Apa Itu Tim Mawar? Prabowo Ungkap Alasan Angkat Eks Tim Mawar di Kemenhan

Rifan Aditya

Senin, 03 Juli 2023 | 16:31 WIB
Apa Itu Tim Mawar? Prabowo Ungkap Alasan Angkat Eks Tim Mawar di Kemenhan
Prabowo Subianto (YouTube/Najwa Shihab) - Apa Itu Tim Mawar? Prabowo Ungkap Alasan Angkat Eks Tim Mawar di Kemenhan

Suara.com - Sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto sering menjadi perhatian publik, lantaran ia mengangkat beberapa mantan anggota Tim Mawar menjadi anak buahnya di Kemenhan. Menjelang pemilu 2024, Tim Mawar pun kembali menjadi perhatian mastarakat. Banyak yang bertanya-tanya tentang apa itu Tim Mawar? 

Hingga saat ini, diketahui setidaknya ada enam orang yang pernah tergabung dalam tim yang dinilai terlibat penculikan dan penghilangan aktivis di masa orde baru yang memjadi anak buah Prabowo di Kemenhan. 

Adapun mereka adalah Brigjen Dadang Hendra Yudha, Mayjen Fauzambi Syahrul Multhazar, Mayjen (Purn) Chairawan Kadarsyah Kadirrussalam Nusyirwan, Brigjen (Purn) Yulius Selvanus, Brigjen TNI Nugroho Sulistyo Budi dan Mayjen TNI Untung Budiharto. 

Jejak mantan Tim Mawar tersebut dianggap sebagai 'senjata' untuk menyerang Prabowo yang saat ini tengah mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Hal itu pun lantas menjadi pertanyaan Najwa Shihab saat berbicara dengan Prabowo dalam kanal YouTube-nya yang tayang pada Sabtu (30/6/2023) lalu. 

Dalam interviewnya, Prabowo menerangkan jika mantan personel Tim Mawar telah menjalani proses peradilan. Bahkan ia menilai mantan anggota Tim Mawar tersebut merupakan prajurit terbaik sehingga dia tak ragu untuk menjadikan sebagai anak buah. 

Saat ditanya terkait alasan Prabowo mengangkat mereka menjadi anak buahnya, ia mengatakan mereka telah diadili. 

“Kalau kita lihat. Mereka sudah diadili. Sudah melewati proses hukum. Sudah selesai sekian puluh tahun yang lalu,” kata Prabowo dikutip Suara.com dari laman YouTube Nahwa Shihab, Minggu (2/6/2023). 

Lebih lanjut, kata Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, mereka semua merupakan prajurit terbaik. Prabowo juga menyebut bahwa mereka berprestasi. 

“Mereka masih di tentara dan mereka semua adalah prajurit yang terbaik Jadi kadang-kadang satu peristiwa karena perubahan iklim politik, akhirnya disalah tafsirkan dan disalah artikan. Hal itu adalah bagian daripada politik. Saya kira ternyata mereka bekerja dengan baik, mereka diterima dan mereka pun berprestasi,” tambahnya. 

baca juga

Sementara, terkait catatan hitam yang terlibat penculikan dan penghilangan nyawa sejumlah aktivis, Prabowo tak menyangkal. Namun menurutnya, saat itu mereka sebenarnya memiliki niat untuk mengamankan. 

“Saya kira begini, kalau kita bicara tentang peristiwa itu, di situ ada suatu proses, dimana versi kita sebagai seorang pejabat, sebagai aparat waktu itu, kalau ada kasus atau ada komplotan kita harusnya mencegah itukan,” jelasnya. 

Untuk mengetahui apa itu Tim Mawar, simak penjelasan tentang sejarah Tim Mawar dalam pembahasan berikut ini. 

Sejarah Tim Mawar 

Dilansir dari berbagai sumber, Tim Mawar adalah sebuah tim kecil yang dibentuk oleh kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Tim Mawar merupakan dalang dari operasi penculikan terhadap para aktivis politik pro-demokrasi di tahun 1998. 

Tim Mawar sendiri pertama kali dibentuk oleh Mayor Inf. Bambang Kristiono pada Juli tahun 1997. Dengan Bambang yang ditunjuk sebagai komandan. Diketahui, tim ini memiliki 11 anggota aktif. 

Mereka yaitu Kapten Inf. F.S. Mustajab, Kapten Inf. Julius Stefanus, Kapten Inf. Untung Budiarto, Kapten Inf. Nugroho Sulistiobudi, Kapten Inf. Dadang Hindrayuda, Kapten Inf. Fauka Nurfarid, Serka Sunaryo, Kapten Inf. Joko Budi Utomo, Serka Sigit Sugianto dan juga Sertu Sukadi. 

