GP Prabu Jawa Tengah Sampaikan Usulan Program Kampanye untuk Prabowo Subianto

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 01 Agustus 2023 | 17:31 WIB
GP Prabu Jawa Tengah Sampaikan Usulan Program Kampanye untuk Prabowo Subianto
Gerakan Pro Prabowo Bersatu Jawa Tengah (GP Prabu) menyampaikan sejumlah permasalahan di Jateng dan usulan program kampanye kepada bacapres Prabowo Subianto melalui Rumah Besar Relawan Prabowo 08 pada Selasa (1/8/2023). [Suara.com/Dea]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Gerakan Pro Prabowo Bersatu Jawa Tengah (GP Prabu) Bagus Widianto menyampaikan sejumlah permasalahan di Jawa Tengah (Jateng) dan usulan program kampanye kepada bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto melalui Rumah Besar Relawan Prabowo 08.

Permasalahan-permasalahan yang terjadi di Jateng, kata dia, berangkat dari kesejahteraan warga yang dinilai kurang baik. Padahal, pembangunan kawasan industri sangat gencar dilakukan di Jateng.

"Provinsi Jawa Tengah masih masuk dalam 15 besar provinsi termiskin di Indonesia, padahal memiliki pendapatan asli daerah terbesar nomor empat. Hal ini menunjukkan adanya kesalahan pengelolaan pemerintah provinsi dalam menyeimbangkan potensi daerah untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Jawa Tengah," kata Bagus di Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (1/8/2023).

Bagus mengakui, provinsi yang dipimpin Ganjar Pranowo sebagai gubernur itu dikuasai oleh partai penguasa. Namun, dia menilai penguasaan itu bukan dilandasi oleh program-program yang pro terhadap rakyat.

"Mereka pandai mengangkat isu kesejahteraan untuk mendapatkan mayoritas suara pemilih yang berjumlah 28.289.413 dan menjadikanya sebagai komoditas politik pada masa kampanye tiba," ucapnya.

Untuk itu, dia memberikan usulan sejumlah program untuk menyasar kebutuhan perempuan dan milenial di Jawa Tengah.

Permasalahan pertama yang diungkapkan Bagus, yakni tingginya angka wanita yang bekerja untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan di Jawa Tengah.

"Efek industrialisasi dan kesejahteraan keluarga yang rendah sehingga mengakibatkan para wanita harus berjibaku membantu suami dalam mencukupi kebutuhan keluarga," ujar dia.

Hal itu disebut berimbas pada hilangnya peran seorang ibu terhadap anak yaitu perhatian dan kasih sayang.

baca juga

Dengan begitu, GP Prabu menyarankan adanya program Uang Penghargaan Bulanan karena perempuan di Jawa Tengah disebut mengalami malfungsi dalam keluarga dan program Uang Kompensasi kepada anak-anak sebagai ganti kasih sayang dan pendidikan yang hilang selama ibunya seharian bekerja.

"Uang Penghargaan dan Kompensasi Anak Pekerja Wanita ini realistis dikarenakan UMR Jawa tengah masih rendah dibanding daerah lain, maka pengusaha dan pemerintah harus bahu-membahu memperhatikan jangan hanya seolah dikeruk SDM nya saja karena faktor murahnya upah daerah," tutur Bagus.

Selain itu, dia juga menyebut permasalahan tentang perlunya kompensasi bagi istri yang memiliki suami dengan pekerjaan berisiko tinggi.

Dia menyebut nelayan dan petani sayur dilereng gunung adalah faktor penting penyumbang ketahanan pangan nasional tetapi memiliki resiko pekerjaan yang sangat tinggi.

"Pemerintah harus bisa menjadi pelindung dan penjamin agar bidang ini tetap terjaga dengan cara memberikan sedikit penghargaan bulanan kepada istri-istri mereka ketika mereka sedang berjuang demi tercukupinya kebutuhan pangan dan gizi bangsa," tambah Bagus.

Lebih lanjut, dia juga mengusulkan program soal partisipasi milenial dalam penyelenggaraan pemerintahan karena perkembangan jaman dan teknologi.

"Kalaupun sudah ada porsi tugas, kuantitasnya harus ditambah, bukan pelengkap, namun harus setara dengan staff ahli yang mampu mengambil kebijakan dalam keputusan-keputusan," kata Bagus.

Adapun usulan selanjutnya ialah regenerasi pemuka dan pengajar agama yang dinilai perlu mendapatkan atensi dan apresiasi karena banyak terdapat pondok pesantren di Jawa Tengah.

Bagus menilai pemuka agama harus mendapatkan honor daerah per bulan yang nominalnya pasti karena mereka dianggap sebagai tonggak pembentukan karakter suatu bangsa yang mampu membentengi generasi muda dari hal negatif.

Kemudian, Bagus juga menyebutkan masalah ijon, tengkulak kapitalis, serta pupuk dan obat pertanian yang mahal bagi petani. Selain itu, dia juga menyebut para petani kebingungan menjual hasil panen.

"Pemerintah harus menggalakan kembali KUD (koperasi unit desa) dengan menggandeng Bang Pribumi atau daerah setempat agar bahu membahu membantu petani dalam hal pinjaman modal yang tidak menyusahkan dalam hal syarat pengajuan," ujar Bagus.

Terakhir ialah masalah pelayanan kesehatan. Bagus mengusulkan adanya program Gizi Mart, Bank Gizi yang dikelola petugas kesehatan dan milenial di setiap desa yang didanai oleh dana desa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akui Jawa Tengah Kandang Banteng, Relawan Prabowo Bakal Pakai Cara Harus untuk Rebut Suara Ganjar

Akui Jawa Tengah Kandang Banteng, Relawan Prabowo Bakal Pakai Cara Harus untuk Rebut Suara Ganjar

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 16:44 WIB

Makan Siang Bersama, Raffi Ahmad Kode Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024?

Makan Siang Bersama, Raffi Ahmad Kode Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024?

Entertainment | Selasa, 01 Agustus 2023 | 14:48 WIB

Jokowi Masih Diam Soal Capres Pilihan, Pengamat: Beliau Masih Ingin Duet Ganjar-Prabowo

Jokowi Masih Diam Soal Capres Pilihan, Pengamat: Beliau Masih Ingin Duet Ganjar-Prabowo

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 14:16 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×