Suara.com - Putri Candrawathi akhirnya membongkar dugaan kekerasan seksual yang dilakukan almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Magelang.
Hal ini disampaikan Putri ketika menjadi saksi di persidangan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Bripka Ricky Rizal Wibowo, serta Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12/2022).
Sambil bercucuran air mata, Putri mengaku diperkosa dan tiga kali dibanting oleh Brigadir J. Dengan semua perlakuan tersebut, Putri juga mempertanyakan mengapa Polri memberikan penghargaan berupa pemakaman dinas untuk Brigadir J.
"Yang mulia, mohon izin, yang terjadi adalah memang Yosua melakukan kekerasan seksual, pengancaman, dan juga penganiayaan dengan membanting saya tiga kali ke bawah," jelas Putri.
"Kalaupun Polri memberikan pemakaman seperti itu, saya juga tidak tahu. Mungkin ditanyakan kepada institusi Polri kenapa bisa memberikan penghargaan kepada orang yang sudah melakukan perkosaan dan penganiayaan serta pengancaman kepada saya selaku Bhayangkari," ucapnya.

Pernyataan ini yang kemudian membuat Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso naik darah. Wahyu menilai Putri tengah menyudutkan Polri padahal skenario tembak-menembak yang dibuat suaminya, Ferdy Sambo, sudah menuliskan sejarah baru di tubuh kepolisian.
"Saudara tahu akibat peristiwa di rumah Duren Tiga, 95 orang polisi diajukan ke kode etik dan ini peristiwa terbesar di kepolisian. Dan dari pernyataan Saudara tadi, Saudara menyudutkan kembali Mabes Polri, sangatlah tidak adil dengan statement Saudara seperti itu," terang Wahyu.
Namun, Putri kembali membantah pernyataan tersebut. Istri mantan Kadiv Propam Polri itu juga mengungkit seluruh pengorbanan yang telah dilakukannya, termasuk dengan tetap diam kendati telah menerima kekerasan seksual dari salah satu ajudan suaminya tersebut.
"Mohon maaf Yang Mulia, saya tidak pernah menyudutkan institusi Polri, di mana suami saya sangat mencintai institusi Polri dan seragamnya," tutur Putri.
"Saya pun tidak pernah bersuara dan menyampaikan apa yang saya rasakan selama ini, saya hanya diam saja karena saya ikhlas menjalankan semua ini karena saya hanya berserah sama Tuhan," sambungnya.