Deretan Peristiwa Ledakan Bom di Indonesia, Terbaru di Polsek Astanaanyar Bandung

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 07 Desember 2022 | 16:27 WIB
Deretan Peristiwa Ledakan Bom di Indonesia, Terbaru di Polsek Astanaanyar Bandung
Ilustrasi bom (Shutterstock).

Suara.com - Bom bunuh diri meledak di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022) pagi. Peristiwa itu menambah daftar panjang aksi terorisme di Indonesia. Beberapa peristiwa bom ada yang terjadi pada bulan Desember atau jelang Natal dan Tahun Baru.

Aksi terorisme memang beberapa kali terjadi menjelang akhir tahun. Diduga pelaku sengaja memilih waktu tersebut untuk menyebarkan ketakutan pada kelompok tertentu. Yuk simak deretan peristiwa ledakan bom di Indonesia berikut ini. 

1. Bom Astanaanyar

Berdasarkan keterangan polisi, bom di Polsek Astanaanyar meledak pada Rabu (7/12/2022) pukul 08.20 WIB. Kronologi bom bunuh diri tersebut berawal dari pelaku yang menerobos masuk ke Mapolsek ketika para personel kepolisian sedang melakukan apel pagi. Pelaku kemudian mengacungkan senjata lalu terjadi ledakan.

Kapolda Jawa Barat mengungkap ada 11 orang yang jadi korban bunuh diri tersebut. Dari 11 orang tersebut, sebanyak 10 orang merupakan anggota polisi dan satu orang warga sipil yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu pelaku bom bunuh diri dipastikan tewas di lokasi.

Kepolisian juga mengungkap pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar membawa dua bahan peledak. Hal tersebut diketahui usai polisi melakukan pengecekan di lokasi kejadian. Kekinian bahan peledak telah diledakkan tim gegana. Sementara itu area Polsek Astanaanyar pun telah steril dan tidak ditemukan lagi bahan peledak.

2. Bom Belasan Gereja

Aksi terorisme besar pun pernah terjadi pada 24 Desember atau malam Natal pada 2000 lalu. Ketika itu, bom meledak di gereja-gereja di 13 kota di Indonesia mulai dari Medan, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Mataram dan kota lainnya. Ledakan yang terjadi serentak tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 96 orang luka-luka.

Serangan bom itu diprakarsai oleh Encep Nurjaman alias Hambali yang merupakan salah satu pemimpin Jama'ah Islamiyah, kelompok afiliasi Al-Qaida di Asia Tenggara. Kekinian Hambali berada di bawah penahanan militer Amerika Serikat di pangkalan militer Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba. Hambali ditetapkan sebagai kombatan dan akan menjalani persidangan militer Amerika atas tuduhan bertanggung jawab dalam beberapa serangan teroris. 

Sementara itu, Arif Sunarso alias Abdullah Abdurrohman pun ditetapkan sebagai dalang aksi terorisme ini. Setelah buron 18 tahun, ia ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada 10 Desember 2020. Usai melalui serangkaian persidangan, Zulkarnaen yang juga Koordinator Bom Bali I itu divonis 15 tahun penjara pada Januari 2022.

3. Bom Bali

Bom bunuh diri yang memakan banyak korban terjadi pada 12 Oktober 2002 di Bali. Bom meledak di tiga tempat berbeda pada saat bersamaan. Tiga ledakan itu menelan korban 202 orang yang ketika itu berada di lokasi kejadian, mayoritas korban adalah warga negara Australia.

Akibat bom Bali tersebut, polisi berhasil menangkap para pelaku yang tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyyah (JL) yakni Amrozi, Abdul Aziz, dan Ali Ghufron. Mereka pada akhirnya pun dihukum mati. Sedangkan Ali Imron, Mubarok dan Umar divonis penjara seumur hidup.

4. Bom JW Marriott

Bom bunuh diri selanjutnya terjadi di Hotel JW Marriott, Jakarta pada 5 Agustus 2003 sekitar pukul 12:45 WIB. Ledakan bom tersebut menewaskan 14 orang dan luka-luka sebanyak 156 orang. Pelaku bom bunuh diri itu bernama Asmar Latin Sani yang mengendarai Toyota Kijang B 7462 ZN. 

5. Bom Kedutaan Besar Australia

Selanjutnya ada bom bunuh diri yang terjadi di depan Kedutaan Besar Australia, yang ada di Kuningan, Jakarta Selatan pada 9 September 2004 pukul 10.15 WIB.

Akibat bom bunuh diri tersebut,  9 orang meninggal dunia dan 180 luka-luka. Pelaku bom bunuh Kedubes Australia ini adalah Heri Golun alias Heri Kurniawan yang saat itu meledakkan bom menggunakan mobil Daihatsu Zebra.

6. Bom Thamrin

Selanjutnya ada bom bunuh diri yang terjadi di persimpangan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016, pukul 10.40 WIB. Disebutkan bahwa pelaku yang tak diketahui jumlahnya itu membawa granat dan senjata api.

Akibat bom bunuh diri itu, anggota kepolisian turut menjadi korban penembakan oleh pelaku dengan 7 orang disebut menjadi pelaku serangan. Setelah serangan itu polisi juga menyebutkan terjadi 7 korban jiwa di mana 5 di antaranya adalah pelaku serangan dan 2 orang lainnya merupakan korban penembakan dan ledakan.

7. Bom Surabaya

Terakhir ada bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu 13 Mei 2018. Pelaku melakukan teror menyerang tiga gereja di Surabaya dan pintu masuk Polrestabes Surabaya.

Serangan dimulai dari ledakan pertama yang menghantam gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel. Kemudian selang beberapa lama disusul dengan ledakan bom kedua yakni di Gereja Kristen Indonesia atau GKI, di Jalan Diponegoro dan di Gereja Pantekosta, Jalan Arjuna. Serangan selanjutnya berada di Polrestabes Surabaya.

Aksi bom bunuh diri beruntun tersebut mengakibatkan 13 orang tewas serta 43 orang lainnya mengalami luka-luka. Pelaku bom bunuh diri itu adalah satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan 4 anak. Pelaku diduga dari jaringan ISIS yakni kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT).

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Pastikan Kerahkan Seluruh Kekuatan dalam Usut Bom di Polsek Astanaanyar

Polri Pastikan Kerahkan Seluruh Kekuatan dalam Usut Bom di Polsek Astanaanyar

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 16:16 WIB

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Moeldoko: Nggak Ada Untungnya!

Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar, Moeldoko: Nggak Ada Untungnya!

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 16:11 WIB

LPSK Sambangi Para Korban Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung

LPSK Sambangi Para Korban Ledakan Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Kota Bandung

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 16:05 WIB

Ini Sosok Agus Muslim, Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar dan Bom Panci Cicendo

Ini Sosok Agus Muslim, Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar dan Bom Panci Cicendo

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 15:56 WIB

Legislator PDIP: Kapolda Jabar Harus Cari Aktor Intelektual di Balik Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar

Legislator PDIP: Kapolda Jabar Harus Cari Aktor Intelektual di Balik Aksi Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar

News | Rabu, 07 Desember 2022 | 15:50 WIB

Terkini

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:27 WIB

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

Ketua MPR Ahmad Muzani Digugat ke PN Jakpus Buntut Kisruh LCC Empat Pilar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:07 WIB

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:50 WIB

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:43 WIB

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:39 WIB