Ngaku Korban Perampokan, 4 Fakta Ini Terungkap dari Rekonstruksi Kasus Bripda HS Bunuh Sopir Taksi

Agatha Vidya Nariswari

Jum'at, 17 Februari 2023 | 10:55 WIB
Ngaku Korban Perampokan, 4 Fakta Ini Terungkap dari Rekonstruksi Kasus Bripda HS Bunuh Sopir Taksi
Bripda HS alias Haris Sitanggang anggota Densus 88 Antiteror Polri menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap supir taksi online yang digelar Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (16/2/2023). [Suara.com/M. Yasir]

Suara.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi dugaan pembunuhan oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Bripda HS terhadap pengemudi sopir taksi online asal Bekasi, Sony Rizal Taihitu (59). Rekonstruksi itu dilakukan di Markas Polda Metro Jaya pada Kamis (16/2/2023) bukan di tempat kejadian perkara (TKP) Depok, Jawa Barat karena TKP terdiri dari beberapa lokasi.

Ada 37 adegan rekonstruksi sebagai rangkaian peristiwa sebelum kejadian, saat kejadian dan pasca kejadian hingga HS ditangkap polisi. Simak fakta yang terungkap dalam rekonstruksi kasus Bripda HS bunuh sopir taksi online berikut ini.

1. Keliling Naik Transjakarta Cari Target

Dalam reka adegan, Bripda HS menggunakan seragam tahanan warna orange dan celana pendek putih. Dari informasi yang dibacakan tim penyidik saat melakukan rekonstruksi, Bripda HS sempat berkeliling menggunakan bus Transjakarta ke arah Blok M beberapa hari sebelum melakukan pembunuhan.

Hal itu dilakukan Bripda HS untuk memantau situasi di jalan sekaligus mengincar mobil yang akan dicuri. Namun, dia hanya berkeliling dari satu halte ke halte lainnya dan berakhir di terminal Kampung Rambutan.

Pada Sabtu (21/1/2023), Bripda HS mendapat telepon dari pihak keluarga yang berada di Jambi. Setelahnya dia menghampiri beberapa mobil taksi online yang sedang ngetem seakan ingin menyewa. Ia melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali berulang-ulang.

Diketahui, Sony Rizal Taihitu yang merupakan warga Bekasi itu tewas dengan sejumlah luka tusuk pada Senin (23/1/2023) di Depok, Jawa Barat. Pihak keluarga korban meyakini Bripda HS beraksi merampok dan membunuh Sony tidak sendirian yang diketahui dari CCTV.

2. Bersihkan Darah di Masjid

Bripda HS kembali ke Terminal Kampung Rambutan untuk mengambil motornya usai menghabisi Sony. Sebelum ke terminal Kampung Rambutan, pada Senin (23/1) dini hari, Bripda HS membunuh Sony dengan cara ditusuk memakai pisau beberapa kali. 

baca juga

Pembunuhan itu menyebabkan darah Sony mengenai wajah dan baju Bripda HS. Alhasil Bripda HS membasuh bajunya di musala yang berlokasi di sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Ia juga membersihkan darah Sony yang ada di wajahnya di toilet masjid.

Dengan kondisi baju basah, Bripda HS pergi dengan naik angkot ke arah Terminal Kampung Rambutan. Dia ke sana untuk mengambil motornya.

3. Ngaku Jadi Korban Perampokan

Setibanya di terminal Kampung Rambutan, Bripda HS bercerita pada penjaga warung bahwa dia menjadi korban perampokan. Hal itu membuat penjaga warung iba sehingga memberikan uang Rp 20 ribu dan kaus pada Bripda HS.

Setelah itu Bripda HS pergi ke rumah pamannya di Puri Persada Cibarusah, Bekasi Timur. Uang yang diberikan ibu penjaga warung ternyata tak digunakan untuk menaiki kendaraan umum. Ia lebih memilih menumpang beberapa truk dan mobil pikap hingga tiba di Bekasi.

