FKUB Surakarta : Variabel Intoleran adalah Akidah Lemah, Agama Lemah dan Ekonomi Lemah

Fabiola Febrinastri

Rabu, 14 Desember 2022 | 17:42 WIB
FKUB Surakarta : Variabel Intoleran adalah Akidah Lemah, Agama Lemah dan Ekonomi Lemah
Masjid Agung Surakarta. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Baru-baru ini, warga Kota Solo melalui Setara Institute telah menerima penghargaan sebagai Kota Toleran berdasarkan hasil riset IKT 2021, yang mendudukkan Kota Solo pada posisi ke-9. Tentu ini merupakan angin segar bagi Kota Solo yang sebelumnya dikenal sebagai kota yang mudah terpengaruh aksi-aksi intoleran.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Surakarta (FKUB) periode 2022-2027, H.M. Mashuri, S.E., M.Si memaparkan formula yang dinilainya efektif untuk dapat menumbuhkan semangat kerukunan.

“Caranya, tradisi-tradisi kearifan lokal harus kita hidupkan kembali, selama tidak mengganggu dan tidak bertentangan dengan agama apapun dan berpotensi dapat merawat harmonisasi. Contohnya seperti budaya Jawa, misalnya bancak-an (syukuran), kenduren (kenduri), gamelan dan lain-lain. Kita bisa bersatu lewat kesenian dan kebudayaan sehingga perbedaan bisa disatukan menjadi kesamaan," jelasnya.

Terkait hal tersebut,  Mashuri menyatakan mengapresiasi dan menyatakan siap untuk terus mengedukasi para tokoh agama terkait wawasan kebangsaan, moderasi beragama dan juga toleransi, sehingga nantinya, para tokoh agamalah yang akan berperan penting dalam menanamkan pentingnya merawat kerukunan beragama kepada umatnya masing-masing.

“Kuncinya, masyarakat harus punya imunitas terlebih dulu, sehingga jika ada kelompok-kelompok yang berupaya membuat Kota Solo menjadi tidak kondusif maka diharapakan masyarakat telah memiliki kekebalan," katanya, yang ditemui Sabtu (10/12/2022), di Kantor Sekretariat PCNU Jl. Honggowongso No 75 Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.

Dia juga mengatakan bahwa perbedaan merupakan suatu rahmat dari Tuhan yang harus disyukuri, sehingga kerukunan itu adalah harga mati.

“Untuk menjaga kerukunan dengan sesama, tiap-tiap warga masyarakat harus tuntas wawasan toleransinya. Jika masalah toleransi sudah tuntas, maka dengan serta merta masalah ekonomi juga akan teratasi," lanjutnya.

Mashuri mengaku menerima kunjungan dari pemuka agama Kristen Katholik untuk membicarakan terkait persiapan natal dan tahun baru. Dalam penjelasannya, Mashuri siap mengambil langkah taktis selanjutnya, yang tentu saja membutuhkan sinergitas yang menyeluruh dari TNI Polri dan ormas-ormas di Kota Solo. FKUB bersepakat bahwa kondusifitas harus dirawat bersama.

Perlu diketahui bahwa sepanjang tahun 2022, masyarakat Kota Solo telah menjalankan Program Srawung Warga, yang diikuti oleh 500 warga perwakilan dari 6 agama untuk melakukan bakti sosial sekaligus mendeklarasikan Solo Kota Damai, pada 13 Juni 2022.

“Harapan kami ke depan, Kota Solo dapat meningkatkan indikatornya sebagai kota yang nyaman dan aman, sehingga target menjadi 5 besar Kota Toleran dapat tercapai. Jadi variabel utama dari tindakan intoleran adalah akidah lemah, agama lemah dan ekonomi lemah. Maka yang kita kejar adalah penguatan-penguatan kepada ke enam agama yang diakui oleh Indonesia ini," kata Mashuri.

Kini warga masyarakat Kota Solo telah mempunyai kemampuan untuk meredam tindakan intoleran, bahkan pemerintah kota pun telah memberikan pernyataan keras dan melakukan tindakan-tindakan konkret kepada gerakan ekstrimis atau radikalis.

Tentunya diikuti dengan kekompakan masyarakat dalam menyatakan penolakannya terhadap seluruh tindakan yang memecah-belah kerukunan antar umat beragama. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedagang Kecil Mendapat Berkah Saat Rumah Ibadah Ramai Dikunjungi

Pedagang Kecil Mendapat Berkah Saat Rumah Ibadah Ramai Dikunjungi

News | Selasa, 13 Desember 2022 | 18:52 WIB

Masjid Agung Surakarta Pelihara Tradisi Keraton dan Budaya Kearifan Lokal

Masjid Agung Surakarta Pelihara Tradisi Keraton dan Budaya Kearifan Lokal

News | Selasa, 13 Desember 2022 | 18:22 WIB

Solo Kota Ramah dan Bertoleransi

Solo Kota Ramah dan Bertoleransi

News | Selasa, 13 Desember 2022 | 17:40 WIB

Cerita Lama Jokowi: Lamar Keliling Partai Buat Maju Wali Kota Solo, Semua Menolak hingga Diselamatkan FX Rudyatmo

Cerita Lama Jokowi: Lamar Keliling Partai Buat Maju Wali Kota Solo, Semua Menolak hingga Diselamatkan FX Rudyatmo

News | Senin, 12 Desember 2022 | 17:38 WIB

Cerita Budiman Sudjatmiko soal Peristiwa Bus Bersama Jokowi: Enggak Ada yang Kenal Tapi Senyam-Senyum

Cerita Budiman Sudjatmiko soal Peristiwa Bus Bersama Jokowi: Enggak Ada yang Kenal Tapi Senyam-Senyum

News | Senin, 12 Desember 2022 | 12:31 WIB

Kaesang Pangarep Masih Luang Unggah Foto Saat Kirab Ngunduh Mantu, Bikin Netizen Tepuk Jidat: Kok Bisa Sempat Ngetwit

Kaesang Pangarep Masih Luang Unggah Foto Saat Kirab Ngunduh Mantu, Bikin Netizen Tepuk Jidat: Kok Bisa Sempat Ngetwit

| Minggu, 11 Desember 2022 | 10:54 WIB

Terkini

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:34 WIB

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi di Arab Saudi

Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi di Arab Saudi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:31 WIB

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:27 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:17 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:11 WIB

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:06 WIB