Alasan Ukraina Sebut Prabowo Blunder soal Damai Dengan Rusia: Idenya Aneh!

Farah Nabilla

Kamis, 08 Juni 2023 | 17:48 WIB
Alasan Ukraina Sebut Prabowo Blunder soal Damai Dengan Rusia: Idenya Aneh!
Prabowo Subianto. [Dok. Humas Kemhan]

Suara.com - Proposal perdamaian Ukraina - Rusia yang diajukan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto mendapat kecaman publik. Pasalnya, proposal yang diajukan Prabowo dianggap penuh dengan blunder. Pengajuan proposal perdamaian ini pun ditolak mentah-mentah oleh Ukraina. Kecaman pun muncul dari banyak pihak yang menganggap ide Prabowo ini kurang tepat.

Lalu, apa alasan Prabowo dianggap blunder dalam pengajuan proposal ini? Simak inilah selengkapnya.

1. Ukraina anggap Indonesia tak pengaruhi Rusia

Pengajuan proposal perdamaian yang diajukan Prabowo ini berisi soal saran untuk melakukan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina dengan menjauhi titik gencatan senjata sejauh 15 kilometer. Namun, hal ini ditolak mentah-mentah oleh Ukraina.

Menhan Ukraina Oleksii Reznikov mengungkap bahwa usulan Prabowo ini tak akan mempengaruhi Rusia dari segi manapun karena permasalahan ini adalah permasalahan bilateral, bukan masalah global. Hal ini pun dianggap hanya memperkeruh suasana. 

2. Menhan Ukraina sebut ide Prabowo aneh

Tak hanya itu, Menhan Ukraina Oleksii Reznikov juga menyebut Prabowo sebagai mediator "aneh" atas pengajuannya dalam proposal perdamaian tersebut. Situasi genting di Ukraina pun dianggap tak langsung selesai hanya dengan menjalankan proposal dari Prabowo.

"Kami tidak membutuhkan mediator ini datang kepada kami, apalagi dengan rencana aneh ini," lanjut Oleskii melalui AFP.

3. Ide referendum dianggap kurang tepat

Ide referendum yang juga diajukan Prabowo untuk penyelesaian konflik Rusia -  Ukraina juga dianggap tidak tepat. Konflik bilateral yang mengganggu keseimbangan global ini pun dianggap sebagian orang dapat diselesaikan dengan dialog dibanding referendum. Hal ini pun semakin membuat Prabowo dianggap blunder.

Berbagai pihak pun menganggap proposal perdamaian yang diajukan Prabowo ini tak mencerminkan seorang menteri yang seharusnya bersikap teguh terhadap konstitusi. Ide referendum tersebut pun dianggap menyalahi prinsip konstitusi negara manapun.

Prabowo pun menyampaikan proposal perdamaian ini saat menghadiri forum International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2023 di Singapura, Sabtu (3/6/2023).

"Kemudian PBB menggelar referendum kepada masyarakat yang tinggal di wilayah demiliterisasi," ucap Prabowo saat menjadi panelis pada pembahasan konflik Ukraina - Rusia tersebut. 

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CEK FAKTA: Prabowo Subianto dan Susi Pudjiastuti Promosi AC Mini Jepang

CEK FAKTA: Prabowo Subianto dan Susi Pudjiastuti Promosi AC Mini Jepang

Sumatera | Kamis, 08 Juni 2023 | 17:43 WIB

Prabowo Subianto Kedatangan Dubes Rusia, Bahas Proposal Perdamaian?

Prabowo Subianto Kedatangan Dubes Rusia, Bahas Proposal Perdamaian?

Cianjur | Kamis, 08 Juni 2023 | 17:26 WIB

Akui Tak Tahu Soal Proposal Damai Prabowo ke Ukraina, Presiden Jokowi Disentil: Tempo Hari Ada yang Bilang, yang Ada Visi Misi Presiden

Akui Tak Tahu Soal Proposal Damai Prabowo ke Ukraina, Presiden Jokowi Disentil: Tempo Hari Ada yang Bilang, yang Ada Visi Misi Presiden

Liberte | Kamis, 08 Juni 2023 | 17:01 WIB

Yakin Jokowi Dukung Prabowo, Habiburokhman: Kalau Saya Ngomong Pasti Iya

Yakin Jokowi Dukung Prabowo, Habiburokhman: Kalau Saya Ngomong Pasti Iya

Mamagini | Kamis, 08 Juni 2023 | 16:56 WIB

PKB Bakal Evaluasi Koalisi Bila Tak Segera Deklarasi Capres Cawapres, Gerindra: Itu Masukan Bukan Ancaman

PKB Bakal Evaluasi Koalisi Bila Tak Segera Deklarasi Capres Cawapres, Gerindra: Itu Masukan Bukan Ancaman

Joglo | Kamis, 08 Juni 2023 | 16:46 WIB

Prabowo Disebut Lagi Main 'Presiden-presidenan', Buntut Usulan Perdamaian Perang Rusia-Ukraina

Prabowo Disebut Lagi Main 'Presiden-presidenan', Buntut Usulan Perdamaian Perang Rusia-Ukraina

Your Say | Kamis, 08 Juni 2023 | 16:45 WIB

Terkini

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:18 WIB

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:08 WIB

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:48 WIB

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:34 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:30 WIB

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:11 WIB

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 06:58 WIB

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB