Opsi Alternatif Pemerintah Jika Impor KRL Bekas dari Jepang Dibatalkan

M Nurhadi Suara.Com
Selasa, 07 Maret 2023 | 17:15 WIB
Opsi Alternatif Pemerintah Jika Impor KRL Bekas dari Jepang Dibatalkan
Penumpang menunggu kedatangan Kereta Api di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah belum memutuskan apakah impor kereta rel listrik (KRL) bakal dibatalkan atau dilanjutkan. Di tengah polemik ini, beberapa pihak mengusulkan opsi lain jika impor KRL bisa dibatalkan atau setidaknya dikurangi. 

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan ada opsi penerapan hybrid dalam mengatasi kebutuhan trainset atau rangkaian kereta, yakni dengan tetap mengimpor kereta dengan jumlah terbatas dan juga melakukan retrofit, yakni penambahan teknologi atau fitur baru pada kereta yang sudah ada saat ini.

Dia menambahkan kebijakan importasi harus mempertimbangkan keseimbangan antara penggunaan industri dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, dan pelayanan transportasi publik.

"Importasi tetap ada dalam opsi, walaupun tidak prioritas (apalagi barang bekas). Kebijakan bisa berupa retrovit atau gabungan antara retrovit dan importasi," kata Menperin dikutip Selasa (7/3/2023). Dia menegaskan, rencana impor seharusnya direncanakan secara matang sehingga tidak mengganggu kelangsungan industri dalam negeri. 

Opsi lain juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku anak perusahaan PT KAI (Persero) sudah terlalu bergantung kepada impor KRL bekas asal Jepang.

"KRL bekas sudah dimulai sejak 23 tahun yang lalu. Selama itu pula, PT KAI/KCJ/KCI belum pernah membeli/investasi KRL baru sendiri, satu trainset pun," tegasnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (5/3/2023).

Guna mengurangi kebutuhan impor, dia menyarankan porsi KRL bekas yang didatangkan dari Jepang tiap tahunnya bisa mengecil. Digantikan oleh KRL produksi INKA yang seterusnya bisa lebih digenjot.

"Sebaiknya, jika kebutuhan PT KCI 10 trainset per tahun, maka diadakan KRL bekas 8 trainset, baru dari INKA 2 trainset. Perbandingan ini makin lama komposisi barunya bertambah, karena PT INKA pun juga tidak akan bisa memenuhi kebutuhan. Misalnya 10 trainset dalam setahunnya. Karena masa produksi memerlukan waktu yang cukup," paparnya.

"Keuntungannya, setiap tahun INKA dapat order produksi KRL baru, dan kebutuhan operasi KRL PT KCI terpenuhi. Dengan memproduksi rutin KRL setiap tahun, maka diharapkan kualitas produk PT INKA juga semakin baik," imbuh Djoko.

Baca Juga: Pemudik Lebaran 2023 Diprediksi Capai 123,8 Juta Orang, Naik 14,2 Persen

Menurut dia, produk dalam negeri dengan aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) bisa bikin bangsa Indonesia mandiri dalam teknologi perkeretaapian. Namun, tetap harus tahu situasi dan kondisi pabrikan di dalam negeri.

"Impor, jangan kebablasan, kurang menghargai produk dalam negeri dan kemampuan bangsa sendiri. Sekarang masa transisi, mulailah berbenah. Impor barang bekas itu murah tapi juga harus diakhiri," pintanya.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI