- Thomas Tuchel menuai kritik tajam setelah Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 akibat kalah melawan Argentina.
- Taktik bertahan yang diterapkan Tuchel dinilai menjadi bumerang saat menghadapi performa dominan Lionel Messi di babak semifinal tersebut.
- Posisi Tuchel kini terancam karena Federasi Sepak Bola Inggris harus mempertimbangkan kelanjutan proyek jangka panjang sang pelatih kepala.
Suara.com - Masa depan Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala Timnas Inggris kini menjadi sorotan setelah kegagalan timnya di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
Meski sempat digadang-gadang sebagai sosok yang mampu mengakhiri puasa gelar Inggris sejak 1966, Tuchel kini menghadapi gelombang kritik akibat taktik bertahan yang diterapkannya saat menghadapi Argentina.
Kekalahan tersebut dinilai mengungkap persoalan yang lebih mendasar di tubuh The Three Lions, bukan sekadar soal strategi di atas lapangan.
Thomas Tuchel ditunjuk sebagai pelatih Timnas Inggris pada Oktober 2024 dengan harapan membawa mental juara ke level internasional.

Namun, keputusannya bermain lebih defensif setelah Anthony Gordon membawa Inggris unggul di semifinal justru menjadi bumerang.
Kritik tajam pun datang dari berbagai pihak, termasuk mantan manajer West Ham United, Alan Pardew.
"Dalam kabut perang, realitas telah hilang," ujar Alan Pardew dikutip dari Reuters.
"Ketakutan, kesalahan, dan organisasi tim yang rasional menghilang. Sejujurnya, sang manajer memberikan pola pikir negatif."
Tuchel Singgung DNA Sepak Bola Inggris
Di tengah derasnya kritik, Tuchel membela diri dengan menyoroti persoalan yang menurutnya lebih mendasar dalam sepak bola Inggris.
Ia menilai Timnas Inggris belum memiliki budaya penguasaan bola seperti yang dimiliki negara-negara besar lain.
"Pada saat ini perasaan saya adalah tidak ada struktur di dunia ini yang bisa membantu kami," ungkap Thomas Tuchel.
"Saya pikir penguasaan bola memainkan peran krusial; mungkin itu bukan bagian dari DNA kami seperti DNA Spanyol atau DNA Argentina-Brasil, untuk mengambil bola dan mengendalikan permainan dengan bola."
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Inggris masih tertinggal dalam aspek fundamental permainan meski diperkuat banyak pemain berkualitas.
Lionel Messi Jadi Pembeda
