Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB
Masih Nunggak Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, BGN Janji Bakal Bayar Tahun Ini
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari.
baca 10 detik
  • Plh Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, melaporkan pertanggungjawaban keuangan tahun 2025 kepada Komisi IX DPR RI.
  • Badan Gizi Nasional memiliki tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga senilai Rp1,6 triliun yang baru diselesaikan tahun 2026.
  • Program pemenuhan gizi nasional 2025 tidak mencapai target kinerja yang diharapkan karena realisasi anggaran hanya sebesar 59 persen.

Suara.com - Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan BGN Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI.

Dalam paparannya, BGN mengakui adanya sejumlah target kinerja yang tidak tercapai serta kendala dalam pembayaran kepada pihak ketiga.

Agustina menjelaskan bahwa dalam laporan keuangan tersebut terdapat penjelasan kualitatif yang menjadi catatan penting bagi instansinya.

"Nah ibu dan bapak, ada beberapa catatan penting karena laporan keuangan itu tidak hanya terdiri dari angka-angka di dalam laporan keuangan tetapi ada yang disebut dengan catatan atas laporan keuangan, yaitu penjelasan kualitatif," ujar Agustina di hadapan anggota Komisi IX DPR RI.

Salah satu poin utama yang disoroti adalah adanya tunggakan tahun 2025 sebesar Rp1,6 triliun yang belum dibayarkan meskipun kegiatannya telah selesai dilaksanakan. Agustina menyatakan pembayaran tersebut baru akan dilakukan pada 2026.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan BGN Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI. [Suara.com/Bagaskara]
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan BGN Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI. [Suara.com/Bagaskara]

"Ini yang kami sekarang sedang dalam proses untuk melakukan revisi-revisi anggaran dengan DJA," jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak ketiga atas keterlambatan pembayaran tersebut karena adanya proses audit yang harus dilalui.

"Tapi ada beberapa ketentuan yang disyaratkan agar direview terlebih dahulu. Ada nilai tertentu yang harus direview oleh KPA, ada nilai tertentu yang harus direview oleh Inspektorat, ada nilai tertentu yang harus direview oleh BPKP. Ini yang masih dalam proses, itu yang menyebabkan kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang mungkin ada tagihan kepada BGN belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan karena masih ada proses," tambahnya.

BGN juga mencatat adanya koreksi pada neraca per 31 Desember 2025 terkait utang kepada pihak ketiga sebesar Rp870 miliar.

baca juga

Agustina menyebut terdapat penyesuaian nilai tagihan setelah dilakukan pengecekan kembali.

"Nah ini juga karena ada potensi akan mengalami kenaikan atau penurunan sejumlah tagihannya. Artinya, dulu ditagihnya mungkin sejumlah 100 gitu, tetapi setelah kami lihat ternyata mungkin jumlahnya bisa ada yang dikurangi. Itu salah satu hal tersebut sehingga ada proses adjustment," ungkapnya.

Selain itu, terdapat nilai sebesar Rp743 miliar yang belum diakui sebagai utang oleh Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) karena belum memenuhi kualifikasi, meskipun tetap dicatat sebagai potensi tagihan.

"Nah yang terakhir ini adalah nilai yang belum diyakini. Artinya pihak DJA belum bisa menganggap ini diakui sebagai hutang kepada pihak ketiga karena belum memenuhi kualifikasi bahwa itu hutang kepada pihak ketiga. Ini juga berdasarkan hasil konfirmasi oleh BPK, hasil review yang telah dilakukan oleh tim review tunggakan di internal kami sendiri sehingga ini belum masuk ke dalam catatan laporan keuangan tapi harus kami catat di dalam catatan atas laporan keuangan karena bagaimanapun juga ini adalah potensi tagihan yang harus kami selesaikan kepada pihak ketiga. Jumlah 743 M," tuturnya.

Di akhir paparannya, Agustina mengakui secara terbuka bahwa serapan anggaran dan kinerja BGN pada 2025 belum mencapai target yang diharapkan. Program prioritas pemenuhan gizi nasional tercatat hanya mencapai 59 persen.

"Nah, Ibu dan Bapak kami dengan apa ya rendah hati mengakui ada beberapa capaian yang sebenarnya tidak tercapai kalau dari sisi kinerja angka-angkanya ya. Jadi kalau di situ disebutkan rincian output-nya 18, alokasi anggaran 18,7 itu, realisasi anggarannya 11, sekian, maka memang capaian kami hanya 59%. Artinya sebenarnya secara kinerja belum memenuhi target. Nah kemudian program dukungan manajemen juga seperti itu, ada yang menjadi prioritas yaitu SPPI tadi, itu juga anggaran dan realisasinya tidak terealisir 100%, hanya 93%," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun di Era Dadan Hindayana, Belum Bayar EO hingga Dapur

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:31 WIB

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:13 WIB

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:55 WIB

Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR

Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:31 WIB

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:56 WIB

Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop

Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 09:21 WIB

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 09:00 WIB

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Berapa Harga Pertalite Per 1 November 2026? Cek Update Tarif BBM Hari Ini

Otomotif | Minggu, 01 November 2026 | 08:59 WIB

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Operasi Lancang Kuning Belum Berakhir, Kecelakaan Renggut Nyawa Pelajar di Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 08:56 WIB

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

Aktivis 98 Tuntut Prabowo-Gibran Jalankan Agenda Reformasi atau Mundur

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:54 WIB

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

7 Rekomendasi Skincare Biokos Martha Tilaar untuk Wanita Usia 40 sampai 50 Tahun

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:39 WIB

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

×