Siapa Frank Hoogerbeets? Peneliti yang Ramal Gempa Turki 3 Hari Sebelumnya

Rifan Aditya | Suara.com

Kamis, 09 Februari 2023 | 07:51 WIB
Siapa Frank Hoogerbeets? Peneliti yang Ramal Gempa Turki 3 Hari Sebelumnya
Cuitan prediksi gempa - ilustrasi siapa Frank Hoogerbeets. (Twitter/@hogrbe)

Suara.com - 3 hari sebelum bencana mematikan, Frank Hoogerbeets, seorang pria mengunggah cuitan tentang gempa besar yang akan terjadi di Turki. Lalu siapa Frank Hoogerbeets dan bagaimana ia bisa meramal dengan tepat?

Merangkum laman News18, Frank Hoogerbeets menulis di Twitter tentang gempa berkekuatan 7,5 M yang akan melanda sekitar Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, dan Lebanon. 

Solar System Geometry Survey (SSGS), organisasi tempatnya bekerja, juga mengunggah cuitan serupa pada 2 Februari 2023.

“Aktivitas seismik yang lebih besar mungkin terjadi dari 4 hingga 6 Februari, kemungkinan besar hingga magnitudo menengah atau tinggi. Ada sedikit kemungkinan aktivitas seismik yang lebih besar sekitar 4 Februari.”

Seperti yang kita ketahui, gempa Turki dan Suriah membuat banyak orang tersentak karena guncangannya yang begitu besar sehingga meratakan gedung-gedung tinggi.

Saat cuitan itu diunggah, tak ada yang memperhatikan dan bahkan hanya dianggap sebagai prediksi tak berdasar.

Namun kini, setelah terjadi gempa berkekuatan 7,8 SR di Turki dan Suriah pada 6 Februari 2023, Frank Hoogerbeets dan ramalannya menjadi viral.

Siapa Frank Hoogerbeets

Frank Hoogerbeets adalah peneliti Belanda di Solar System Geometry Survey (SSGS). Lembaga penelitian ini bekerja memantau geometri antara benda langit dan Bumi kemudian menghubungkannya dengan aktivitas seismik.

Inilah satu-satunya alasan ilmiah yang dapat dijelaskan NASA di balik gempa bumi di halaman resminya:

“Kerak bumi retak menjadi lempeng tektonik yang terus-menerus bergeser saat mereka melayang di sekitar lapisan mantel yang kental, atau mengalir perlahan, di bawah kerak atas yang padat. Gerakan tanpa henti ini menyebabkan tekanan pada kerak bumi di mana ketika itu menjadi terlalu besar, dapat menyebabkan retakan yang disebut patahan. Saat lempeng tektonik bergerak, hal itu juga menyebabkan pergerakan pada patahan. Gempa bumi adalah pergerakan tiba-tiba kerak bumi pada garis patahan.” 

Frank Hoogerbeets prediksi gempa Turki 3 hari sebelum kejadian. (Foto: IST)
Frank Hoogerbeets prediksi gempa Turki 3 hari sebelum kejadian. (Foto: IST)

Namun, Frank Hoogerbeets tidak sepenuhnya mempercayai teori itu. Menurutnya, "gempa bumi dipengaruhi oleh keberpihakan planet." Dia bahkan men-tweet teori ini sambil menjelaskan prediksinya tentang gempa bumi di Turki dan Suriah.

Sementara Frank Hoogerbeets dan organisasinya SSGS percaya bahwa gempa bumi dapat diprediksi sampai batas tertentu, sebagian besar komunitas ilmiah percaya bahwa prediksi yang akurat tidak mungkin dilakukan. 

Beberapa seismolog juga men-tweet di bawah tweet Frank Hoogerbeets menjelaskan bagaimana gempa bumi terjadi dan mengapa tidak dapat diprediksi.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS (United States Geological Survey), gempa bumi tidak dapat diprediksi sepenuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Terkini Korban Gempa Turki-Suriah, 12.000 Jiwa Meninggal

Update Terkini Korban Gempa Turki-Suriah, 12.000 Jiwa Meninggal

News | Kamis, 09 Februari 2023 | 07:26 WIB

Pemerintah Indonesia Kirim Basarnas untuk Bantu Gempa Turki

Pemerintah Indonesia Kirim Basarnas untuk Bantu Gempa Turki

Video | Kamis, 09 Februari 2023 | 05:00 WIB

WNI Asal Bali dan Keluarganya Tewas Akibat Gempa Turki

WNI Asal Bali dan Keluarganya Tewas Akibat Gempa Turki

| Rabu, 08 Februari 2023 | 23:27 WIB

Terkini

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:09 WIB

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:54 WIB

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:35 WIB

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:58 WIB

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:47 WIB

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:30 WIB