7 Pengakuan Sopir Audi A8 yang Jadi Tersangka: Bantah Tabrak Selvi Amelia, Bongkar Ciri-ciri Mobil Pelaku

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Minggu, 29 Januari 2023 | 09:49 WIB
7 Pengakuan Sopir Audi A8 yang Jadi Tersangka: Bantah Tabrak Selvi Amelia, Bongkar Ciri-ciri Mobil Pelaku
Sugeng, sopir Audi A8 yang dijadikan tersangka penabrakan terhadap Selvi Amelia di Cianjur, Jawa Barat. (YouTube/KOMPASTV)

Suara.com - Sopir Audi A8 yang dituduh menabrak mahasiswi Universitas Suryakencana Cianjur, Selvi Amelia Nuraini, membuat pengakuan. Ia mengatakan bahwa tudingan terhadapnya bahwa ia menabrak mahasiswi Cianjur hingga tewas tidak benar.

Ia memastikan kejadian tabrak lari pada Jumat (20/1/2023) itu bukan dilakukan olehnya.

"Saya adalah Sugeng, pengemudi dari mobil Audi A8 yang diberitakan selama ini. Saya mau mengklarifikasi tentang kejadian yang sebenar-benarnya," ujar sopir Audi A8 itu kepada wartawan, melansir video kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (29/1/2023).

Sebelumnya, beredar dugaan jika mobil Innova milik petinggi polisi yang menabrak Selvi. Namun, hal ini dibantah Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan yang berbalik menuding  pengemudi mobil Audi A8. Ia juga menyebut bahwa mobil itu memaksa masuk iring-iringan polisi.

Dari pengakuan sopir Audi A8 itu, diperoleh poin-poin penting terkait peristiwa yang menewaskan Selvi. Berikut informasinya.

Ada Izin Ikut Rombongan Polisi

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerobos dan memaksa masuk iring-iringan polisi. Padahal, hal itu, dilakukannya atas izin dari suami majikannya yang diketahui juga merupakan seorang anggota polisi.

"Diberitakan kan saya menerobos masuk iring-iringan, liar lah. Tidak pak, karena saya mengikuti yang depan," kata Sugeng kepada wartawan.

"Saya masuk iring-iringan, ikut iring-iringan, bukan saya masuk menerobos, bukan memaksa. Itu semua atas sepengetahuan bapak, suami daripada bos saya yang (mobilnya) saya bawa," imbuhnya.

Lihat Ada Dua Mobil Melaju

Sopir mobil Audi A8 itu menyatakan bahwa dirinya mengetahui korban yang saat itu mengendarai motor, oleng, seperti akan jatuh. Ia kemudian menepi untuk menghindari kecelakaan dan melihat ada dua mobil dari belakang yang melaju tanpa henti.

"Begitu mendekati TKP, saya jarak dua mobil di depan saya, saya melihat ada perempuan pakai motor udah oleng, entah pakai rem depan atau bagaimana, dia oleng seperti mau jatuh," ujar Sugeng.

"Dalam hitungan detik, karena jarak saya dekat dengan mobil depan (terhalang dua mobil), saya spontan, saya ke kiri, kendaraan saya itu, menghindar, belakang saya ini langsung melaju tanpa berhenti," imbuhnya.

Pelankan Kendaraan

Setelah mendengar ada suara tabrakan, Sugeng memelankan kendaraannya. Adapun alasannya, karena mobil itu adalah tanggung jawabnya. Jika lecet, tentu ia akan mengganti kerugian tersebut.

"Saya memelankan kendaraan karena terdengar suara," ujar Sugeng.

"Maksud saya memelankan kendaraan, ingin memeriksa karena saya adalah driver dan kendaraan itu tanggung jawab saya. Kalopun ada yang lecet pun saya yang nantinya ganti rugi pada bos. Apalagi saya baru kerja satu minggu," lanjutnya menjelaskan.

Sugeng juga membeberkan kecepatan mobil yang ia gunakan saat itu. Ia mengaku hanya menggunakan kecepatan di bawah 40 atau 30 km/jam. Sebab, kondisi jalanan disebutnya tengah padat dan macet.

"Saya memelankan kendaraan, bukan berhenti, itu saya kecepatan di bawah 40, 30 km/jam karena kondisi ramai dan padat. Macet lah. Nggak mungkin saya kecepatan di atas 50 apalagi 80," terangnya.

Warga Sekitar Mengejar

Dikarenakan memelankan kendaraannya, para warga mengejar mobil yang dibawa Sugeng. Begitu sopir itu turun, mereka langsung marah-marah, menuduhnya sebagai pelaku yang menabrak korban, hingga meminta pertanggungjawabam.

"Saya pelan, jarak sekitar 1 km, di sebelah kiri warga banyak yang mengejar. Karena saya membawa majikan bos dan ada anak kecil, saya kooperatif berhenti memarkirkan mobil. Saya reflek ambil handphone, saya rekam video, saya turun dari mobil," tutur Sugeng.

"Orang tersebut langsung marah-marah dan menuduh saya lah pelakunya. Katanya 'pak itu helmnya hancur, bapak harus tanggung jawab' bla bla bla segala macem lah," sambungnya.

Klarifikasi ke Warga

Tidak terima dengan tuduhan para warga, Sugeng menjelaskan bahwa bukan ia yang menabrak korban. Ia meminta warga memeriksa mobilnya dan membuktikan apakah yang dituduhkan kepadanya itu benar.

