Fraksi PKS Sebut Pemerintah Hobi Impor Kereta Bekas; Menteri BUMN Jangan Import Minded

Chandra Iswinarno

Rabu, 08 Maret 2023 | 15:27 WIB
Fraksi PKS Sebut Pemerintah Hobi Impor Kereta Bekas; Menteri BUMN Jangan Import Minded
Ilustrasi KRL Bekas yang tak terpakai. [Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Menanggapi kontroversi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mengupayakan melakukan pengadaan kereta bekas dengan cara melakukan impor dari Jepang. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengeluhkan pemerintah yang malas memperkirakan jumlah kebutuhan rangkaian kereta api nasional.

Selain itu, sistem perencanaan pemerintah terkait pengelolaan dan pengembangan perkeretaapian juga dianggap kacau. Lantaran, pemerintah lebih suka mengandalkan impor untuk pengadaan kereta. Mulyanto memberikan kritik kebijakan impor kereta bekas.

"Harusnya ada perencanaan yang matang berupa roadmap kebutuhan kapasitas KRL dan kemampuan pengadaannya secara domestik. Sehingga match antara kebutuhan PT KCI dengan kemampuan produksi PT INKA,” tegas Mulyanto seperti dikutip Warta Ekonomi-jaringan Suara.com.

Terkait wacana impor kereta bekas dari Jepang, Mulyanto kemudian menyenggol Menteri BUMN yang seharusnya bisa menggandalkan PT INKA untuk memasok kereta, bukan dengan impor kereta listrik, apalagi kereta listrik bekas.

"Menteri BUMN jangan import minded. Sayang kalau devisa kita terkuras terus dan kapabilitas industri dalam negeri tidak dioptimalkan," ujarnya.

Mulyanto juga sangat menyayangkan rencana impor ini dan mempertanyakan bagaimana industri dalam negeri maju kalau masih menggunakan sistem impor barang.

Ia menegaskan bahwa pemerintah lebih fokus menggunakan dana APBN untuk mensubsidi kendaraan pribadi seperti mobil listrik.

"Perhatian pemerintah pada peningkatanan kualitas layanan transportasi publik masih lemah. Ini bisa kita lihat dari postur APBN kita yang lebih banyak digunakan untuk mensubsidi pemilik kendaraan pribadi daripada untuk memperbaiki jumlah dan kualitas layanan transportasi publik," katanya.

Mulyanto juga menegaskan, pemerintah kurang memberikan perhatian mengenai peningkatan kualitas layanan transportasi umum, dan apakah pantas alat transportasi umum tersebut dipergunakan untuk masyarakat, jika kondisi transportasi umum yang tidak sesuai dengan standar.

baca juga

Hal menjadi menjadi beban tugas bagi pemerintah daerah dan swasta, yang mana seharusnya juga menjadi tugas pemerintahan.

"Coba bandingkan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur KRL dengan subsidi mobil listrik atau kereta cepat Jakarta-Bandung. Harusnya kan pemerintah lebih memperhatikan kualitas layanan transportasi publik, ketimbang subsidi untuk pembelian mobil listrik pribadi bagi orang yang mampu," ujar Mulyanto.

Kontributor : Latifah Melyani

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simalakama Impor Kereta Bekas KCI: Impor Salah, Tak Impor Penumpang Terlantar

Simalakama Impor Kereta Bekas KCI: Impor Salah, Tak Impor Penumpang Terlantar

News | Rabu, 08 Maret 2023 | 10:29 WIB

Ketar-ketir Penumpang, Puluhan Kereta Tua Masuk Kandang

Ketar-ketir Penumpang, Puluhan Kereta Tua Masuk Kandang

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 22:48 WIB

Opsi Alternatif Pemerintah Jika Impor KRL Bekas dari Jepang Dibatalkan

Opsi Alternatif Pemerintah Jika Impor KRL Bekas dari Jepang Dibatalkan

News | Selasa, 07 Maret 2023 | 17:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×