Apa Itu Flu Unta yang Mengancam Timnas Prancis? Lebih Mematikan dari Covid-19!

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Minggu, 18 Desember 2022 | 17:41 WIB
Apa Itu Flu Unta yang Mengancam Timnas Prancis? Lebih Mematikan dari Covid-19!
ilustrasi sakit. - apa itu flu unta yang mengancam timnas prancis (pexels/Towfiqu-barbhuiya-3440682)

Suara.com - Prancis telah berhasil mencapai final Piala Dunia 2022 setelah menghadapi segala macam kesulitan. Kesulitan terbaru yang harus mereka hadapi ialah menyangkut kesehatan para pemain.  Para pemain timnas Prancis terinfeksi flu unta. Apa itu flu unta?

Sejumlah pemain terjangkit virus misterius yang melemahkan, mirip dengan flu. Diduga itu adalah flu unta. Dua pemain yang paling terpengaruh adalah Dayot Upamecano dan Adrien Rabiot - keduanya tidak cukup baik untuk bermain satu menit pun dalam semifinal hari Rabu melawan Maroko.

Rabiot tetap diisolasi kembali di hotel tim. Banyak penggemar yang menghadiri Piala Dunia merasa khawatir dengan flu unta yang mengancam Timnas Perancis. Lantas apa itu Flu Unta sebenarnya? Mari kita ketahui bersama penyebab, gejala, dan cara mengobati Flu Unta di bawah ini. 

Penyebab Flu Unta

Flu unta pertama kali diidentifikasi kemunculannya di Arab Saudi pada 2012, MERS adalah penyakit pernapasan virus yang disebabkan oleh virus corona. Ini adalah virus zoonosis, yang berarti ditularkan antara hewan dan manusia. Ini terkait dengan unta dromedaris atau unta berpunuk satu yang hidup di di beberapa negara Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan.

Flu unta dianggap sebagai sepupu COVID-19 ini disebut-sebut lebih mematikan, setelah membunuh hingga sepertiga dari mereka yang terinfeksi. Sekitar 35 persen kasus yang dilaporkan ke WHO telah meninggal. MERS baru-baru ini dinobatkan oleh WHO sebagai salah satu virus yang berpotensi memulai pandemi.

Gejala Flu Unta 

Menurut situs web NHS, gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Batuk
  • Kesulitan dalam pernapasan
  • Diare dan muntah

Gejala khas termasuk demam, batuk dan sesak napas. Pneumonia sering juga terjadi, tetapi pasien MERS mungkin tidak selalu mengalami kondisi pneumonia ini. Meskipun demikian, WHO pun menyatakan gejala gastrointestinal, termasuk diare, juga telah dilaporkan di antara pasien yang dulu pernah mengalaminya.

Jika kondisinya semakin parah, flu unta parah dapat menyebabkan kegagalan pernapasan yang membutuhkan ventilasi mekanis atau dukungan di unit perawatan intensif. 

"Sistem kekebalan tubuh bisa lemah, dan mereka yang memiliki penyakit kronis seperti penyakit ginjal, kanker, penyakit paru-paru kronis, hipertensi, penyakit kardiovaskular dan diabetes tampaknya berisiko lebih besar terkena penyakit parah," kata WHO, dilansir dari firstpost.com.

Cara mengobati Flu Unta 

Tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang tersedia untuk flu unta tetapi beberapa model penyembuhan sedang dalam tahap pengembangan klinis. Perawatan kemudian didasarkan pada kondisi pasien.

WHO menyarankan agar mereka yang mengunjungi peternakan, pasar, atau tempat lain di mana mereka bersentuhan dengan unta harus segera mencuci tangan secara menyeluruh sebelum dan sesudah menyentuh hewan dan menghindari kontak dengan hewan yang sakit.

Konsumsi daging dan susu mentah atau setengah matang berisiko karena ada risiko infeksi yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. WHO menyatakan daging unta dan susu unta adalah produk bergizi yang dapat terus dikonsumsi tetapi harus melalui proses pasteurisasi, memasak, atau perlakuan panas lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kutukan Golden Ball Piala Dunia Hantui Messi dan Mbappe, Sejarah Membuktikan!

Kutukan Golden Ball Piala Dunia Hantui Messi dan Mbappe, Sejarah Membuktikan!

Bola | Minggu, 18 Desember 2022 | 16:58 WIB

5 Pemain Timnas Prancis Piala Dunia 2022 Tumbang Diduga Alami Flu Unta, Sebabkan Kematian?

5 Pemain Timnas Prancis Piala Dunia 2022 Tumbang Diduga Alami Flu Unta, Sebabkan Kematian?

Health | Minggu, 18 Desember 2022 | 17:30 WIB

Niat Begadang Nonton Final Piala Dunia 2022 Tapi Besok Kerja? Ini TIps Agar Gak Ngantuk Seharian

Niat Begadang Nonton Final Piala Dunia 2022 Tapi Besok Kerja? Ini TIps Agar Gak Ngantuk Seharian

Lifestyle | Minggu, 18 Desember 2022 | 16:53 WIB

Argentina vs Prancis: Les Bleus Siap Berjudi Mainkan Marcus Thuram, Cadangkan Olivier Giroud

Argentina vs Prancis: Les Bleus Siap Berjudi Mainkan Marcus Thuram, Cadangkan Olivier Giroud

Bola | Minggu, 18 Desember 2022 | 16:40 WIB

Dukung Messi? Cristiano Ronaldo: Saya Cinta Argentina dan Banyak Orang Tak Tahu

Dukung Messi? Cristiano Ronaldo: Saya Cinta Argentina dan Banyak Orang Tak Tahu

Bola | Minggu, 18 Desember 2022 | 16:35 WIB

Berbeda dengan Prancis, Presiden Argentina Absen Nonton Langsung Final Piala Dunia 2022, Ada Apa?

Berbeda dengan Prancis, Presiden Argentina Absen Nonton Langsung Final Piala Dunia 2022, Ada Apa?

| Minggu, 18 Desember 2022 | 15:10 WIB

Terkini

Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal

Basarnas Pastikan Evakuasi Tabrakan KRLArgo Bromo Selesai, Tak Ada Korban Tertinggal

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:53 WIB

'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos

'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:52 WIB

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah

Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:50 WIB

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

Apa itu UNCLOS? Hukum Internasional yang Menjadi Sorotan di Tengah Perang AS - Iran

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:42 WIB

Terjepit Semalaman di Gerbong 10, Endang Jadi Korban Terakhir yang Dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi

Terjepit Semalaman di Gerbong 10, Endang Jadi Korban Terakhir yang Dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:27 WIB

RS Polri Masih Identifikasi 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

RS Polri Masih Identifikasi 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:27 WIB

Cole Tomas Allen Targetkan Bunuh Semua Pejabat Donald Trump kecuali Sosok Ini

Cole Tomas Allen Targetkan Bunuh Semua Pejabat Donald Trump kecuali Sosok Ini

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:27 WIB

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

Terima Pesan dari Mojtaba Khamenei, Sikap Vladimir Putin Bisa Bikin AS Was-was

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata

Hizbollah Kecam Diplomasi Lemah Lebanon dengan Israel, Tuntut Pelucutan Senjata

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Khusus Antar Travel

KPK Dalami Dugaan Jual Beli Kuota Haji Khusus Antar Travel

News | Selasa, 28 April 2026 | 13:20 WIB