Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1: Orang Tua Murid Protes, Pengosongan Aset Batal

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 12 Desember 2022 | 13:37 WIB
Polemik Relokasi SDN Pondok Cina 1: Orang Tua Murid Protes, Pengosongan Aset Batal
Sejumlah orang tua murid melihat kondisi SDN Pondok Cina 1 yang tertutup trotoar di Depok, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Rencana untuk merelokasi Gedung SDN Pondok Cina 1 diwarnai berbagai polemik. Pasalnya, muncul protes dari orang tua murid hingga batal dirobohkan. Orang tua murid menuntut pemerintah kota menyiapkan ruang kelas baru agar jam masuk sekolah para siswa tidak terganggu.

Siswa SDN Pondok Cina 1 tak kuasa menahan tangis. Mereka sedih lantaran sudah satu bulan ini tak bisa diajarkan secara langsung oleh guru kesayangannya.

Peristiwa ini terjadi sejak adanya rencana relokasi SDN Pondok Cina 1 yang lahannya akan dibangun masjid raya. Keputusan itu dikeluarkan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Oleh karena rencana itu, para guru dilarang mengajar langsung. Sejak satu bulan terakhir ini, sejumlah siswa terpaksa menimba ilmu dari para relawan.

Berikut ini deretan polemik relokasi SDN Pondok Cina 1 selengkapnya.

Muncul Surat Perintah Pemusnahan Aset

Beredarnya surat perintah pemusnahan aset SDN Pondok Cina 1 oleh Pemerintah pun menjadi polemik. Surat perintah tersebut diunggah pertama kali oleh akun Depok24jam. Pemusnahan tersebut kabarnya akan dilaksankaan pada Minggu (11/12/2022) pukul 04.00 WIB.

Dalam surat tersebut, setidaknya ada 91 personel Satpol PP yang akan diterjunkan untuk menggusur sekolah. Sejak saat itu, muncullah kecaman masyarakat terkait kebijakan tersebut.

Siswa Dipaksa Pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5

baca juga

Sebelumnya, Pemkot Depok menggelar audiensi dengan orang tua siswa pada Rabu (30/11). Pihaknya mengatakan bahwa proses belajar mengajar hingga tanggal 9 Desember, setelah itu tanggal 12 para siswa sudah harus pindah ke SDN Pondok Cina 3 dan 5.

Hal ini pun menimbulkan kesedihan bagi para siswa. Pasalnya, para guru tidak dapat mengajar secara langsung. Siswa pun terpaksa menimba ilmu dari para relawan.

“Pengen belajar sama bu guru,” ucap Farel, siswa kelas 1 sambil menyeka air mata kepada wartawan.

Rencana Relokasi untuk Masjid Raya

Wali Kota Depok Mohammad Idris berencana membangun Masjid Raya di lahan SDN Pondok Cina 1 tersebut. Masjid tersebut adalah Masjid Jami Al-Quddus yang berada di Jalan Margonda Raya.

Idris menyampaikan bahwa pembangunan ini dilaksanakan karena permintaan masyarakat terkait keberadaan masjid di wilayah tersebut.

"Kami tentunya mengakomodasi keinginan masyarakat Depok, khususnya warga Muslim yang menyampaikan laporan ke Provinsi Jawa Barat tentang sulitnya mencari masjid untuk shalat di Jalan Margonda Raya," katanya, mengutip dari Antara.

Protes Orang Tua

Sejumlah orang tua siswa berkumpul di gedung sekolah SDN Pondok Cina 1 untuk melakukan perlawanan. Situasi semakin kacau ketika Kepala Satpol PP Kota Depok Loenda Ratnanurdianny mengatakan pihaknya kana mengosongkan lahan dan bangunan SD tersebut. Pasalnya, status kepemilikan lahan menjadi milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Gedung ini sekarang sudah dalam tahap penghapusan aset," kata Linda dikutip dari video tersebut.

Penolakan Sejarawan

JJ Rizal selaku sejarawan menolak dirubuhkannya SDN Pondok Cina 1 dan dibangun menjadi masjid. Pasalnya, sekolah itu telah berusia lebih dari 50 tahun dan sudah seharusnya menjadi cagar budaya. Baginya cara yang ditempuh oleh Pemerintah tidak beradab.

"Sungguh cara2 yg ditempuh tak beradab, wali murid bkn nolak pembangunan masjid raya depok, tp hormatilah hak anak mendapatkan pendidikan," tulis JJ Rizal melalui akun Twitter miliknya, @JJRizal.

Selain itu, baginya ini merupakan bukti bahwa kota ini tidak ramah anak. Predikat Kota Ramah Anak yang diberikan oleh Kementerian PPA pun menjadi tak layak.

"Bagaimana dapat disebut kota layak anak jika wali kotanya tak paham bahwa hal paling esensial bagi anak-anak adalah pendidikan," kata Rizal.

Pembongkaran Ditunda

SDN Pondok Cina 1 sempat akan dirobohkan pada Minggu (11/12). Puluhan Satpol PP pun telah bersiap di lokasi tersebut.

Namun Lienda Ratnanurdianny selaku Kepala Satpol PP Kota Depok mengatakan pihaknya mendapat masukan dari Pemkot dan aparat kepolisian dan menunda pembongkaran. Pihaknya datang untuk mengosongkan lahan.

Sebelumnya, rombongan Satpol PP yang hendak memusnahkan itu dihadang tim kuasa hukum dan organisasi masyarakat Pemuda Pancasila yang telah bersiap sejak 05.00 WIB.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pengosongan SDN Pocin 1, Puluhan Orang Tua Murid Lakukan Aksi Protes Tolak Perubahan Jam Belajar

Jelang Pengosongan SDN Pocin 1, Puluhan Orang Tua Murid Lakukan Aksi Protes Tolak Perubahan Jam Belajar

Jakarta | Senin, 12 Desember 2022 | 12:19 WIB

Batal Lakukan Pemusnahan, Pemkot Depok Akhirnya Sepakat Berdialog dengan Wali Murid SDN Pocin 1

Batal Lakukan Pemusnahan, Pemkot Depok Akhirnya Sepakat Berdialog dengan Wali Murid SDN Pocin 1

Depok | Minggu, 11 Desember 2022 | 22:35 WIB

Satpol PP Depok Ngotot Musnahkan Gedung SD Pocin 1, Wali Murid Masih Kompak Menghadang

Satpol PP Depok Ngotot Musnahkan Gedung SD Pocin 1, Wali Murid Masih Kompak Menghadang

Depok | Minggu, 11 Desember 2022 | 14:41 WIB

Geram SDN Pondok Cina 1 Bakal Digusur, Netizen Tanya Ridwan Kamil: Ini di Daerah Anda atau Wakanda?

Geram SDN Pondok Cina 1 Bakal Digusur, Netizen Tanya Ridwan Kamil: Ini di Daerah Anda atau Wakanda?

Moots | Minggu, 11 Desember 2022 | 12:05 WIB

Beredar Surat Penggusuran SDN Pocin 1, Warganet Miris Lihat Anak-Anak Harus Menginap Demi Pertahankan Sekolah

Beredar Surat Penggusuran SDN Pocin 1, Warganet Miris Lihat Anak-Anak Harus Menginap Demi Pertahankan Sekolah

Depok | Minggu, 11 Desember 2022 | 10:01 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×