Kejagung Jelaskan Alasan Tuntutan 12 Tahun Penjara Richard Eliezer Meski Telah Jadi Justice Collaborator

Chandra Iswinarno, Muhammad Yasir

Kamis, 19 Januari 2023 | 13:00 WIB
Kejagung Jelaskan Alasan Tuntutan 12 Tahun Penjara Richard Eliezer Meski Telah Jadi Justice Collaborator
Kejagung RI saat menggelar konferensi pers terkait tuntutan terdakwa Ferdy Sambo cs dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Tuntutan hukuman 12 tahun penjara kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu menimbulkan polemik di publik. Prokontra pun muncul lantaran tuntutan hukuman tersebut dinilai tidak memberikan rasa keadilan

Merespons polemik yang terjadi di masyarakat, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana mengemukakan sejumlah hal yang melatarbelakangi tuntutan jaksa terhadap Richard Eliezer yang dianggap memberatkan.

Sumedana mengemukakan, sangat menghargai berbagai bentuk apresiasi komentar dan rasa empati yang berkembang di masyarakat terkait kasus ini. Ia mengemukakan, tinggi rendahnya tuntutan terhadap terdakwa mempertimbagkan sejumlah hal.

"Berbagai macam persyaratan, baik itu mempertimbangkan dari sisi pelaku, sisi korban dan peran masing-masing para terdakwa termasuk latar belakang para terdakwa dan rasa keadilan di dalam masyarakat juga kami pertimbangkan," katanya saat konferensi pers di Kejagung pada Kamis (19/1/2023).

Ia juga mengemukakan, tuntutan bukan saja dilihat dari mensrea para terdakwa, tapi dilihat dari persamaannya dan perbedaannya peran masing-masing terdakwa yang terungkap di persidangan.

Dia melanjutkan, hal tersebut menjadi pertimbangan yang matang dalam menuntut para terdakwa sebagaimana dilakukan penuntut umum yaitu pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP ayat 1 ke-1 KUHP.

Kemudian sebagaimana hukum yang terungkap di persidangan, bahwa Ferdy Sambo sebagai terdakwa pelaku intelektual, telah dituntut dengan hukuman seumur hidup, karena memerintahkan terdakwa Richard Elieszer untuk mengeksekusi menghilangkan nyawa Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat guna menyempurnakan pembunuhan berencana sehingga terdakwa Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara.

Sementara terdakwa Putri Candrwathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal tidak secara langsung menyebabkan terjadinya penghilangan nyawa Brigadir Nofrianysah Yosua Hutabarat.

"Perbuatan Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Ricky Rizal sejak awal mengetahui rencana pembunuhan tersebut akan tetapi tidak berusaha mencegah atau menghalangi tindak pidana terjadinya tindak pidana pembunuhan berencana," ujarnya.

baca juga

Sementara terkait rekomendasi dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terhadap Richard untuk mendapatkan Justice Collaborator telah terakomodir dalam semua tuntutan.

"Sehingga terpidana mendapat tuntutan jauh lebih ringan dari terdakwa Ferdy Sambo. Terdakwa Richard adalah seorang bawahan yang taat pada atasan yang melakukan perintah yang salah dan menjadi eksekutor dalam pembunuhan berencana yang dimaksud sehingga pembunuhan berencana tersebut terlaksana dengan sempurna," ucapnya.

Namun, ia mengemukakan, terkait ketidakterkaitannya dalam posisi Justice Collaborator dengan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Sumedana menjelaskan, jika kasus pembunuhan berencana tidak termasuk dalam kasus yang diatur dalam pasal 28 ayat 2 huruf a UU No 31 Tahun 2015 tentang LPSK.

"Dalam UU dan surat edaran MA memang tidak secara tegas menjelaskan apakah pembunuhan berencana masuk dalam kategori yang harus diberikan Justice Collaborator. Kemudian diktum deliktum yang diberikan Richard, yakni sebagai pelaku utama, bukanlah sebagai penguat fakta hukum."

"Jadi dia bukan sebagai penguak yang pertama, justru keluarga korban. Tapi beliau sebagai pelaku utama sehingga tidak dapat dipertimbangkan juga untuk mendapatkan Justice Collaborator," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuntutan Jaksa ke Ferdy Sambo Cs Timbulkan Pro Kontra, Kejagung Ogah Disebut Polemik

Tuntutan Jaksa ke Ferdy Sambo Cs Timbulkan Pro Kontra, Kejagung Ogah Disebut Polemik

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 12:56 WIB

Ramai Soal Tuntutan 5 Terdakwa di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Jampidum: Ini Kewenangan Kami

Ramai Soal Tuntutan 5 Terdakwa di Kasus Pembunuhan Brigadir J, Jampidum: Ini Kewenangan Kami

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 12:18 WIB

Kecewa dengan JPU, Ini Deretan Pihak yang Tak Terima Bharada E Dituntut 12 Tahun

Kecewa dengan JPU, Ini Deretan Pihak yang Tak Terima Bharada E Dituntut 12 Tahun

News | Kamis, 19 Januari 2023 | 11:42 WIB

Terkini

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM

Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:01 WIB

Di Hadapan Mahasiswa, DPR Ungkap Anggaran MBG Bakal Diefisiensikan Rp70 Triliun

Di Hadapan Mahasiswa, DPR Ungkap Anggaran MBG Bakal Diefisiensikan Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:51 WIB

Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:46 WIB

Diangkut Mobil Tahanan ke RS Polri, Roy Suryo Bercelana Pendek, Dokter Tifa Berompi Oranye

Diangkut Mobil Tahanan ke RS Polri, Roy Suryo Bercelana Pendek, Dokter Tifa Berompi Oranye

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:45 WIB

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:31 WIB

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:17 WIB

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB