Sejarah Kapal Pinisi, Kearifan Lokal yang Megah Diperkenalkan saat KTT ASEAN 2023

Rifan Aditya

Kamis, 11 Mei 2023 | 17:14 WIB
Sejarah Kapal Pinisi, Kearifan Lokal yang Megah Diperkenalkan saat KTT ASEAN 2023
Ilustrasi sejarah kapal pinisi (Johnny Africa/Unsplash)

Suara.com - Para pemimpin ASEAN menyampaikan kekagumannya pada keindahan pemandangan Labuan Bajo dan Kapal Pinisi yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam menyambut tamu kenegaraan ini. Tapi tahukah Anda bagaimana sebenarnya sejarah Kapal Pinisi?

Kapal ini sendiri termasuk dalam jenis kapal tradisional, namun memiliki keindahan yang tidak bisa dibantah. Megah dengan ciri khas dua tiang utama dan tujuh buah layar, kapal ini dapat dengan mudah dikenali dari kejauhan.

Sejarah Kapal Pinisi

Dilansir dari laman resmi Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kapal Pinisi pertama kali dibuat oleh putra mahkota Kerajaan Luwu, yang bernama Sawerigading, pada abad ke-14 lalu.

Catatan ini ditemukan dalam sebuah naskah La Galigo, dan menjadi bukti otentik pembuatan kapal megah tersebut. Kapal awal yang dibuat menggunakan pohon welengreng, atau dikenal dengan pohon dewata. Kayu dari pohon dewata dikenal memiliki karakter kuat dan kokoh.

Tujuan awal dari pembuatan kapal ini sendiri adalah untuk pelayaran ke negeri TIongkok, untuk mempersunting seorang gadis bernama We Cudai. Setelah berhasil mempersunting pujaan hatinya, ia memutuskan untuk menetap di negeri tersebut selama beberapa waktu.

Pada perjalanan pulang, kapalnya diterjang oleh badai besar dan mengakibatkan kapal tersebut terbelah menjadi tiga bagian berbeda. Tiga bagian ini masing-masing terdampar di wilayah Ara, Tanah Beru, dan Lemo-Lemo di Kabupaten Bulukumba.

Masyarakat sekitar kemudian membangun kembali pecahan kapal tersebut, dan menghasilkan karya megah yang disebut dengan Kapal Pinisi.

Bagian yang Wajib Ada pada Kapal Pinisi

baca juga

Dibuat dengan menggunakan pakem yang jelas, setiap bagian dari Kapal Pinisi sendiri disebutkan dengan detail untuk menjadi panduan. Setidaknya terdapat enam bagian utama dari kapal megah ini.

  • Pertama disebut dengan Anjong. Bagian ini berbentuk segitiga penyeimbang yang letaknya berada di bagian depan kapal.
  • Kemudian bagian kedua adalah Sombala, atau layar utama. Ukurannya bisa mencapai 200 meter.
  • Bagian ketiga disebut dengan Tanpasere atau layar kecil, yang berbentuk segitiga dan ada di setiap tiang utama.
  • Keempat, bagian Cocoro Pantara atau layar bantu depan.
  • Bagian kelima adalah Cocoro Tangnga, atau layar bantu tengah.
  • Dan terakhir adalah bagian yang disebut dengan Tarengke, atau layar bantu di belakang.

Itu tadi sekilas mengenai sejarah Kapal Pinisi, kapal tradisional megah yang diperkenalkan Presiden Jokowi saat KTT ASEAN 2023. Semoga menjadi artikel yang bermanfaat!

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disuguhi Pemandangan Senja di Labuan Bajo dari Kapal Pinisi, Para Peserta KTT ASEAN 2023 Takjub!

Disuguhi Pemandangan Senja di Labuan Bajo dari Kapal Pinisi, Para Peserta KTT ASEAN 2023 Takjub!

Bandung | Kamis, 11 Mei 2023 | 15:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah ASEAN Summit ke-42, Namun Dua Pemimpin Negara Menginap di Bali

Indonesia Tuan Rumah ASEAN Summit ke-42, Namun Dua Pemimpin Negara Menginap di Bali

Cianjur | Kamis, 11 Mei 2023 | 15:28 WIB

5 Fakta Kapal Pinisi Jokowi dan Rombongan KTT ASEAN, Bikin Penumpang Terpukau

5 Fakta Kapal Pinisi Jokowi dan Rombongan KTT ASEAN, Bikin Penumpang Terpukau

Lifestyle | Kamis, 11 Mei 2023 | 16:30 WIB

Momen Unik di Perhelatan KTT ASEAN 2023: Menteri Ngeband, Presiden Jokowi Goyang Maumere

Momen Unik di Perhelatan KTT ASEAN 2023: Menteri Ngeband, Presiden Jokowi Goyang Maumere

News | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:03 WIB

Setjen DPR Fasilitasi Penuh Penyelenggaraan AIPA Leadership Interface Meeting 2023

Setjen DPR Fasilitasi Penuh Penyelenggaraan AIPA Leadership Interface Meeting 2023

DPR | Kamis, 11 Mei 2023 | 14:15 WIB

Terkini

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Scam Sudah Jadi Industri, OJK Dorong Sistem Anti-Penipuan Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:43 WIB

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

5 Perbedaan Masker Peel Off dan Wash Off untuk Wajah yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:40 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:30 WIB

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 07:26 WIB

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 07:16 WIB

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 07:10 WIB

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

×