Protes Bupati Meranti Soal DBH Dibela Pakar: Apa Bedanya Pemerintah Pusat dengan Penjajah?

Kamis, 15 Desember 2022 | 14:49 WIB
Protes Bupati Meranti Soal DBH Dibela Pakar: Apa Bedanya Pemerintah Pusat dengan Penjajah?
Bupati Meranti, M Adil. (Foto: Arjuna/Batamnews)

Suara.com - Bupati Meranti Muhammad Adil menuai polemik usai mengkritik keputusan pemerintah pusat dalam pembagian dana bagi hasil (DBH) produksi minyak yang diberikan oleh Kementerian Keuangan. Menurutnya, nilai DBH tersebut sangat kecil.

Sebelumnya, dalam video yang beredar luas, Adil menjelaskan bahwa Meranti merupakan daerah termiskin di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 25,68 persen. Padahal, wilayahnya itu merupakan penghasil minyak mentah.

Mengutip Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mendukung pernyataan Bupati Meranti tersebut.

“Namun, di tengah lonjakan produksi minyak tersebut, angka kemiskinan di Kabupaten Meranti menjadi salah satu perhatian. Pasalnya, angka kemiskinan wilayah tersebut dalam tiga tahun terakhir terbilang tinggi,” kata Achmad melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/12/22).

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip pada Senin (12/12), penduduk miskin di Kabupaten Meranti pada 2021 tercatat masih ada sebanyak 48,50 ribu orang,” tambahnya.

Berdasarkan datanya, pada 2020 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Meranti tercatat sebanyak 47,10 ribu orang dan 2019 ada 49,89 ribu orang.

“Jika dilihat dari persentasenya, jumlah penduduk miskin Meranti pada 2021 sebesar 25,68 persen dari total penduduk Meranti. Artinya, 1 dari 4 orang di Meranti terbilang miskin,” lanjutnya.

Berdasarkan pandangannya, apa yang dipersoalkan oleh Adil itu sangat beralasan. Daerahnya memang kaya akan minyak, tetapi sebanyak 85 persen ditarik ke pusat dan Meranti hanya mendapatkan jatah kurang dari 15 persennya.

“Sementara itu kondisi masyarakat di Meranti seperti yang disampaikan Bupati menurut data BPS mengalami miskin ekstrem dimana hampir 25% masyarakat Meranti berada di bawah kemiskinan ekstrem,” jelasnya.

Baca Juga: Terkagum-kagum, Rocky Gerung Dukung Bupati Meranti Jadi Presiden gegara Semprot Kemenkeu

Achmad membenarkan pernyataan Bupati Meranti yang mempersoalkan dana bagi hasil tersebut. Ia juga turut membandingkan pemerintah pusat dengan penjajah zaman kolonial yang menghisap Sumber Daya Alam (SDA).

“Jika di daerah yang kaya SDA tapi masyarakatnya miskin apa bedanya pemerintah pusat dengan penjajah kolonial yang menghisap SDA di daerah dan membawanya ke negerinya dan membiarkan masyarakat di daerah tersebut mati kelaparan,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI