan konteks transparansi dan akuntabilitas, komunikasi yang buruk justru menambah coreng bagi pemerintahan," ujar Adinda dikutip BBC Indonesia, Jumat (17/7/2026).

Sorotan terhadap Dody mencuat setelah beredarnya dokumen perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang turut mencantumkan istri dan anaknya dalam pengurusan visa. Meski Kementerian PU menegaskan biaya perjalanan keluarga tidak berasal dari APBN dan pencantuman tersebut hanya untuk kebutuhan administrasi visa, polemik telanjur berkembang luas di media sosial hingga akhirnya agenda kunjungan ke AS dibatalkan.

Belum mereda persoalan tersebut, publik kembali dihadapkan pada isu mutasi ASN di lingkungan Kementerian PU. Sejumlah akun media sosial mengaitkan rotasi pejabat dengan kebocoran dokumen perjalanan dinas sang menteri.

Dody membantah tudingan tersebut dan menyebut mutasi sebagai hal yang lazim dilakukan di kementerian yang memiliki lebih dari 38 ribu pegawai.

Ia juga mengklaim kebijakan pengawasan internal diperketat setelah menerima laporan PPATK mengenai ribuan ASN yang diduga terlibat aktivitas judi online serta penyalahgunaan sistem absensi elektronik. Namun hingga kini belum disampaikan rincian data maupun status hukum dari temuan tersebut sehingga memunculkan pertanyaan baru di ruang publik.

Kontroversi lain muncul ketika Dody menanggapi isu dugaan keponakannya menjadi komisaris di salah satu BUMN. Ia membantah keras tuduhan tersebut bahkan menantang siapa pun yang mampu membuktikannya dengan hadiah umrah sekeluarga.

baca juga

Bagi pengamat, pendekatan komunikasi seperti itu tidak menyelesaikan persoalan. Sebaliknya, pejabat negara dinilai memiliki kewajiban melakukan pembuktian berbasis dokumen dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

TII juga mengingatkan bahwa lemahnya komunikasi publik bukan hanya terjadi dalam kasus Menteri PU. Berdasarkan evaluasi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, lembaga tersebut menemukan pola komunikasi pejabat yang masih belum konsisten, cenderung impulsif, minim strategi, serta kurang didukung data.

Di sisi lain, kebocoran dokumen internal Kementerian PU juga dinilai dapat menjadi sinyal adanya persoalan hubungan antara pimpinan dan ASN. Adinda menduga munculnya dokumen ke ruang publik bisa menjadi bentuk resistensi dari pegawai yang merasa saluran aspirasi internal tidak lagi berjalan efektif.

Fenomena tersebut menambah daftar konflik antara ASN dengan pimpinan kementerian yang sebelumnya juga terjadi di sejumlah kementerian lain. Kondisi itu dinilai menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pola kepemimpinan, mekanisme pengawasan internal, serta sistem komunikasi di lingkungan birokrasi.

Sebelumnya, isu mutasi ASN di Kementerian PU juga sempat menjadi perhatian DPR. Dalam rapat kerja Komisi V pada Juni lalu, anggota DPR Yasti Soepredjo Mokoagow mengaku menerima berbagai keluhan dari ASN terkait mutasi, penonaktifan pejabat, hingga suasana kerja yang disebut semakin penuh kekhawatiran.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu efektivitas pelaksanaan program pembangunan apabila tidak segera dibenahi.

Pengamat menilai polemik yang terus bergulir di Kementerian PU seharusnya menjadi momentum evaluasi pemerintah terhadap kualitas komunikasi publik para pejabat. Di tengah tingginya tuntutan transparansi, setiap kontroversi yang dijawab tanpa penjelasan yang memadai dinilai berisiko mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara

Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:22 WIB

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 13:44 WIB

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:23 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×