4 Fakta Sekelompok Pasukan Militer Rusia Tolak Perang Lawan Ukraina

M Nurhadi

Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:48 WIB
4 Fakta Sekelompok Pasukan Militer Rusia Tolak Perang Lawan Ukraina
Patroli tentara Rusia di Mariupol Ukraina. (Foto: AFP)

Suara.com - Pecahnya pertempuran antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut. Kabar terbaru, ditemukan fakta sekelompok pasukan Rusia tolak perang. Jelas hal ini mendapat tanggapan beragam, dan bahkan tindakan tegas dari pemerintah Negeri Beruang Merah tersebut.

Penolakan sebenarnya sudah terjadi sejak akhir tahun lalu, ketika pemerintah Rusia memerintahkan mobilisasi pasukan ke area Ukraina untuk berperang. Hal ini memicu eksodus warga laki-laki Rusia ke berbagai negara tetangga, sebagai bentuk penolakan atas kebijakan pemerintah ini.

Fakta sekelompok pasukan Rusia tolak perang bisa Anda lihat di sini.

1. Mobilisasi 300.000 Orang

Hal ini bermula pada kebijakan mobilisasi sebanyak 300.000 orang pada akhir September 2022 lalu. Mobilisasi ini dilakukan setelah Rusia menderita kekalahan medan perang di tangan Ukraina, sehingga memicu eksodus penduduk laki-laki Rusia ke negara tetangga.

Eksodus ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan tersebut, dan penentangan rakyat Rusia atas kebijakan yang diambil.

2. Marsel Kandarov, Pertama Dihukum Penjara

Penolakan juga datang dari tentara muda Rusia, dengan nama Marsel Kandarov yang berusia 24 tahun. Ia menolak berperang di Ukraina karena tidak ingin ikut serta dalam operasi militer khusus, tidak melapor untuk bertugas pada Mei 2022, dan akan diadili.

Pada akhirnya, tentara tersebut dijatuhi hukuman 5 tahun penjara akibat penolakannya tersebut.

baca juga

3. Video Penolakan Perang

Belakangan muncul video yang menunjukkan sepasukan tentara Rusia membangkang dan menolak untuk mengikuti perintah berperang dari milisi. Video ini beredar di internet, dan menampilkan tentara Rusia dengan pemimpin di depan membacakan alasan penolakan untuk bertempur.

Hal ini didasarkan pada kerugian yang diderita peleton mereka, yang berada di kota Shabekino. Mereka kemudian dikirim ke Donetsk, dan digabungkan dengan milisi Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri.

4. TIdak Ada Pemberitahuan Penggabungan

Sekelompok tentara ini juga tidak mendapatkan pemberitahuan akan diadakannya penggabungan pasukan oleh milisi dari Donetsk.

Terlebih, pasukan ini kemudian juga mendapatkan perintah dari milisi tersebut, dan bukan dari militer Rusia. Hal ini dianggap tidak sesuai dengan prinsip yang mereka miliki.

Setelah lebih dari setahun berlangsung, mulai banyak video yang beredar dari garis depan Rusia tentang keluhan dan protes pada kebijakan yang diambil pemerintah. Namun demikian, perang belum menunjukkan tanda-tanda reda, dan justru kedua pihak malah menolak meninggalkan medan pertempuran,

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tentara Bayaran Mana Paling Brutal? Rusia Wagner Group atau Amerika Blackwater

Tentara Bayaran Mana Paling Brutal? Rusia Wagner Group atau Amerika Blackwater

Joglo | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:44 WIB

Dua Bule di Bali Miliki KTP Ilegal, Ganti Nama Jadi Agung dan Nur Rudi

Dua Bule di Bali Miliki KTP Ilegal, Ganti Nama Jadi Agung dan Nur Rudi

Denpasar | Jum'at, 10 Maret 2023 | 15:25 WIB

WNA Bikin Rusuh di Bali Siap-siap Dideportasi

WNA Bikin Rusuh di Bali Siap-siap Dideportasi

News | Jum'at, 10 Maret 2023 | 13:15 WIB

Bule Rusia Bentak Polisi dan Tak Mau Taat Aturan Lalu Lintas, Publik Geram: Usir Saja!

Bule Rusia Bentak Polisi dan Tak Mau Taat Aturan Lalu Lintas, Publik Geram: Usir Saja!

News | Jum'at, 10 Maret 2023 | 11:47 WIB

WNA Suriah Dan Ukraina di Bali Punya KTP Dan Sedang Proses Urus NPWP

WNA Suriah Dan Ukraina di Bali Punya KTP Dan Sedang Proses Urus NPWP

Bali | Jum'at, 10 Maret 2023 | 01:24 WIB

Jadwal UFC Fight Night: Panas Sebelum Disabung, Dvalishvili Sebut Petr Yan Songong

Jadwal UFC Fight Night: Panas Sebelum Disabung, Dvalishvili Sebut Petr Yan Songong

Linimasa | Kamis, 09 Maret 2023 | 17:46 WIB

Terkini

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:47 WIB

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

140 Titik di Banten Darurat Air Bersih

Banten | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

×