3 Opsi PKB Hadapi Pilpres: Cak Imin Cawapres, Jadi Paling Berperan hingga Bentuk Koalisi Baru

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 02 Agustus 2023 | 10:55 WIB
3 Opsi PKB Hadapi Pilpres: Cak Imin Cawapres, Jadi Paling Berperan hingga Bentuk Koalisi Baru
Prabowo Subianto bertemu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di rumah dinas Wakil Ketua DPR RI, Minggu (9/7/2023). (Dok. Humas Gerindra)

Suara.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan melihat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki tiga pilihan dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2024.

Pilihan itu di antaranya, pertama PKB bisa menjadi partai yang mendorong dan memiliki cawapres. Kedua, PKB tidak memiliki cawapres tetapi menjadi partai yang berperan sangat besar soal koalisi. Ketiga, PKB bikin koalisi baru.

"Tapi tiga yang saya sebutkan urutannya prioritas ya, prioritas satu cawapres, prioritas dua menjadi partai yang punya peran sangat besar di dalam koalisi capres cawapres. Yang ketiga itu tadi elu enggak jelas, gua lepas, pergi ke tempat yang lebih bebas," ujar Djayadi di kantor PKB, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (2/8/2023).

Mengenai pilihan pertama, Djayadi memandang ada dua peluang PKB mendorong Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjadi cawapres, pertama ke Prabowo Subianto, kedua ke Ganjar Pranowo. Menurut Djayadi, PKB bakal memilih siapa yang lebih dulu membuat penawaran dari dua figur capres tersebut.

"Iya mana yang duluan nawarin. Kalau Pak Prabowo duluan nawarin ya pasti diambil, tapi kalau Pak Ganjar duluan nawarin jelas gitu 'Cak Imin gabung sama Kami, Anda jadi cawapres' terima, benar enggak?" kata Djayadi.

Tetapi permasalahannya, Djayadi tidak yakin bakal ada yang memberi penawaran lebih dulu.

"Bener enggak? Karena buktinya misalnya di PDIP, kata Mbak Puan ada lima cawapres, ini kalau ikut yang disebut Mbak Puan ya, yang nomor satu itu kalau enggak salah Sandi, nomor duanya Erick, nomor 3 Andika, nomor 4 AHY, nomor 5 Cak Imin," kata Djayadi.

Sementara itu, mengenai pilihan kedua, yakni PKB memiliki peran besar, Djayadi menilai PKb bisa memainkan peran besar tersebut apabila tetap bertahan bersama Gerindra, kendati Cak Imin bukan cawapresnya.

Menurut Djayadi, PKB bagai separuh napas koalisi. Pasalnya tanpa PKB, Gerindra tentu tidak biaa memenuhi presidential threshold.

"Jadi kalau ada pilihan kedua menjadi, tidak menjadi cawapres tapi menjadi sponsoring political party gitu, partai yang mensponsorikan kandidat. Nah itu lebih besar kemungkinannya ada di Gerindra. Kenapa? Gerindra pasti akan memberikan jawaban peran konsesi yang lebih jauh lebih besar dibandingkan dengan PDIP, setuju tidak? itu itu kalau pilihannya yang kedua," kata Djayadi.

Pilihan ketiga, yaitu berkaitan dengan membentuk poros koalisi haru, Djayadi melihat PKB bisa berkoalisi dengan Partai Golkar. Kendati peluang menang kecil, tetapi pada putaran kedua koalisi ini dipandang bisa jadi rebutan.

"Bikin koalisi aja sendiri misalnya sama Golkar, bener nggak? Misalnya sama Golkar, dugaan kita Gus Jazil sama Mas Saiful kalau tiga-tiganya maju, ada dua putaran kan, maka koalisi ini akan punya peran lebih besar dengan bernegosiasi untuk putaran kedua. Siapa pun pemenang di putaran pertama akan perlu NU akan perlu PKB akan perlu Jawa Timur dan Jawa Tengah. betul, betul?" tutur Djayadi.

Saling Melengkapi

Wasekjen PKB Syaiful Huda mengatakan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang dibangun PKB dan Partai Gerindra merupkan koalisi yang terbaik yang ada untuk menghadapi Pilpres 2024.

Hida menunjukkan indikasi apa saja yang kemudian membuat dirinya menilai koalisi PKB-Gerindra menjadi yang terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakal Ada Partai Merapat ke Koalisi, Gerindra Pastikan Muliakan PKB dan Cak Imin dalam Posisi Terhormat

Bakal Ada Partai Merapat ke Koalisi, Gerindra Pastikan Muliakan PKB dan Cak Imin dalam Posisi Terhormat

News | Rabu, 02 Agustus 2023 | 08:00 WIB

Bawa Jajaran Gerindra, Sore Ini Prabowo Kunjungi Markas PSI

Bawa Jajaran Gerindra, Sore Ini Prabowo Kunjungi Markas PSI

News | Rabu, 02 Agustus 2023 | 04:45 WIB

Capres Cawapres Wajib Kuasai Isu Ekonomi, Airlangga Hartarto Bisa Jadi Alternatif untuk Pemilu 2024

Capres Cawapres Wajib Kuasai Isu Ekonomi, Airlangga Hartarto Bisa Jadi Alternatif untuk Pemilu 2024

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 21:22 WIB

Soal Batas Usia Capres dan Cawapres, Kemendagri Jelaskan Kesamaan Hak dalam Pemerintahan

Soal Batas Usia Capres dan Cawapres, Kemendagri Jelaskan Kesamaan Hak dalam Pemerintahan

News | Selasa, 01 Agustus 2023 | 20:23 WIB

Terkini

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:48 WIB

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:41 WIB

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:38 WIB