4. Sempat Balik ke Mobil Korban

Dari rekonstruksi terungkap Bripda HS sempat kembali menghampiri Sony yang ditusuknya setelah kabur. Hal itu karena tas berisi barang pribadinya tertinggal di dalam mobil.

Terungkap Bripda HS keluar dari mobil usai menikam Sony dengan maksud mengambil alih kemudi. Sony yang sudah ditusuk lantas mengunci pintu sebelum Bripda HS masuk kembali ke dalam mobil. Bripda HS yang tak bisa membuka pintu mobil secara paksa kemudian berlari meninggalkan ke luar perumahan korban dan mobilnya.

Setelah itu, Bripda HS baru ingat bahwa tas berisi barang-barang pribadinya, termasuk kartu identitas dan kartu tanda anggota (KTA) Polri miliknya yang masih berada di dalam mobil korban. Ia pun kembali mendekati mobil Sony untuk mengambil barang-barangnya.

Korban yang sudah tak berdaya itu lantas membunyikan klakson mobilnya berkali-kali untuk membuat Bripda HS panik dan kembali melarikan diri.

"Saat itu korban membunyikan klaksonnya berkali-kali. Hal itu membuat Bripda HS panik dan berlari ke luar perumahan," kata penyidik.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahuan! Ini Aksi Sebenarnya Oknum Densus 88 Antiteror Polri Usai Sikat Nyawa Sony

Ketahuan! Ini Aksi Sebenarnya Oknum Densus 88 Antiteror Polri Usai Sikat Nyawa Sony

Serang | Kamis, 16 Februari 2023 | 23:52 WIB

Bripda Haris Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online, Sempat Tipu Penjaga Warung Demi Kabur ke Bekasi

Bripda Haris Densus 88 Bunuh Sopir Taksi Online, Sempat Tipu Penjaga Warung Demi Kabur ke Bekasi

News | Kamis, 16 Februari 2023 | 22:25 WIB

Nikita Mirzani Ultimatum Keluarga Brigadir J bak Tak Terima Ferdy Sambo Divonis Mati, Kehilangan Backingan?

Nikita Mirzani Ultimatum Keluarga Brigadir J bak Tak Terima Ferdy Sambo Divonis Mati, Kehilangan Backingan?

Metro | Kamis, 16 Februari 2023 | 20:59 WIB

Pilu! Adik Brigadir J Tulis Pesan Menyentuh Pasca Vonis 1,5 Tahun Bharada Eliezer

Pilu! Adik Brigadir J Tulis Pesan Menyentuh Pasca Vonis 1,5 Tahun Bharada Eliezer

Your Say | Kamis, 16 Februari 2023 | 20:20 WIB

Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online: Bripda HS Sempat Keliling Jakarta Cari Sasaran

Kasus Pembunuhan Driver Taksi Online: Bripda HS Sempat Keliling Jakarta Cari Sasaran

Jakarta | Kamis, 16 Februari 2023 | 20:20 WIB

Terkini

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Pelajaran Kartu Merah Thom Haye: Timnas Butuh Kurikulum VAR

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 07:15 WIB

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52:48, Berapa yang Harus Dibayar Jemaah?

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

4 Shio yang Diprediksi Beruntung Urusan Pekerjaan dan Keuangan 30 September 2026

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 07:09 WIB

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

Perang Modern Butuh Teknologi, Bukan Komcad! Pemerintah Salah Arah dan Boros Anggaran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 07:00 WIB

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

5 Tips Feng Shui untuk Menarik Kekayaan dan Kemakmuran, Bisa Dicoba di Rumah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 06:44 WIB

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

Lansia Tembus 34 Juta Jiwa! Pelayanan Sosial Perlu Diubah, Jangan Cuma Jadi Objek Bansos

News | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Leo/Daniel Raih Emas Ganda Putra Asian Games 2026

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

×