PAN: Sistem Proporsional Tertutup Hambat Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Jum'at, 13 Januari 2023 | 11:28 WIB
PAN: Sistem Proporsional Tertutup Hambat Keterwakilan Perempuan di Parlemen
Sekjen PAN Eddy Soeparno. [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengklaim pihaknya tetap mendukung pelaksanaan Pemilu menggunakan sistem proporsional terbuka. Ia sekaligus menjabarkan mengapa PAN ogah sistem kembali ke proporsional tertutup.

Menurut Eddy, meski kedua sistem memiliki kelemahan masing-masing, namun proporsional tertutup lebih mendorong kepada kemunduran demokrasi.

Ia berujar ruang terang dan keterbukaan dalam demokrasi justru kembali gelap dengan sistem proporsional tertutup. Sebabnya masyarakat tidak akan mengenali siapa calon anggota legislatif atau caleg yang mereka pilih. Sebaliknya, caleg tentu merasa tidak punya pertanggungjawaban kepada pemilih.

"Ini kemunduran demokrasi. Apa yang kami harapkan dari anggota legislatif yang bahkan tidak punya kedekatan personal dengan pemilihnya? Yang akan terjadi justru Aleg akan bekerja hanya untuk partai dalam kerja jangka pendek dan tidak memikirkan konstituen," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat (13/1/2023).

Berbeda misalnya, sistem proporsional terbuka yang dapat memastikan masyarakat terlibat langsung secara dekat dengan calegnya.

"Hubungannya menjadi lebih personal dan tidak dibatasi oleh struktur dan kelembagaan partai. Tidak ada ruang gelap antara caleg dan pemilih," kata Eddy.

Selain itu, Eddy menyoroti potensi semakin terbatasnya ruang untuk caleg perempuan untuk bisa terpilih dalam pemilu, apabila sistem proporsional tertutup diterapkan.

Ia mengatakan sistem proporsional tertutup justru akan menghambat upaya menambah keterwakilan perempuan 30 persen di legislatif.

"Upaya affirmative action jadi sia-sia dan demokrasi hanya dimaknai prosedural tapi kehilangan substansinya," kata Eddy.

baca juga

Sementara itu, mengenai potensi politik uang atau money politic yang menjadi kelemahan kedua sistem, menurut Eddy perlu dicegah melalui perbaikan sistem manajemen Pemilu.

Eddy menyatakan PAN tentu berkomitmen untuk menghapus money politic dan politik transaksional.

"Sistem proporsional terbuka atau tertutup keduanya memiliki celah politik uang. Karena itu kuncinya adalah penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu dan bukan mengubah sistem Pemilu," kata Eddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelatih Vietnam 'Mata-matai' Kelemahan Thailand dari Pelatih Malaysia di Final Piala AFF 2022

Pelatih Vietnam 'Mata-matai' Kelemahan Thailand dari Pelatih Malaysia di Final Piala AFF 2022

Bola | Kamis, 12 Januari 2023 | 13:24 WIB

8 Fraksi DPR Tolak Pemilu Proporsional Tertutup, Bambang Pacul PDIP: Pengambilan Keputusan di 9 Hakim MK

8 Fraksi DPR Tolak Pemilu Proporsional Tertutup, Bambang Pacul PDIP: Pengambilan Keputusan di 9 Hakim MK

Moots | Rabu, 11 Januari 2023 | 19:47 WIB

'Hati dan Pikirannya Terbelah' Kegalauan Gerindra Absen di Pertemuan 8 Partai Penolak Sistem Pemilu Tertutup

'Hati dan Pikirannya Terbelah' Kegalauan Gerindra Absen di Pertemuan 8 Partai Penolak Sistem Pemilu Tertutup

News | Rabu, 11 Januari 2023 | 11:25 WIB

Piala AFF 2022: Sikap Kim Pan Gon Sama dengan Shin Tae-yong Setelah Malaysia Dibantai Thailand

Piala AFF 2022: Sikap Kim Pan Gon Sama dengan Shin Tae-yong Setelah Malaysia Dibantai Thailand

Bola | Rabu, 11 Januari 2023 | 10:42 WIB

Terkini

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:58 WIB

×