Singgung Kuping Budek, Mega Ancam Jika Kader PDIP Tak Patuh Aturan Partai: Jangan Bikin Tangan Ibu Buat Itu!

Agung Sandy Lesmana, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 10 Januari 2023 | 11:35 WIB
Singgung Kuping Budek, Mega Ancam Jika Kader PDIP Tak Patuh Aturan Partai: Jangan Bikin Tangan Ibu Buat Itu!
Singgung Kuping Budek, Mega Ancam Jika Kader PDIP Tak Patuh Aturan Partai: Jangan Bikin Tangan Ibu Buat Itu! (YouTube PDI Perjuangan)

Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri meminta kepada seluruh kadernya agar mendengarkan secara benar pidatonya dalam HUT PDIP ke-50. Menurutnya, apa yang disampaikannya dalam pidato harus dimasukan ke dalam hati hingga kepala.

Hal itu disampaikan Megawati saat menyampaikan pidatonya dalam aacara puncak HUT PDIP ke-50 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (10/1/2023).

"Ini harus masuk ke dalam hati kalian, jangan hanya denger pidato ibu, tapi budek, masukkan sini (elus dada), kita ini bounding antara ini (tunjuk kepala) dan ini (tunjuk dada)," kata Megawati.

Penampakan acara HUT PDIP ke-50 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. (Suara.com/Novian)
Penampakan acara HUT PDIP ke-50 yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. (Suara.com/Novian)

"Satu, tuh terus mancur ke atas, kenapa? kita di-paringin loh oleh gusti Allah lho jadi begini loh," sambungnya.

Megawati lantas mengingatkan, jika sudah ada kader ada di tahap ambang pemecatan, maka ia tak segan-segan meneken pemecatan tersebut.

"Jadi kalau saya dengan segala hormat saya, kalau ada anak buah yang sudah di dalam aturan partainya harus sampe tingkat pemecatan, ya saya teken jrett," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, bahwa pemecatan tersebut jangan sampai terjadi.

Menurutnya, jika ada kader tak patuh maka lebih baik kader itu mundur dari pada dipecat.

"Jadi jangan bikin tangan ibu ini untuk membuat itu, Lah sekarang saya bikin aturan baru supaya, ya sudah kalau kamu gitu mundur aja, ya gak mau," tuturnya.

baca juga

Lebih lanjut, Megawati cerita soal banyak digugat kadernya sendiri bersama Pramono Anung kala masih menjadi sekjen partai. Padahal, kata Megawati, anak buahnya tersebut telah berkhianat.

"Dulu Pak Jokowi, saya tuh gugatannya tuh segini loh, sama anak buah saya sendiri, sama sekjen, itu ada pak pramono anung. Karena atas nama partai toh, padahal mereka benar-benar ada yang tidak menjalankan aturan partai, ada yang berkhianat, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Konsolidasi untuk Kangen-kangenan' Alasan Megawati Tak Undang Partai Lain di HUT ke-50 PDI Perjuangan

'Konsolidasi untuk Kangen-kangenan' Alasan Megawati Tak Undang Partai Lain di HUT ke-50 PDI Perjuangan

News | Selasa, 10 Januari 2023 | 11:24 WIB

Sapa Kader di Acara HUT PDIP ke-50, Megawati: Kangen atau Tidak sama Ibu?

Sapa Kader di Acara HUT PDIP ke-50, Megawati: Kangen atau Tidak sama Ibu?

News | Selasa, 10 Januari 2023 | 11:09 WIB

Jokowi Kasih Tugas Jadi Ketua Dewan Pembina BPIP, Megawati: Alah Kok Nyusahin Saya Toh Pak

Jokowi Kasih Tugas Jadi Ketua Dewan Pembina BPIP, Megawati: Alah Kok Nyusahin Saya Toh Pak

News | Selasa, 10 Januari 2023 | 11:02 WIB

Tradisi Megawati Ini Jadi Tanda Detik-detik Capres dari PDIP Diumumkan

Tradisi Megawati Ini Jadi Tanda Detik-detik Capres dari PDIP Diumumkan

News | Selasa, 10 Januari 2023 | 11:01 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×