Sudah Dimaafkan Tapi Tidak Dilupakan, Apa Dosa SBY pada Megawati?

Farah Nabilla | Suara.com

Jum'at, 23 Juni 2023 | 14:37 WIB
Sudah Dimaafkan Tapi Tidak Dilupakan, Apa Dosa SBY pada Megawati?
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Hampir dua dekade Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat perang dingin.

Selama itu pula keduanya nampak enggan bertemu atau bertegur sapa dalam sejumlah kesempatan. Pun begitu dalam urusan politik, keduanya nampak enggan untuk seiring sejalan.

Rupanya Megawati mempunyai alasan tersendiri mengapa ia tidak mau berurusan dengan Susilo Bambang Yudoyono alias SBY.

Apa saja dosa-dosa SBY menurut Megawati? Berikut ulasannya.

Megawati merasa dibohongi oleh SBY

Konflik antara Megawati dan SBY bermula pada 2004 silam. Hal itu diulas oleh salah satu wartawan senior Derek Manangka dalam buku berjudul “Jurus dan Manuver Politik Taufiq Kemas: Memang lidah tidak bertulang” yang ia tulis.

Derek menuturkan, ia pernah mendengar jawaban langsung dari Megawati terkait konfliknya dengan SBY pada saat makan malam bersama Taufiq Kiemas di kediamannya di Teuku Umar.

Menurut Megawati, SBY merupakan politikus yang tidak sportif dan omongannya tidak bisa dipercaya.

"Kalau anda ingat, SBY itu kan sebelumnya dipecat oleh Presiden Gus Dur sebagai Menteri Pertambangan. Tapi saya angkat dia sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, setelah saya menggantikan Gus Dur," tulis Derek menirukan ucapan Megawati.

SBY calonkan diri jadi Presiden ke-6 RI

Setelah dipecat Gus Dur, Megawati mengangkat SBY jadi Menko Polkam pada 2001, ia juga berjanji akan mengawal Ketum PDI Perjuangan yang saat itu menjadi Presiden R1 yang ke-5 hingga tahun 2009.

Mendengaar komitmen yang serius dari SBY, Megawati sempat mengajaknya untuk mendampinginya jadi Cawapres namun ditolak.

Rupanya SBY diam-diam telah membangun partai poltik sebagai kendaraan untuk dirinya maju sebagai Capres sebagai rivalnya Megawati di Pilpress 2004.

Megawati lalu memanggil SBY atas laporan tersebut, namun sayangnya dibantah tapi pada kenyataannya ia maju sebagai Capres dengan Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya.

Megawati sebelumnya pernah mengajak Yusril Ihza Mahendra sebagai Wapres, namun ia menjawab dengan alasan yang jujur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panda Nababan Ungkap Kisi-kisi Cawapres Ganjar, Diumumkan di Bulan Bung Karno?

Panda Nababan Ungkap Kisi-kisi Cawapres Ganjar, Diumumkan di Bulan Bung Karno?

| Jum'at, 23 Juni 2023 | 14:33 WIB

CEK FAKTA: Kader Demokrat Bali Pindah Haluan, Siap Kawal Ganjar Pranowo Pada Pilpres 2024, Benarkah?

CEK FAKTA: Kader Demokrat Bali Pindah Haluan, Siap Kawal Ganjar Pranowo Pada Pilpres 2024, Benarkah?

| Jum'at, 23 Juni 2023 | 14:26 WIB

Diajak Megawati Baikan 18 Tahun Lalu, SBY Cuma Menatap Langit-langit Istana

Diajak Megawati Baikan 18 Tahun Lalu, SBY Cuma Menatap Langit-langit Istana

| Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:19 WIB

Ada Salam Perpisahan dalam Mimpi SBY, Pakar Semiotika Baca Hal Ini

Ada Salam Perpisahan dalam Mimpi SBY, Pakar Semiotika Baca Hal Ini

| Jum'at, 23 Juni 2023 | 14:01 WIB

Profil Moeldoko: Rumit dengan SBY, Kini Diterpa Isu Terkait Al Zaytun

Profil Moeldoko: Rumit dengan SBY, Kini Diterpa Isu Terkait Al Zaytun

News | Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:56 WIB

Jadi Penerus, Demokrat Harap AHY dan Puan Tak Terjebak Masa Lalu SBY-Megawati

Jadi Penerus, Demokrat Harap AHY dan Puan Tak Terjebak Masa Lalu SBY-Megawati

News | Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:18 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB