Profil Panda Nababan, Senior PDIP yang Getol Blak-blakan, Pernah Terjerat Kasus Suap

Farah Nabilla

Selasa, 20 Desember 2022 | 17:23 WIB
Profil Panda Nababan, Senior PDIP yang Getol Blak-blakan, Pernah Terjerat Kasus Suap
Politikus senior PDIP Panda Nababan. (YouTube/Total Politik)

Suara.com - Panda Nababan belum lama ini viral karena membandingkan pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dengan putri Hary Tanoe. Menurutnya, pernikahan Kaesang meski terkesan mewah dan akbar tapi masih kalah dibanding pesta anak Hary Tanoe yang super mewah. 

Selain itu Panda Nababan juga disorot karena membongkar ada ketegangan antara Jokowi dengan ketua umum Partai NasDem, Surya Paloh. Bahkan Panda Nababan mengatakan jika Jokowi pernah mengalah karena diancam oleh Surya Paloh. Dikenal vokal, simak profil Panda Nababan berikut ini.

Profil Panda Nababan

Pandapotan Maruli Asi Nababan atau lebih dikenal dengan nama Panda Nababan lahir pada 13 Februari 1944 yang berarti kini usianya 78 tahun. Ia adalah seorang wartawan senior Indonesia sekaligus politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan).

Panda Nababan merupakan saudara dari S.A.E. Nababan, seorang pendeta sekaligus tokoh gereja di Indonesia. Ia juga adalah saudara dari Asmara Nababan, aktivis hak asasi manusia, anggota Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998 serta Ketua Dewan Pengurus Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM). Panda Nababan adalah ayah dari pembawa acara berita kondang, Putra Nababan.

Karier Politik Panda Nababan

Bakat politik Panda Nababan telah terlihat sejak jadi mahasiswa lewat keaktifannya dalam beberapa kegiatan organisasi. Ia tercatat pernah menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tahun 1963. 

Bersamaan dengan itu, Panda Nababan juga menjabat sebagai ketua Departemen Organisasi dari Gerakan Mahasiswa Bung Karno di Jakarta tahun 1963-1966. Setelah jadi wartawan, Nababan juga aktif menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia pada tahun 1970 - 1975.

Karier politik Panda Nababan dimulai pada tahun 1993. Ketika itu ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia. Lima tahun kemudian tepatnya pada tahun 1998 ketika terjadi konflik internal dalam PDI, Panda Nababan pindah ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Bersama PDI-P, ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk Komisi III, komisi yang menangani bidang hukum, hak asasi manusia dan keamanan.

Kemudian pada tahun 2011, Panda Nababan jadi terpidana kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia mendapat hukuman 17 bulan penjara dan denda sebesar 150 juta rupiah subsider 3 bulan bersama tiga politisi PDI-P lainnya yakni Engelina Pattiasina, M. Iqbal dan Budiningsih.

Pada Mei 2012 Panda Nababan dinyatakan bebas bersyarat. Ia berencana mengajukan Peninjauan Kembali terhadap putusan kasasi Mahkamah Agung karena masih belum bisa menerima putusan hakim. Akibat kasus ini, Panda Nababan mengundurkan diri sebagai anggota DPR tapi tetap merupakan kader PDIP.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicium Cewek Cantik tapi Bukan Erina, Kaesang Ngambek sampai Lakukan Ini

Dicium Cewek Cantik tapi Bukan Erina, Kaesang Ngambek sampai Lakukan Ini

| Selasa, 20 Desember 2022 | 16:32 WIB

Diam-Diam Gibran Lebih Selengean dari Kaesang, Ketahuan Naik Sepeda Anak di Depan Jokowi

Diam-Diam Gibran Lebih Selengean dari Kaesang, Ketahuan Naik Sepeda Anak di Depan Jokowi

| Selasa, 20 Desember 2022 | 16:31 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan ke-30 di Nganjuk

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan ke-30 di Nganjuk

| Selasa, 20 Desember 2022 | 16:28 WIB

Gotong Keranda Berisi 'Pocong' Bergambar Muka Jokowi, BEM SI Penolak KUHP Baru: Simbol Matinya Demokrasi!

Gotong Keranda Berisi 'Pocong' Bergambar Muka Jokowi, BEM SI Penolak KUHP Baru: Simbol Matinya Demokrasi!

News | Selasa, 20 Desember 2022 | 16:22 WIB

Tajam ke Anies Tumpul ke Jokowi, Bawaslu Diminta Diam Saja: Bisa Picu Kecurangan Pemilu

Tajam ke Anies Tumpul ke Jokowi, Bawaslu Diminta Diam Saja: Bisa Picu Kecurangan Pemilu

News | Selasa, 20 Desember 2022 | 16:22 WIB

Momen Panembahan Al-Nahyan 'Diamankan' Pawangnya Auto Tak Berkutik: untuk Sesaat Pengantinnya Bisa Tenang

Momen Panembahan Al-Nahyan 'Diamankan' Pawangnya Auto Tak Berkutik: untuk Sesaat Pengantinnya Bisa Tenang

| Selasa, 20 Desember 2022 | 15:57 WIB

Partai Ummat Tak Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024, Mazdjo Pray: Partainya Pak Amien Rais Lumpuh

Partai Ummat Tak Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024, Mazdjo Pray: Partainya Pak Amien Rais Lumpuh

| Selasa, 20 Desember 2022 | 15:55 WIB

Ganjar Harus Berani Keluar dari 'Ketiak' Jokowi Jika Ingin Jadi Pemimpin Bangsa

Ganjar Harus Berani Keluar dari 'Ketiak' Jokowi Jika Ingin Jadi Pemimpin Bangsa

| Selasa, 20 Desember 2022 | 15:02 WIB

Terkini

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:55 WIB

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:17 WIB

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:14 WIB

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:11 WIB

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut

News | Senin, 01 Juni 2026 | 18:06 WIB

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:56 WIB

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:42 WIB

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB