Minta Persentase DBH Migas Dibkin Masuk Akal, Jokowi Didesak Tanggapi Serius Aksi Protes Bupati Meranti

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 12 Desember 2022 | 13:15 WIB
Minta Persentase DBH Migas Dibkin Masuk Akal, Jokowi Didesak Tanggapi Serius Aksi Protes Bupati Meranti
Minta Persentase DBH Migas Dibkin Masuk Akal, Jokowi Didesak Tanggapi Serius Aksi Protes Bupati Meranti. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi segera mengevaluasi persentase bagi hasil untuk daerah penghasil migas. Hal itu disampaikan Mulyanto menanggapi aksi protes Bupati Kepulauan Meranti, Riau. Muhammad Adil.

Sebelumnya, beredar video debat antara Bupati Adil, dengan Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, Luky Alfirman gegara memprotes soal Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.

Terkait masalah itu, Mulyanto mengatakan Jokowi harus memperhatikan aspirasi yang disuarakan oleh Adil terkait DBH.

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. (Dok: DPR)
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. (Dok: DPR)

Aspirasi itu perlu ditangani secara serius, mengingat isu terkait bagi hasil migas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat sensitif. Ia berujar apabila tidak dikelola dengan baik bisa berdampak luas hingga ke masalah kedaulatan negara. 

"Sudah saatnya presiden memperhatikan kembali aturan dana bagi hasil migas ini. Buatlah besaran persentase bagi hasil yang adil dan masuk akal. Jangan sampai daerah penghasil migas kecewa lantaran tidak dapat menikmati hasil eksploitasi SDA mereka secara wajar," kata Mulyanto dalam keterangannya, Senin (12/12/2022).

Mulyanto meminta pemerintah, khususnya Jokowi untuk meninjau ulang semua aturan terkait dana bagi hasil migas. Termasuk meninjau ulang besaran bagi hasil dan komponen perhitungannya. 

Ia menyarankan agar Jokowi melibatkan semua pemangku kepentingan. Hal itu untuk menghindari kesan adanya daerah penghasil migas yang merasa dieksploitasu, namun tidak dapat menikmati hasilnya. 

"Pemerintah harus adil terhadap daerah penghasil migas yang miskin. Jangan hanya menyedot SDA dari tanah leluhur mereka lalu setelah itu meninggalkan penderitaan bagi masyarakat," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini.

Presiden Jokowi, kata Mulyanto, harus belajar dari sejarah yang ada. Di mana hampir semua gejolak atau perlawanan di daerah kepada pemerintah pusat dipicu oleh urusan bagi hasil serupa yang dipermasalahkan Bupati Meranti. 

Mulyanto menambahkan aturan terkait dana bagi hasil ini sudah lama berlaku sehingga beberapa poin dalam aturan tersebut sudah tidak relevan. Terutama kalau dikaitkan dengan semangat otonomi daerah dan upaya percepatan peningkatan kesejahteraan daerah-daerah terpencil. 

Karena itu Mulyanto menilai apa yang disampaikan Adil merupakan permintaan yang wajar. Mulyanto berkeyakinan, banyak pejabat daerah lain yang mungkin memiliki aspirasi sama dengan yang disampaikan Adil terkait DBH Migas.

"Presiden harus berani membuat terobosan yang menguntungkan masyarakat daerah penghasil migas dan minerba. Jangan sampai mereka terus dieksploitasi tapi tidak sejahtera.  Ini kan tidak adil dan juga bertentangan dengan ruh konstitusi bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat," kata Mulyanto. 

Diketahui, Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil jadi sorotan usai meluapkan amarahnya kepada Kementerian Keuangan terkait pembagian dana bagi hasil (DBH) minyak.

Hal itu ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Nasional terkait Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah se-Indonesia di Pekanbaru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekspresi Jokowi Tertatih-tatih Gendong Putranya saat Prosesi Siraman, Kaesang: Udah Kasihan Bapak

Ekspresi Jokowi Tertatih-tatih Gendong Putranya saat Prosesi Siraman, Kaesang: Udah Kasihan Bapak

| Senin, 12 Desember 2022 | 12:54 WIB

Kaesang Pangarep Ceritakan Malam Pertamanya di Twitter, Netizen: Jokowi Malu Lihat Ini

Kaesang Pangarep Ceritakan Malam Pertamanya di Twitter, Netizen: Jokowi Malu Lihat Ini

Your Say | Senin, 12 Desember 2022 | 12:51 WIB

10 Potret Kocak Iriana Reuni Dadakan di Pelaminan: Kaesang Sampai Jinjit, Pak Jokowi Nyempil di Pojokan

10 Potret Kocak Iriana Reuni Dadakan di Pelaminan: Kaesang Sampai Jinjit, Pak Jokowi Nyempil di Pojokan

Entertainment | Senin, 12 Desember 2022 | 12:42 WIB

Al Nahyan Berjalan Santai Sambil Bawa Pedang Mainan, Paspampres Disorot: Pasti Sebenarnya Geregetan

Al Nahyan Berjalan Santai Sambil Bawa Pedang Mainan, Paspampres Disorot: Pasti Sebenarnya Geregetan

| Senin, 12 Desember 2022 | 12:38 WIB

Terkini

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:57 WIB

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:48 WIB

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB