Jokowi Sudah Empat Kali Lempar Sinyal Reshuffle, PDIP Tambah Nyaring dan NasDem Makin Tak Nyaman?

Dany Garjito, Sekar Anindyah Lamase

Senin, 09 Januari 2023 | 18:19 WIB
Jokowi Sudah Empat Kali Lempar Sinyal Reshuffle, PDIP Tambah Nyaring dan NasDem Makin Tak Nyaman?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Riau Syamsuar. [BPMI Setpres/Laily Rachev]

Suara.com - Presiden Jokowi terhitung sudah empat kali melempar sinyal reshuffle Kabinet Kerja Indonesia Maju.

Santernya isu reshuffle itu pun terjadi usai deklarasi Anies Baswedan sebagai capres dari Partai NasDem.

Dilihat dari tayangan Kompas TV, Jokowi menyinggung soal reshuffle pada tanggal 13 Oktober 2022.

Lalu pada tanggal 23 Desember 2022, Jokowi menjawab 'mungkin' ketika ditanya mengenai isu reshuffle. Terbaru, Jokowi hanya mengatakan 'tunggu saja' pada tanggal 2 Januari 2023 dan berkata 'besok' pada tanggal 5 Januari 2023.

Kendati demikian, Jokowi tak menjawab pasti kapan waktu ia akan merombak kabinet, meskipun sudah terhitung 4 kali menjawab mengenai isu reshuffle.

Di sisi lain, suasana panas dingin terasa di antara PDIP dan NasDem yang saling melempar sindiran.

Sejumlah politisi PDIP turut menanggapi isu reshuffle tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristianto menyampaikan bahwa reshuffle perlu pertimbangan yang matang.

Hasto menyampaikan PDIP sudah memberikan pandangan atau masukan kepada Jokowi untuk mengambil keputusan.

Selain itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat sempat menyoroti kinerja menteri NasDem hingga menyebut layak dievaluasi.

baca juga

Menurut Djarot, NasDem akan terlihat lebih 'gentle' jika menteri-menterinya mengundurkan diri dari kabinet. Hal itu dinilai Djarot karena menteri NasDem tidak cocok dengan kebijakan Jokowi.

"Satu kinerjanya, dua termasuk partainya. Kalau memang gentle betul, akan lebih baik itu menteri-menterinya lebih baik mengundurkan diri. Itu lebih gentle," kata Djarot.

Tak tinggal diam, sejumlah politisi NasDem pun turut menanggapi balik soal isu reshuffle yang menyasar menteri dari partainya.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menegaskan keputusan ada di tangan Jokowi dan jangan sampai ada presiden dadakan atau mempengaruhi presiden.

Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno menilai isu reshuffle itu membuat Partai NasDem tak nyaman dan dilematis.

"Sebenarnya tentu tidak nyaman terus menerus diminta gentleman untuk mundur dari koalisi ini, karena bagi NasDem koalisi dengan Jokowi itu sampai tanggal 20 Oktober 2024 bukan sampai tanggal 7 ataupun 8 Januari 2023," jelas Adi.

"Bahkan kalau NasDem mundur hari ini itu disebut sebagai partai politik yang tak punya komitmen terhadap presiden karena kontraknya belum selesai," sambungnya.

Kendati demikian, Adi menilai PDIP sudah tak nyaman dengan keberadaan NasDem di kabinet. Hal itu terlihat dari agresifnya para politikus PDIP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Diminta Tak Ngotot Soal Sistem Proporsional Tertutup, Dinilai Cuma Menguntungkan Partainya

PDIP Diminta Tak Ngotot Soal Sistem Proporsional Tertutup, Dinilai Cuma Menguntungkan Partainya

News | Senin, 09 Januari 2023 | 17:33 WIB

Dukung Pembangunan IKN Nusantara, PM Malaysia Anwar Ibrahim: Bisa Berikan Manfaat ke Sarawak dan Sabah

Dukung Pembangunan IKN Nusantara, PM Malaysia Anwar Ibrahim: Bisa Berikan Manfaat ke Sarawak dan Sabah

News | Senin, 09 Januari 2023 | 17:22 WIB

Keras! Rocky Gerung Sebut Jokowi Khianati Megawati Gegara Dukung Ganjar hingga Jadi Boneka Oligarki

Keras! Rocky Gerung Sebut Jokowi Khianati Megawati Gegara Dukung Ganjar hingga Jadi Boneka Oligarki

News | Senin, 09 Januari 2023 | 17:25 WIB

Jan Ethes Asyik Main Basket sama Paspampres, Warganet: Hiburan Jokowi

Jan Ethes Asyik Main Basket sama Paspampres, Warganet: Hiburan Jokowi

Mamagini | Senin, 09 Januari 2023 | 16:54 WIB

Terbongkar! Niat Terselubung Reshuffle Kabinet Jokowi, Anies dan NasDem Bisa Dapat Durian Runtuh?

Terbongkar! Niat Terselubung Reshuffle Kabinet Jokowi, Anies dan NasDem Bisa Dapat Durian Runtuh?

News | Senin, 09 Januari 2023 | 17:23 WIB

Pakar Sebut Reshuffle Perlu Pertimbangkan Hak Mengusung: Kalau NasDem Dulu Gak Dukung, Jokowi Gak Jadi Presiden

Pakar Sebut Reshuffle Perlu Pertimbangkan Hak Mengusung: Kalau NasDem Dulu Gak Dukung, Jokowi Gak Jadi Presiden

News | Senin, 09 Januari 2023 | 17:21 WIB

Terkini

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

Dasco Pimpin Rapat Bareng Pemerintah dan Buruh, Antisipasi Badai PHK

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:22 WIB

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

Jokowi Mulai Safari ke Lampung, Gerindra Tak Masalah: Selamat Ya, Sudah Sehat Kembali

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:12 WIB

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:04 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB