Tidak Berpihak Produk Kereta dalam Negeri, Anggota DPR Salahkan PT KCI: Mental Tukang Impor

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Senin, 06 Maret 2023 | 18:18 WIB
Tidak Berpihak Produk Kereta dalam Negeri, Anggota DPR Salahkan PT KCI: Mental Tukang Impor
Anggota DPR RI Andre Rosiade salahkan PT KCI. [Dok.Covesia.com]

Suara.com - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengkritik rencana PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk impor 10 set kereta. Andre menilai rencana itu menandakan KCI hanya bermental impor tanpa ada perencanaan yang jelas.

Diketahui impor kereta itu dilakukan untuk menggantikan sejumlah kereta yang akan dipensiunkan pada tahun ini. Merujuk permasalahan demikian, Andre mengatakan seharusnya KCI dapat berencana jauh hari untuk memesan kereta buatan dalam negeri yang diproduksi PT INKA (persero), bukan malah impor.

"Tapi tenyata tidak dilakukan oleh mereka. Malah mereka memesan mengimpor memesan impor barang. Menurut saya ini mereka tidak punya perencanaan," kata Andre dihubungi, Senin (6/3/2023).

Di sisi lain, Andre melihat kurangnya keberpihakan KCI terhasap produk lokal, dalam hal ini kereta poduksi INKA.

"Seharusnya kalau emang ingin membeli dan butuh, direncanakan dong. Kan dia sudah tahu 2023 barangnya harus diganti. Jadi ini memang mentalnya dugaan saya mentalnya mental tukang impor. KCI ini dugaan saya memang mental tukang impor," kata Andre.

Dalam kasus ini, Andre menegaskan kesalahan ada di KCI karena tidak memiliki perencanaan jauh hari.

"Seharusnya kalau sudah tahu mereka rencanain dong dari 2021. Ini tidak, berarti kesalahan itu di KCI," kata Andre.

INKA sendiri menurut dia tidak bisa disalahkan, dalam pemesanan kereta tentu memikiki jangka waktu. Bukan hari ini pesan, besok langsung jadi.

"Jadi ngapain saja lu. Kalau lu memang butuh 2023 kenapa lu nggak pesen dari jauh-jauh hari? Emang bikin kacang goreng? Ini emang INKA itu pabrik kacang goreng hari ini pesan terus besok ada?" kata Andre.

baca juga

Dikritik Luhut

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sangat menyayangkan praktik impor kereta api listrik bekas dari Jepang. Luhut berpendapat seharusnya PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membuat perencanaan untuk tidak melakukan impor.

"Dulu impor barang bekas, masa sekarang mau impor barang bekas lagi? Jadi kita bilang kenapa enggak buat perencanaan untuk tidak impor," kata Luhut di Kantor Menko Marves, dikutip dari RRI Sabtu (04/03/23).

Luhut mengaskan ada baiknya praktik impor dikurangi dan beralih ke produk dalam negeri. Meskipun harga KRL baru mahal, namun setidaknya perputaran uang terjadi di dalam negeri.

"Memang mungkin sedikit lebih mahal, Tapi uangnya berputar dalam negeri," ujar Luhut.

Selain itu Luhut juga mengatakan bahwa kegiatan impor barang boleh dilakukan apabila industri dalam negeri tidak mampu memproduksi barang baru. Namun, karena waktu yang tidak memungkinkan, sebelum impor pemerintah akan meminta BPKP mengaudit secara mendalam agar tidak terjadi penyimpangan.

"Kita mau kirim BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk melakukan audit dulu barangnya. Jadi nggak dibeli dari tangan ketiga, nanti harganya supaya harga yang benar," ujar Luhut.

PT. KCI sendiri belum mendapatkan persetujuan dari Kemenperin untuk impor Kerta Api Listrik bekas. Padahal, PT. KCI harus mencari pengganti 10 set kereta api Jabodetabek yang akan dipensiunkan pada 2023.

Rencana impor oleh PT. KCI itu belum dapat ditindaklanjuti dengan pertimbangan pada fokus pemerintah meningkatkan produksi dalam negeri serta substitusi impor melalui program Peningkatan Pengguna Produk Dalam Negeri (P3DN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Menelan Imbas Polemik Impor KRL dari Jepang, Anker: Kenapa Nggak Diantisipasi Dari Dulu?!

Ikut Menelan Imbas Polemik Impor KRL dari Jepang, Anker: Kenapa Nggak Diantisipasi Dari Dulu?!

News | Senin, 06 Maret 2023 | 17:39 WIB

Derita 'Anker' Menjelang Puluhan Rangkaian KRL Dipensiunkan: Makin Lama Nunggu, Harus Tahan Banting Demi Berdesakan

Derita 'Anker' Menjelang Puluhan Rangkaian KRL Dipensiunkan: Makin Lama Nunggu, Harus Tahan Banting Demi Berdesakan

News | Senin, 06 Maret 2023 | 16:40 WIB

Impor Sepatu Bekas Bakal Makin Sulit

Impor Sepatu Bekas Bakal Makin Sulit

Tantrum | Senin, 06 Maret 2023 | 10:51 WIB

Sayangkan KCI Impor KRL Bekas, Luhut Lebih Setuju Produk Baru Buatan Dalam Negeri

Sayangkan KCI Impor KRL Bekas, Luhut Lebih Setuju Produk Baru Buatan Dalam Negeri

Linimasa | Sabtu, 04 Maret 2023 | 12:40 WIB

Polemik Impor Kereta Bekas, 2 Menteri Jokowi Rapat Hari Ini

Polemik Impor Kereta Bekas, 2 Menteri Jokowi Rapat Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 03 Maret 2023 | 14:48 WIB

Terkini

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:13 WIB

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

×