"Karena saya menjaga emosi masyarakat yang notabene langsung nge-judge, saya ajak untuk membuktikan, saya terangkan 'pak, bapak bapak semua, ini mobil yang saya kemudikan adalah mobil sedan audi'," ungkap Sugeng.

"Ceper pak rendah banget, kita cek dulu deh apakah betul yang bapak tuduhkan kepada saya, saya menabrak si korban, bapak cek, semua dicek pak," sambungnya mengulangi ucapannya saat itu.

Setelahnya, warga pun meminta maaf kepada Sugeng karena sudah salah paham. Ia pun dipersilahkan melanjutkan perjalanan dan melaju seperti biasa karena memang tidak melakukan penabrakan. Saat itu, ia mengemudi masuk ke tol Padalarang.

"Pengejar ini meminta maaf, 'maaf pak saya salah paham, saya salah kejar mobil, silahkan melanjutkan perjalanan. saya merasa tidak melakukan penabrakan, saya berjalan seperti biasa. dan jarak dari lokasi tkp itu, saya masuk tol Padalarang," tambahnya.

Sebut Ciri Mobil Penabrak Selvi

Sugeng kembali menegaskan jika ia pelakunya, tidak mungkin saat dikejar oleh warga, dirinya akan berhenti. Biasanya, menurut sopir Audi itu, pelaku akan kabur.

"Kalo iya saya pelaku, (ketika) saya udah dikejar, tancap gas. Saya nggak mungkin berhenti," tuturnya.

Ia kemudian ditanya soal mobil yang menabrak korban. Sugeng menjawab kendaraan itu berwarna hitam. Sementara informasi plat nomor dan warnanya, ia mengaku tidak mengetahuinya karena sedang fokus berkendara ikut iring-iringan.

"Setahu saya hitam, kalau jenis saya kurang tahu karena saya lagi mengemudi, fokus ikut iring-iringan. (Plat nomor dan warna platnya) saya tidak tahu," kata Sugeng.

Meski begitu, ia memastikan bahwa mobil itu dari kepolisian. Namun, ia tidak tahu apakah kendaraan yang dimaksud termasuk rombongan atau bukan. Sugeng juga mengaku hanya melihat seperti lampu (sirine), tetapi tidak ada suaranya.

"Yang saya tahu itu mobil warna hitam, soal itu satu rombongan atau tidak, saya tidak tahu. Yang jelas itu mobil dari kepolisian," ungkapnya.

"Sirine saya tidak dengar, tapi ada lampu lah," imbuh Sugeng.

Ia juga mengaku di awal mobilnya yang ada di belakang, namun mendadak ada dua mobil hitam yang melaju dari belakang.

"Awalnya saya paling belakang, tiba tiba ada dua mobil melaju."

Awalnya Berjalan Sendiri

Sugeng ditanya darimana mulai ikut rombongan polisi. Ia mengaku dari rumah makan Alam Sunda, namun saat itu masih berjalan sendiri. Lalu mendadak ada rombongan dan majikannua yang sedang menelepon suaminya meminta ikut.

"Dari rumah makan Alam Sunda, itu saya masih tunggal (belum masuk rombongan), bos saya komunikasi dengan bapak yang lagi makan disitu. Tiba-tiba, ada lah rombongan itu. Karena ibu lagi komunikasi dengan bapak, saya di belakang (disuruh) mengikuti, biar cepat mungkin, ya," jelas Sugeng.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Polisi Tetapkan Sopir Audi A8 Buron Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur: Dia Coba Kaburkan Fakta

Alasan Polisi Tetapkan Sopir Audi A8 Buron Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur: Dia Coba Kaburkan Fakta

News | Minggu, 29 Januari 2023 | 09:21 WIB

Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur, Sopir Audi A8 Jadi Tersangka Dan Berstatus DPO!

Kasus Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur, Sopir Audi A8 Jadi Tersangka Dan Berstatus DPO!

News | Minggu, 29 Januari 2023 | 09:00 WIB

Berkaca dari Insiden Mahasiswi Cianjur, Ini Alasan Kita Harus Mengalah saat Ada Konvoi di Jalan

Berkaca dari Insiden Mahasiswi Cianjur, Ini Alasan Kita Harus Mengalah saat Ada Konvoi di Jalan

News | Sabtu, 28 Januari 2023 | 19:18 WIB

Mengaku Istri Polisi, Siapa Pemilik Audi A8 yang Ikut Iring-iringan dan Tewaskan Mahasiswi Cianjur?

Mengaku Istri Polisi, Siapa Pemilik Audi A8 yang Ikut Iring-iringan dan Tewaskan Mahasiswi Cianjur?

News | Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:48 WIB

Kejanggalan Kasus Tabrak Lari Selvi Amalia, Pelakunya Supir Audi A8 atau Innova Polisi?

Kejanggalan Kasus Tabrak Lari Selvi Amalia, Pelakunya Supir Audi A8 atau Innova Polisi?

News | Sabtu, 28 Januari 2023 | 15:34 WIB

Soal Tabrak Lari Selvi Amalia Nuraeni, Ini Keterangan Versi Polisi

Soal Tabrak Lari Selvi Amalia Nuraeni, Ini Keterangan Versi Polisi

Video | Minggu, 29 Januari 2023 | 07:00 WIB

Terkini

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB