Geger Penyakit Antraks Tewaskan 3 Orang Di Gunung Kidul, Guru Besar FKUI Angkat Bicara

Bangun Santoso

Senin, 10 Juli 2023 | 01:05 WIB
Geger Penyakit Antraks Tewaskan 3 Orang Di Gunung Kidul, Guru Besar FKUI Angkat Bicara
Ilustrasi sapi mati diduga menyebabkan penyakit antraks.(Suara.com)

Suara.com - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan pasien terinfeksi antraks perlu dirawat di rumah sakit dan diberikan antibiotika.

"Mekanisme perawatan pasien antraks di rumah sakit dan diberikan antibiotika itu merupakan panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO)," kata Prof Tjandra Yoga Aditama dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (9/7/2023).

Sedangkan bagi mereka yang berpotensi terpapar spora antraks dan belum ada gejala, kata Tjandra, dapat diberikan pengobatan pencegahan atau prophylactic treatment.

Upaya pencegahan penyakit antraks pada hewan, lanjutnya, akan melindungi kesehatan manusia dan pemutusan rantai penularan merupakan kunci utama pengendalian antraks.

"Artinya, kalau diketahui bahwa potensi penularan masih terjadi, maka hal itu harus segera dieliminasi," kata Tjandra.

Menurut Center of Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, antibiotik bekerja melalui dua cara yakni membunuh bakteri dan membuat antraks tidak berkembang.

Tjandra mengatakan saat ini tersedia dua jenis antibiotika yang dapat digunakan untuk menangani antraks yakni siprofliokasin dan doksisiklin.

"Dua antibiotika ini juga digunakan sesudah seseorang terpapar bakteri atau spora antraks, atau post-exposure prophylaxis (PEP). Antibiotika dapat diberikan sampai tujuh hari dan bahkan 60 hari," katanya.

Tjandra yang juga Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes RI mengatakan vaksin antraks pada manusia tersedia dalam bentuk Anthrax Vaccine Adsorbed (AVA) yang dikhususkan pada masyarakat berisiko tinggi terpapar.

baca juga

Metode penggunaan vaksin diberikan dalam lima kali suntikan vaksin ke dalam otot (intramuscular) dalam kurun waktu 18 bulan dan juga mendapat booster vaksin.

"Mereka yang diduga sudah terpapar atau dikenal sebagai post-event emergency use, dimana vaksin diberikan tiga kali dalam waktu empat minggu, ditambah dengan pemberian antibiotika selama 60 hari," katanya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan terdapat tiga pasien meninggal dunia akibat antraks di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, pada Juni 2023.

Antraks termasuk dalam kriteria zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia dan bahkan sporanya mampu melindungi bakteri antraks selama puluhan tahun di tanah.

Upaya penanggulangan sudah dilakukan di lapangan melalui pengobatan dan juga vaksinasi bagi hewan dan manusia. Pemerintah juga melakukan pendekatan One Health sebagai upaya kerja bersama kesehatan manusia, hewan dan lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merebak Wabah Mematikan Antraks di Gunung Kidul, Begini Tanda-tanda Hewan Ternak Terjangkit yang Penting Diketahui!

Merebak Wabah Mematikan Antraks di Gunung Kidul, Begini Tanda-tanda Hewan Ternak Terjangkit yang Penting Diketahui!

Sukabumi | Minggu, 09 Juli 2023 | 17:17 WIB

Mengenang Tradisi Brandu, Berimbas Jadi Wabah Antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta Kini Ada 3 Korban Jiwa dan 87 Terjangkit Virus

Mengenang Tradisi Brandu, Berimbas Jadi Wabah Antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta Kini Ada 3 Korban Jiwa dan 87 Terjangkit Virus

Sumedang | Sabtu, 08 Juli 2023 | 20:10 WIB

Kasus Antraks di Gunungkidul, Sapi Sudah Dikubur, Disembelih, lalu Dimakan

Kasus Antraks di Gunungkidul, Sapi Sudah Dikubur, Disembelih, lalu Dimakan

Serang | Sabtu, 08 Juli 2023 | 15:44 WIB

Mengenal Tradisi Brandu yang Disebut Penyebab Antraks di Gunungkidul dan Memakan Korban

Mengenal Tradisi Brandu yang Disebut Penyebab Antraks di Gunungkidul dan Memakan Korban

Indotnesia | Sabtu, 08 Juli 2023 | 12:29 WIB

Mengenal Antraks, Penyakit Hewan yang Sebabkan Korban Jiwa di Gunungkidul

Mengenal Antraks, Penyakit Hewan yang Sebabkan Korban Jiwa di Gunungkidul

Your Say | Sabtu, 08 Juli 2023 | 09:20 WIB

Bakteri Antraks Banyak di Darah Hewan Ternak, Tradisi Mbrandu Mestinya Dihentikan

Bakteri Antraks Banyak di Darah Hewan Ternak, Tradisi Mbrandu Mestinya Dihentikan

Jogja | Jum'at, 07 Juli 2023 | 20:15 WIB

Pemda Awasi Wabah Antraks Muncul di Gunungkidul

Pemda Awasi Wabah Antraks Muncul di Gunungkidul

Video | Jum'at, 07 Juli 2023 | 19:05 WIB

Terkini

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Tak Ada Lagi Anak Jateng Gagal Kuliah karena Biaya, Pemprov Gandeng Stikom Sediakan Beasiswa

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 15:42 WIB

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Investor Masih Tahan Investasi, Rupiah Berakhir Loyo di Level Rp18.089/USD

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:41 WIB

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

Buntut Penggeledahan Ponpes, Ratusan Massa Geruduk Mabes Polri Tuntut Kapolda Jateng Dicopot

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:36 WIB

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Alasan KAI Batal Impor KRL Bekas Jepang, Pilih Utamakan Produksi INKA?

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:35 WIB

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Review Lupin Part 4: Kolaborasi Teknologi Modern dan Trik Penyamaran Klasik

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 15:30 WIB

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Teknologi Regeneratif Ubah Tren Kecantikan, Mengapa Kualitas Kolagen Kini Jadi Perhatian?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 15:29 WIB

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Perdagangan Kripto Bakal Gunakan Single Orderbook, Begini Penjelasannya

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 15:28 WIB

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

PPPK Paruh Waktu Punya Dua Kabar Baik: Jadi Penuh Waktu Mulai 2027 dan Bisa Ikut Seleksi CPNS

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:27 WIB

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

Seleksi CPNS 2026 Dibuka Akhir November: Ini Hal yang Wajib Kamu Siapkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 15:22 WIB

×