Apa Itu Halal Bihalal? Simak Pengertian, Sejarah, dan Maknanya

Aulia Hafisa

Minggu, 16 April 2023 | 15:19 WIB
Apa Itu Halal Bihalal? Simak Pengertian, Sejarah, dan Maknanya
halall bihalal - doa halal bihalal (Freepik)

Suara.com - Salah satu kegiatan setelah lebaran yang hampir tidak mungkin dilewatkan adalah halal bihalal. Selain menyambung silaturahmi, kegiatan ini biasanya digunakan untuk saling memaafkan antar keluarga dan orang-orang terdekat.

Namun dari mana sebenarnya asal halal bihalal? Simak informasi berikut!

Pengertian Halal Bihalal

Halal bihalal adalah tradisi Indonesia yang dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini melibatkan pertemuan antara keluarga, teman, atau rekan kerja dengan saling memaafkan dan membersihkan hati dari dendam dan kesalahan yang mungkin terjadi selama setahun. Halal bihalal bertujuan untuk mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan serta menebar kebaikan dan kasih sayang kepada sesama.

Sejarah Halal Bihalal

Meski sebenarnya telah digunakan sejak sebelum kemerdekaan, istilah dan praktik halal bihalal baru populer di zaman KH Abdul Wahab Chasbullah.

Melansir dari kanal NU Online, Ayung Notonegoro seorang pegiat Komunitas Pegon mengungkapkan bahwa istilah tersebut ada dalam manuskrip Babad Cirebon.

Pada halaman 73 Babad Cirebon CS 114/PNRI tertulis dengan bahasa Arab pegon seperti berikut.

"Wong Japara sami hormat sadaya umek Desa Japara kasuled polah ing masjid kaum sami ajawa tangan sami anglampah HALAL BIHALAL sami rawuh amarek dateng Pangeran Karang Kamuning.”

baca juga

Penggunaan Halal Bihalal yang cukup populer di waktu tersebut berawal ketika Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara di bulan Ramadan. Kala itu, Bung Karno ingin memintainya saran dan pendapat untuk mengatasi situasi politik yang sedang tidak baik-baik saja.

Mendengar undangan tersebut KH Wahab Chasbullah justru menyarankan Bung Karno menyelenggarakan silaturahmi. Pasalnya saat itu sudah mendekati waktu Idul Fitri, di mana seluruh umat Muslim disunahkan melakukan silaturahmi.

Bung Karno pun langsung menjawab, “silaturahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain”

“Itu gampang,” jawab Kiai Wahab tidak kalah yakin.

“Begini, para elit politik tidak mau bersatu sebab mereka saling menyalahkan, padahal saling menyalahkan itu dosa, dan itu haram hukumnya.

Supaya mereka tidak memiliki dosa (haram), maka harus dihalalkan. Merek harus duduk di satu meja supaya saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturahmi nanti kita pakai istilah halal bihalal,” jelas KH Wahab Chasbullah seperti yang diceritakan KH Masdar Farid Mas’udi.

Dari saran itulah, akhirnya di Hari Raya Idul Fitri, Bung Karno mengundang para tokoh politik ke istana. Di sana mereka dudu dalam satu meja untuk mulai babak baru menyatukan bangsa. 

Begitulah sejarah bagaimana akhirnya Halal Bihalal menjadi salah satu tradisi umat Muslim di Indoneia.

Makna Halal Bihalal

Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab dalam Membumikan Al Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (1999) pernah menjelaskan empat makna dari Halal Bihalal yang digagas oleh KH Abdul Wahab Chasbullah.

1. Dari segi hukum fikih

Halal Bihalal memiliki makna menjadikan sikap yang tadinya haram atau berdosa menjadi tidak halal atau berdosa lagi.

Kondisi tersebut dapat terjadi jika memenuhi syarat2 lain seperti taubat seperti menyesali perbuatan, tidak akan mengulangi lagi, dan meminta maaf. Jika berkaitan dengan barang, maka harus dikembalikan kecuali telah diridhai pemiliknya.

2. Dari segi bahasa

Makna halal bihalal secara kebahasaan adalah menyambung apa yang tadinya putus. Kondisi ini memungkinkan jika para pelaku menginginkan Halal Bihalal menjadi tempat untuk silaturahmi dan saling memaafkan.

Dengan begitu, setiap orang yang melakukannya akan menemukan hakikat Idul Fitri.

3. Tinjauan Qur’ani

Al-Quran menuntut supaya setiap aktivitas yang dilakukan umat Muslim merupakan hal baik dan menyenangkan semua pihak.

Inilah mengapa Al-Quran tidak hanya menuntut seseorang memaafkan orang lain tetapi juga berbuat baik akan seseorang yang pernah melakukan kesalahan.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Gelar Open House saat Lebaran? Ini 4 Hal Penting yang Harus Disiapkan

Mau Gelar Open House saat Lebaran? Ini 4 Hal Penting yang Harus Disiapkan

Your Say | Kamis, 13 April 2023 | 14:42 WIB

Contoh Ceramah Halal Bihalal Idul Fitri 2023, Tema Mempererat Tali Silaturahmi

Contoh Ceramah Halal Bihalal Idul Fitri 2023, Tema Mempererat Tali Silaturahmi

News | Rabu, 12 April 2023 | 19:46 WIB

Doa Silaturahmi Saat Idul Fitri, Penyempurna Niat Halal Bihalal Lebaran 2023

Doa Silaturahmi Saat Idul Fitri, Penyempurna Niat Halal Bihalal Lebaran 2023

News | Senin, 10 April 2023 | 08:17 WIB

Terkini

Menemukan Cinta di Jalur Pendakian

Menemukan Cinta di Jalur Pendakian

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!

Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:31 WIB

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

×