Perang Ukraina Memanas, Pejabat AS Sebut China Pertimbangkan Kirim Senjata ke Rusia

M Nurhadi

Senin, 27 Februari 2023 | 08:52 WIB
Perang Ukraina Memanas, Pejabat AS Sebut China Pertimbangkan Kirim Senjata ke Rusia
Patroli tentara Rusia di Mariupol Ukraina. (Foto: AFP)

Suara.com - Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan memperingatkan potensi konsekuensi serius jika China mengirim senjata ke Rusia di tengah konflik Ukraina.

"Akan ada konsekuensi yang harus ditanggung China," kata Sullivan dalam wawancara State of the Union CNN yang dikutip via reuters.

Sementara, dalam wawancara dengan ABC di program 'The Week', ia menyebut, China belum mengirimkan bantuan itu, tetapi juga belum mengesampingkan opsi tersebut.

"Pejabat AS telah memperingatkan pejabat China dalam forum tertutup tentang akibat yang akan ditanggung jika mengirimkan senjata ke Rusia," kata Sullivan.

Meski demikian, ia enggan menjelaskan lebih jauh tentang pembicaraan tertutup itu. NATO dan AS berkali-kali telah memperingatkan China tentang hal itu dalam beberapa hari terakhir.

Mereka meyakini, China tengah mempertimbangkan untuk memberikan peralatan mematikan kepada Rusia.

"Kami yakin bahwa pemimpin China sedang mempertimbangkan bantuan peralatan mematikan. Kami juga belum melihat keputusan final sudah dibuat (China), dan kami belum melihat bukti adanya pengiriman peralatan mematikan," kata Direktur CIA William Burns dalam program "Face the Nation" di CBS, Minggu (26/2/2023).

Secara terpisah, anggota DPR AS dari Partai Republik Michael McCaul, yang mengetuai Komite Urusan Luar Negeri, mengatakan, intelijen AS menunjukkan bahwa drone termasuk di antara senjata mematikan yang dipertimbangkan China untuk dikirim ke Rusia.

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy di Kiev, Senin lalu dan menjanjikan bantuan baru bagi Ukraina senilai 500 juta dolar (sekitar Rp7,6 triliun).

baca juga

Pekan lalu menandai satu tahun invasi Rusia di Ukraina yang disebut oleh Moskow sebagai "operasi militer khusus".

AS sejauh ini telah menjadi pemasok bantuan militer terbesar ke Ukraina untuk membantu negara itu melawan pasukan Rusia yang peralatannya lebih baik.

Ukraina bersiap menghadapi serangan besar-besaran dari Rusia dalam waktu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 461 Anak Tewas Selama Perang Ukraina-Rusia Berlangsung

Sebanyak 461 Anak Tewas Selama Perang Ukraina-Rusia Berlangsung

Joglo | Sabtu, 25 Februari 2023 | 19:24 WIB

Peringati Satu Tahun Perang Ukraina, Amerika Hadiahi Rusia Sanksi Tambahan

Peringati Satu Tahun Perang Ukraina, Amerika Hadiahi Rusia Sanksi Tambahan

Joglo | Sabtu, 25 Februari 2023 | 11:05 WIB

Peringatan 1 Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Ini 3 Pembelajaran yang Bisa Dipetik

Peringatan 1 Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Ini 3 Pembelajaran yang Bisa Dipetik

Your Say | Jum'at, 24 Februari 2023 | 11:04 WIB

Tanpa Make Up, Artis Ukraina Dicegat di Bandara

Tanpa Make Up, Artis Ukraina Dicegat di Bandara

Ponorogo | Jum'at, 24 Februari 2023 | 09:51 WIB

5 Negara Pendukung Militer Ukraina, Amerika Serikat Nomor Satu

5 Negara Pendukung Militer Ukraina, Amerika Serikat Nomor Satu

News | Jum'at, 24 Februari 2023 | 08:29 WIB

Alasan Paludan Bakar Al Quran di Swedia, Disinggung soal Perang Rusia - Ukraina?

Alasan Paludan Bakar Al Quran di Swedia, Disinggung soal Perang Rusia - Ukraina?

Soreang | Kamis, 23 Februari 2023 | 12:00 WIB

Terkini

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

×