Rieke Diah Pitaloka: Kasus Penganiayaan David Buka Kotak Pandora Hitam Kekerasan Simbolik Negara

Kamis, 02 Maret 2023 | 16:40 WIB
Rieke Diah Pitaloka: Kasus Penganiayaan David Buka Kotak Pandora Hitam Kekerasan Simbolik Negara
Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menuturkan kasus penganiayaan yang dialami Cristalino David Ozora Latumahina oleh anak pejabat pajak, Mario Dandy Satriyo telah membuka kekerasan simbolik yang dilakukan negara.

"Kasus terhadap David ini, karena David, bagi saya membuka kotak-kota pandora hitam tentang bagaimana kekerasan simbolik yang bekerja melalui bahasa dan angka itu berjalan," kata Rieke kepada Suara.com, Kamis (2/3/2023).

Menurutnya, kekerasan simbolik yang dilakukan negara justru selama ini jarang mendapat perhatian publik.

Bahkan, kekerasan simbolik negara itu tercermin dari rekayasa kepemilikan harta ayah Mario Dandy, Rafael Alun Trisambodo yang sempat bertugas di Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Jakarta Selatan.

"Itu berjalan tanpa pernah mendapatkan pantauan kita semua, seperti digeser pada kasus kekerasan pidana fisiknya. Tetapi kekerasan simboliknya yaitu permainan angka-angka tadi, tidak berhenti di orang Dirjen Pajak," sambungnya.

Tak hanya itu, Rieke juga memaparkan bagaimana kekerasan simbolik negara lewat kata-kata ini dilakukan oleh unsur legislatif di pemerintahan melalui produk peraturan.

"Permainan katanya di mana, permainan katanya di produk legislasi, produk undang-undang yang kemudian disahkan karena ini negara hukum," tutur Rieke.

Tak Hanya soal Kekerasan Pidana

Sebelumnya, Rieke menyebut unsur kekerasan dalam kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy tidak hanya meliputi kekerasan pidana. Ada kekerasan lain yang dia sorot dalam perkara ini, yakni kekerasan simbolik negara.

Baca Juga: Terungkap Kepemilikan Jeep Rubicon Mario Dandy, Milik Ahmad Saefudin yang Tinggal di Gang kawasan Mampang

"Hal ini juga bagi saya pribadi merupakan cermin balik ke kekerasan negara yang melakukan," ujar Rieke saat dihubungi, Kamis (2/3/2023).

Menurut Rieke, terkait kasus Mario, negara juga ikut melakukan kekerasan melalui simbol bahasa dan angka. Dalam hal ini, Rieke menyinggung perihal jabatan yang sempat diemban oleh Ayah Mario, Rafael Alun Trisambodo di Direktorat Jenderal (Dirjen) Perpajakan.

"Bagaimana kekerasan simbolik negara bekerja melalui permainan angka-angka dalam hal ini Dirjen Pajak misalnya," tutur Rieke.

Rafael, kata Rieke, diduga menjadi sosok 'negara' yang telah melakukan kekerasan secara simbolik lewat permainan angka-angka.

"Ketika seseorang di Dirjen Pajak melakukan manipulasi terhadap kekayaannya. Ditelusuri lagi tentu kekayaan terindikasi kuat," jelas Rieke.

Harta Tak Kasat Mata Ayah Mario

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI