Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:15 WIB
Babak Baru Kasus Air Keras Aktivis KontraS: Siapkah TNI Bongkar Dalang atau Cuma Cari Kambing Hitam?
Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Setara Institute desak Presiden bentuk TPF independen kasus penyiraman air keras.
  • Halili Hasan ingatkan jangan jadikan prajurit TNI kambing hitam kasus Andrie Yunus.
  • Empat prajurit TNI jadi tersangka penganiayaan berencana terhadap aktivis KontraS.

Suara.com - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak baru setelah empat prajurit TNI aktif ditetapkan sebagai tersangka. Namun, penetapan tersangka ini diiringi peringatan agar proses hukum tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan semata.

Direktur Eksekutif Setara Institute, Halili Hasan, menyoroti potensi praktik scapegoating atau pencarian kambing hitam dalam penanganan kasus ini. Ia menegaskan bahwa penetapan tersangka tidak boleh sekadar menjadi alat untuk meredam kemarahan publik tanpa mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.

“Penangkapan empat prajurit TNI ini jangan sampai menjadi strategi scapegoating untuk meredam opini publik,” ujar Halili dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Halili mempertanyakan apakah kekerasan terhadap Andrie merupakan tindakan individu semata atau bagian dari pola sistematis dalam rantai komando.

“Kita harus berani mengurai secara objektif: apakah ini tindakan elemen nakal (rogue elements) atau bagian dari perintah jabatan (chain of command)?” tegasnya.

Ia menilai, tanpa keberanian mengusut keterlibatan struktur yang lebih tinggi, penegakan hukum berisiko gagal menghadirkan keadilan sejati. Halili pun mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen guna melakukan investigasi menyeluruh yang bebas dari konflik kepentingan institusi terkait.

“Tanpa adanya TPF independen, penegakan hukum hanya akan menjadi hambatan bagi terwujudnya keadilan substansial,” jelas Halili.

Langkah ini dianggap mendesak karena kasus kekerasan terhadap aktivis sering kali berulang tanpa pengungkapan dalang utamanya.

Senada dengan Halili, Kepala Bidang Kajian Strategis Anak Semua Negeri, Zidan Al-Fadlu, menilai serangan terhadap Andrie merupakan bagian dari mekanisme represi yang lebih luas.

baca juga

“Tujuannya adalah menanamkan normalisasi rasa takut di tengah masyarakat, sehingga tindakan represif dianggap sebagai kewajaran demi menjaga stabilitas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, mengonfirmasi empat prajurit yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempatnya dijerat Pasal 467 ayat 1 dan 2 KUHP baru terkait penganiayaan berencana, dengan ancaman hukuman penjara antara dua hingga empat tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus

Dugaan Anggota Terlibat, Mabes TNI Selidiki Kasus Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01 WIB

Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras Andrie Yunus, Komisi I DPR: Hukum Berat, Jangan Ditutupi!

Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras Andrie Yunus, Komisi I DPR: Hukum Berat, Jangan Ditutupi!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 08:12 WIB

Ini Pangkat dan Jabatan 4 Prajurit BAIS TNI Pelaku Teror Air Keras ke Aktivis KontaS

Ini Pangkat dan Jabatan 4 Prajurit BAIS TNI Pelaku Teror Air Keras ke Aktivis KontaS

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Diskon Ramen Haraku Terbaru: Bayar Pakai QRIS BRImo, Dapat Cashback hingga Rp100 Ribu!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 17:09 WIB

×