Tim Mawar mempunyai misi untuk memburu serta menangkapi para aktivis yang dianggap radikal. Sebanyak 22 orang aktivis telah diculik. Saat ditemukan, 9 orang kembali dalam keadaan masih hidup, sedangkan 13 lainnya dinyatakan hilang sampai saat ini.  

Tim Mawar kemudian diputuskan bersalah dalam menculik dan menghilangkan 22 aktivis tersebut pada tahun 1998. Kasus penculikan ini pun telah diadili oleh Mahkamah Militer. 

Dalam kasus penculikan ini, Mahkamah Militer Tinggi memutuskan menghukum Mayor Bambang selama 22 bulan penjara serta dipecat dari anggota TNI.

Selain itu, pengadilan juga memutuskan untuk memvonis Multhazar sebagai Wakil Komandan Tim Mawar, Julius Stefanus, Nugroho dan Untung Budi masing-masing selama 20 bulan penjara. Mereka semua juga dipecat sebagai anggota TNI. 

Demikian tadi ulasan terkait apa itu Tim Mawar yang menjadi anak buah Prawobo di Kemenhan. Semoga bermanfaat.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pernah Mendukung Saat Pilkada DKI 2017, Ternyata Begini Penilaian Prabowo Tentang Anies yang Jadi Saingannya di Pilpres 2024

Pernah Mendukung Saat Pilkada DKI 2017, Ternyata Begini Penilaian Prabowo Tentang Anies yang Jadi Saingannya di Pilpres 2024

Liberte | Senin, 03 Juli 2023 | 15:45 WIB

Sampai Beber Keunggulan Ini! Elite Gerindra Pede Bilang Prabowo Tepat Jadi Suksesor Jokowi

Sampai Beber Keunggulan Ini! Elite Gerindra Pede Bilang Prabowo Tepat Jadi Suksesor Jokowi

Liberte | Senin, 03 Juli 2023 | 15:42 WIB

Prabowo Subianto Belajar dari Jokowi untuk Menguatkan Kemampuan Politik dan Menangkan Pilpres 2024

Prabowo Subianto Belajar dari Jokowi untuk Menguatkan Kemampuan Politik dan Menangkan Pilpres 2024

Cianjur | Senin, 03 Juli 2023 | 15:30 WIB

Kelakar Prabowo Subianto Kalau Gagal Lagi di Pilpres 2024, Mau Bikin Tandingan Mata Najwa

Kelakar Prabowo Subianto Kalau Gagal Lagi di Pilpres 2024, Mau Bikin Tandingan Mata Najwa

Mamagini | Senin, 03 Juli 2023 | 15:27 WIB

Terkini

Heboh Dugaan Pelecehan Seksual Satpam terhadap Siswa SMAN 1 Sentolo, Disdikpora DIY Turun Tangan

Heboh Dugaan Pelecehan Seksual Satpam terhadap Siswa SMAN 1 Sentolo, Disdikpora DIY Turun Tangan

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 08:31 WIB

Harga Minyak Dunia Perlahan Turun, Tapi Konsisten di Angka 100 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Perlahan Turun, Tapi Konsisten di Angka 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:30 WIB

Pasar Kolombo Sleman Uji Coba Belanja Online, Sembako hingga Sayuran Diantar ke Rumah

Pasar Kolombo Sleman Uji Coba Belanja Online, Sembako hingga Sayuran Diantar ke Rumah

Jogja | Jum'at, 18 September 2026 | 08:23 WIB

HUT ke-28 PAN Digelar Malam Ini di JCC, Prabowo dan Gibran Dijadwalkan Hadir

HUT ke-28 PAN Digelar Malam Ini di JCC, Prabowo dan Gibran Dijadwalkan Hadir

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:18 WIB

Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan

Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan

Jawa Tengah | Jum'at, 18 September 2026 | 08:12 WIB

Bahlil Diperintahkan Prabowo Siapkan Peta Jalan Mandatori E50

Bahlil Diperintahkan Prabowo Siapkan Peta Jalan Mandatori E50

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 08:11 WIB

Bahlil Ungkap Keinginan Parpol soal Parliamentary Threshold: Ada 5, 6, hingga 7 Persen

Bahlil Ungkap Keinginan Parpol soal Parliamentary Threshold: Ada 5, 6, hingga 7 Persen

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:09 WIB

Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja

Kasus Jasad Bayi di Bandungan Jadi Alarm Keras, Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Pergaulan Remaja

Jawa Tengah | Jum'at, 18 September 2026 | 08:06 WIB

5 Zodiak dengan Ramalan Bagus pada Hari Ini 18 September 2026

5 Zodiak dengan Ramalan Bagus pada Hari Ini 18 September 2026

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 08:02 WIB

Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sore Ini, Waspada Saat Jam Pulang Kerja

Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Sore Ini, Waspada Saat Jam Pulang Kerja

News | Jum'at, 18 September 2026 | 08:02 WIB

×