Berkaca dari Jemaah Haji Asal Makassar, Ini Cara Membedakan Emas Asli dengan Imitasi

Agatha Vidya Nariswari | Suara.com

Selasa, 11 Juli 2023 | 19:21 WIB
Berkaca dari Jemaah Haji Asal Makassar, Ini Cara Membedakan Emas Asli dengan Imitasi
Ilustrasi emas perhiasan (Pexels/Pixabay)

Seorang jemaah haji perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, Suarnati Daeng Kanang kini tengah menjadi buah bibir di media sosial setelah ia memamerkan perhiasan saat kembali ke Tanah Air pada Rabu (5/7/2023). 

Ia pun akhirnya dipanggil oleh Bea Cukai Makassar untuk melakukan klarifikasi terkait dengan emas yang ia gunakan saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Namun, ternyata emas yang digunakan oleh Suarnati Daeng tersebut ternyata imitasi.

Berdasarkan penelitian kami, barang tersebut sudah kami koordinasikan juga dengan pegadaian, dan pegadaian menyimpulkan bahwa barang tersebut bukan emas,” ujar pejabat Humas Bea Cukai Makassar Ria Novika Sari.

Lantas, seperti apa cara membedakan emas asli dengan emas imitasi? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

1. Amati Bentuk Fisik

Perbedaan emas asli dan imitasi bisa dilihat secara langsung dari fisiknya. Emas murni atau emas batangan mempunyai tanda-tanda khusus, seperti cap yang menunjukkan kadar emasnya.

Melansir dari laman Antam, tanda tersebut secara umum menggunakan satuan fineness, yang biasanya dinyatakan dalam satuan karat, contoh 10K, 18K, dan 14K.

2. Menggigit Emas

Emas adalah logam yang memiliki tekstur lunak dan mudah dibentuk sehingga keasliannya bisa diperiksa dengan menggigit bagian permukaan emas. Apabila ada bekas gigitan, maka hal tersebut menunjukkan emas itu asli.

Namun, perlu digarisbawahi, para pembeli tidak perlu terburu-buru dalam membeli emas karena material palsu juga bisa terbuat dari logam lunak seperti timah.

3. Menggosok Emas

Pemilik bisa memegang emas dengan baik dan menggosokkan bagian permukaan menggunakan telapak tangan atau jari-jari.

Apabila warnanya memudar dan tidak seragam, bisa disimpulkan bahwa emas tersebut palsu. Begitu juga sebaliknya, apabila warnanya tetap sama dan tidak berubah, maka emas tersebut asli.

4. Dekatkan dengan Magnet

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Suarnati Daeng Kanang, Jemaah Haji yang Viral Bergelimang Emas Ternyata Imitasi

Sosok Suarnati Daeng Kanang, Jemaah Haji yang Viral Bergelimang Emas Ternyata Imitasi

News | Selasa, 11 Juli 2023 | 19:09 WIB

Adu Harga Emas Haji Mira Hayati vs Suanarti, Siapa Unggul?

Adu Harga Emas Haji Mira Hayati vs Suanarti, Siapa Unggul?

Video | Selasa, 11 Juli 2023 | 17:50 WIB

Viral Jemaah Haji Makassar Pamer Emas, MUI Ingatkan Posisi Manusia di Hadapan Tuhan

Viral Jemaah Haji Makassar Pamer Emas, MUI Ingatkan Posisi Manusia di Hadapan Tuhan

| Selasa, 11 Juli 2023 | 17:53 WIB

MUI Sesalkan Ada Jemaah Haji Sulsel Pakai Perhiasan Emas 180 Gram saat Tiba di Tanah Air

MUI Sesalkan Ada Jemaah Haji Sulsel Pakai Perhiasan Emas 180 Gram saat Tiba di Tanah Air

| Selasa, 11 Juli 2023 | 16:38 WIB

Jemaah Haji Asal Makassar yang Pamer Emas 180 Gram Akui Perhiasannya Imitasi, Harganya Cuma Rp 900 Ribu: Bea Cukai Kena Prank

Jemaah Haji Asal Makassar yang Pamer Emas 180 Gram Akui Perhiasannya Imitasi, Harganya Cuma Rp 900 Ribu: Bea Cukai Kena Prank

| Selasa, 11 Juli 2023 | 14:33 WIB

Terkini

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:51 WIB

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:42 WIB

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:40 WIB

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:33 WIB

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:28 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:20 WIB