Suara.com - Pemerintah Kota Depok dianggap semena-mena lantaran secara sepihak ingin mengalihfungsikan lahan SDN Pondok Cina (Pocin) 1 menjadi masjid. Bahkan, Wali Kota Depok Mohammad Idris terancam akan dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah menelantarkan para siswa SDN Pocin 1.
Hal itu dikatakan oleh tim pengacara orang tua siswa, Deolipa Yumara, saat mengunjungi SDN Pocin 1, Senin (12/12/2022).
Eks pengacara Bharada E ini juga menyebut, Pemkot Depok telah melanggar Undang Undang tentang perlindungan anak karena merelokasi bangunan tanpa menyediakan tempat baru.
Anak-anak yang masih berusia 6-13 tahun, kata Deolipa, belum memiliki nalar untuk menganalisa. Sehingga, dikhawatirkan penhancuran SDN Pocin 1 ini hanya akan membuat trauma tersendiri bagi anak.
"Anak-anak tidak boleh dalam keadaan stres atau ditelantarkan. Mereka ini kan masih belum mempunyai nalar untuk menganalisa apa yang terjadi. Tahunya mereka adalah sekolah ini mau dihancurkan dan nantinya menjadi persoalan frustasi anak-anak nantinya,” kata Deolipa, di Depok, Senin (12/12/2022).

Deolipa menjelaskan, penelantaran anak yang maksut olehnya yakni tidak memberikan guru kepada siswa dalam kurun waktu sejak sebulan lalu. Lantaran para guru di SDN Pocin 1 telah direlokasi ke SDN Pocin 3 dan 5.
"Satu bulan lebih gak dikasih guru sama wali kota, nah ini permasalahannya. Jadi mereka sudah melakukan tindak pidana UU menelantarkan anak-anak, yaitu diskriminasi terhadap anak-anak yang ingin mendapatkan sekolah bahkan terganggu," kata dia.
Deolipa mengaku siap memperkarakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris ke jalur hukum jika masalah ini belum juga rampung. Baginya, Idris telah masuk dalam pasal penelantaran anak.
"Jadi, saya tuntut nih kalau tidak beres. Peristiwa tindak pidana ini sudah terjadi dan anak-anak sudah terlantarkan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di SDN Pondok Cina 1, Depok Jawa Barat masih bertahan. Mereka masih melakukan kegiatan belajar mengajar, meski para guru telah direlokasi ke SDN Pondok Cina 3 dan 5 sejak November lalu. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilakukan oleh para relawan dan orang tua siswa.
"Pagi tadi kita tetap melakukan kegiatan belajar mengajar, yang dilakukan oleh orang tua siswa dan para relawan,” kata salah seorang orang tua siswa, Cici (42) saat ditemui, di lokasi, Senin.
Cici menuturkan, saat ini KBM memang sudah tidak berjalan seperti biasa karena para siswa kini sudah melewati ujian akhir. Siswa hanya melakukan remedial atau pengulangan bagi mereka yang memiliki nilai di bawah rata-rata.
"Hari ini kan cuma remedial aja bagi siswa yang nilainya kurang,” ungkapnya.
Cici menyebut, pagi tadi para siswa sempat dihalangi untuk melakukan ujian ulang di SDN Pondok Cina 1, lantaran kertas ujian ada di SDN Pondok Cina 3 dan 5, sesuai arahan Pemkot Depok terkait relokasi para siswa.