Penyebab Gelombang Panas India, 90 Persen Masuk Zona Tidak Aman

Rifan Aditya

Minggu, 30 April 2023 | 10:00 WIB
Penyebab Gelombang Panas India, 90 Persen Masuk Zona Tidak Aman
Ilustrasi penyebab gelombang panas India (Freepik)

Suara.com - Belakangan ini, India sedang diterjang gelombang panas mematikan sampai memakan korban jiwa. Lantas, apa kira-kira penyebab gelombang panas India? Untuk lebih jelasnya, berikut ini ulasannya.

Diketahui, gelombang panas yang melanda India terjadi sejak awal bulan Maret 2023 sampai sekarang. Suhu gelombang panas India mencapai 40 derajat celcius, bahkan pernah juga mencapai suhu 51 derajat celcius.

Akibat gelombang panas yang melanda India belakangan ini, banyak warga yang tumbang bahkan sampai meninggal dunia. Lantas, penyebab gelombang panas India? Berikut ini ulasannya yang dilansir dari berbagai sumber.

Penyebab Gelombang Panas India 

Sebelum mengegahui penyebab gelombang panas yang menerjang India belakangan ini, mari ketahui terlebih dulu apa itu gelombang panas. Jadi, gelombang panas ini merupakan fenomena alam tahunan yang rutin menerjang India.

Dalam jangka waktu 20 tahun terakhir, korban jiwa tertinggi akibat gelombang panas India yaitu pada tahun 2015, yang mana korban jiwa mencapai lebih dari 2.000 orang.

Melansir laporan IMD (India Meteorological Department) tahun 2015, adapun penyebab terjadinya gelombang panas ini karena jarangnya musim hujan di India. Sehingga hal ini membuat minimnya kelembaban.

Selain itu, jarangnya musim hujan juga memicu sebagian besar wilayah India menjadi kering dan gersang. Hal ini juga dipicu adanya efek El Nino yang membut suhu di Asia meningkat. Akibat tidak teraturnya perubahan iklim inilah  India seringkali diterjang gelombang panas.

Tahun ini, tepatnya pada 18 April 2023, tercatat sebagian besar wilayah India dilanda suhu di atas normal. Bahkan disebutkan dalam sebuah penelitian bahwa 90% negara India masuk dalam zona tidak aman atau zona bahaya gelombang panas. 

baca juga

Sebuah penelitian dari University of Cambridge juga menyebutkan bahwa New Delhi masuk dalam wilayah di India yang mempunyai risiko tertinggi terkena efek gelombang panas.

Disebutkan juga hingga April 2023, tercatat korban meninggal dunia di India akibat gelombang pancas ada 13 orang dan puluhan orang lainnya dirawat di rumah sakit.

Bukan hanya itu, bahkan sekitar 75% atau 380 juga warga India dilaporkan mengalami stres yang diakibatkan gelombang panas yang sangat mematikan.

Demikian ulasan mengenai penyebab gelombang panas India yang belakangan ini kembali melanda hingga memakan korban jiwa. Semoga gelomgang panas tersebut segera mereda hingga orang-orang bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Susun Berbagai Strategi untuk Antisipasi El Nino

Kementan Susun Berbagai Strategi untuk Antisipasi El Nino

Bisnis | Sabtu, 29 April 2023 | 16:06 WIB

5 Bahaya Gelombang Panas, Selain Kebakaran Ternyata Meningkatkan Stres Psikologis

5 Bahaya Gelombang Panas, Selain Kebakaran Ternyata Meningkatkan Stres Psikologis

Tekno | Sabtu, 29 April 2023 | 20:00 WIB

Gelombang Panas Masih akan Berlangsung di Wilayah Asia, Termasuk Indonesia?

Gelombang Panas Masih akan Berlangsung di Wilayah Asia, Termasuk Indonesia?

Metro | Kamis, 27 April 2023 | 17:28 WIB

Suhu Panas Ekstrem Melanda Asia Tenggara, Ini 9 Tips dari Kemenkes untuk Menghadapinya

Suhu Panas Ekstrem Melanda Asia Tenggara, Ini 9 Tips dari Kemenkes untuk Menghadapinya

Video | Kamis, 27 April 2023 | 15:00 WIB

Terkini

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Bareskrim Polri Tetapkan Tersangka Baru Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 06:00 WIB

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

×