Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Puasa? Simak Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Aulia Hafisa Suara.Com
Senin, 24 April 2023 | 06:25 WIB
Lebih Utama Puasa Syawal atau Qadha Puasa? Simak Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah
Ilustrasi lebih utama puasa Syawal atau qadha puasa (Freepik)

Suara.com - Bulan Syawal merupakan bulan yang penuh barokah. Pada bulan tersebut, umat Muslim menunaikan sholat Idul Fitri 1 Syawal. Selain itu, pada bulan Syawal juga umat Muslim dianjurkan untuk melakukan puasa sunnah Syawal. 

Namun bagimana bagi yang memiliki hutang puasa Ramadhan, bukankah wajib hukumnya untuk mengqadha hutang puasa Ramadhan? Lantas, lebih utama puasa Syawal atau qadha puasa? Untuk mengetahuinya, berikut ini penjelasan Ustadz Khalid Basalamah.

Dalam kajian yang diunggah dalam kanal YouTube Islam Terkini pada tanggal 14 Juni 2019, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan mengenai lebih utama puasa Syawal atau qadha puasa. 

Diketahui, bulan Syawal ini merupakan bulan setelah bulan Ramadhan. Pada bulan tersebut, umat Muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa sunnah Syawal 6 hari. 

Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana jika ada yang memiliki hutang puasa Ramadhan, apakan puasa Syawal dulu atau qadha puasa dulu? Lebih utama puasa Syawal atau qadha puasa?

Dalam kajiannya, Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan bahwa lebih utama qadha puasa Ramadhan terlebih dulu daripada puasa Syawal.

"Lebih afdhol bayar puasa hutang lebih dulu." Ucap Ustadz Khalid Basalamah 

Ustadz Khalid Basalamah menambahkan, bayar hutang puasa atau puasa qadha ini lebih utama dan ini ada dalam hadis Rasulullah SAW. Adapun bunyi hadisnya sebagai berikut: 

"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka ia seperti puasa satu tahun”.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Syawal Latin Lengkap dengan Artinya

Ustadz Khalid Basalamah kembali menambahkan, syarat untuk mendapatkan pahala seperti berpuasa satu tahun berdasarkan hadis di atas yaitu berpuasa penuh selama 30 hari di bulan Ramadhan.

Ustadz Khalid Basalamah juga menjelaskan, jika ada yang memiliki hutang puasa dua hari di bulan Ramadhan, boleh-boleh saja untuk melaksanakan puasa Syawal. 

"Kalau ada akhwat atau ikhwan, ia punya hutang 2 hari misalnya, usai lebaran, ia berpuasa Syawal 6 hari, hutang puasanya tidak dibayar, bolehkah? Boleh," tambahnya.

Namun perlu diingat juga, seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu syarat mendapat pahalah setahun puasa Syawal yaitu harus berpuasa Ramadhan secara penuh selama 3p hari. Itu artinya jika puasa Ramadhan tidak penuh, maka pahala setahun dari puasa Syawal tidak akan dicatat.

"Selama hutang dua hari tersebut belum dibayarkan, pahala puasa seperti setahun tersebut belum dicatatkan. Syaratnya harus lengkap dulu (ibadah puasa) Ramadhan," tegasnya.

Demikian ulasan mengenai lebih utama puasa Syawal atau qadha puasa menurut penjelasab Ustadz Khalid Basalamah yang perlu diketahui Umat Muslim. Semoga bermanfaat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI